Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aplikasi Nusuk Tembus 51 Juta Pengguna Jelang Haji 2026

Kompas.com, 2 April 2026, 10:15 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Menjelang musim haji 2026, salah satu inovasi paling menonjol datang dari Arab Saudi melalui aplikasi resmi bernama Nusuk.

Aplikasi ini kini telah digunakan oleh lebih dari 51 juta pengguna di seluruh dunia, menandai babak baru dalam pelayanan ibadah berbasis teknologi yang semakin terintegrasi, efisien, dan mudah diakses oleh jamaah lintas negara.

Dilansir dari Arab News, Kamis (2/4/2026) capaian tersebut diumumkan langsung oleh Tawfiq Al-Rabiah, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, dalam forum internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor haji dan umrah.

Lonjakan Pengguna dan Momentum Jelang Haji 2026

Pengumuman jumlah pengguna Nusuk disampaikan dalam pembukaan Forum Umrah dan Ziarah yang digelar di King Salman International Convention Center.

Forum yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ajang strategis untuk membahas inovasi, kolaborasi global, serta peningkatan kualitas layanan ibadah di era digital.

Lonjakan pengguna hingga 51 juta bukan sekadar angka statistik. Ia mencerminkan meningkatnya kepercayaan jamaah terhadap sistem digital yang mampu menjawab kebutuhan kompleks perjalanan ibadah, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di Tanah Suci.

Dalam konteks ini, digitalisasi bukan lagi pelengkap, melainkan fondasi utama dalam tata kelola haji dan umrah modern.

Baca juga: Ketegangan AS-Iran Membayangi, Jemaah Haji Blitar Tetap Berangkat Mei 2026

Nusuk sebagai Ekosistem Digital Terpadu

Berbeda dari aplikasi konvensional, Nusuk hadir sebagai ekosistem digital yang menyatukan berbagai layanan dalam satu platform. Hingga saat ini, lebih dari 130 layanan telah terintegrasi dalam aplikasi tersebut.

Beberapa fitur utama yang menjadi tulang punggung layanan Nusuk meliputi:

  • Penerbitan izin umrah secara online
  • Reservasi kunjungan ke Raudhah di Masjid Nabawi
  • Informasi kepadatan jamaah secara real-time
  • Layanan bantuan dan panduan selama ibadah

Integrasi ini memungkinkan jamaah mengatur seluruh kebutuhan perjalanan tanpa harus berpindah aplikasi.

Mulai dari perencanaan keberangkatan hingga aktivitas ibadah di lokasi, semuanya dapat diakses dalam satu sistem yang terpusat.

Integrasi Transportasi dan Akomodasi

Salah satu keunggulan Nusuk yang paling dirasakan jamaah adalah kemampuannya mengintegrasikan layanan logistik. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk:

  • Memesan hotel di Makkah dan Madinah
  • Membeli tiket kereta cepat Haramain
  • Mengatur jadwal penerbangan

Kemudahan ini menjadi solusi atas kompleksitas perjalanan haji dan umrah yang sebelumnya sering melibatkan banyak pihak dan platform berbeda.

Dalam buku Manajemen Haji dan Umrah karya H. Ahmad Syarif dijelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan ibadah haji adalah koordinasi layanan lintas sektor.

Digitalisasi seperti Nusuk dinilai mampu meminimalisasi kendala tersebut melalui sistem terintegrasi.

Baca juga: Menhaj: Haji 2026 Tetap Jalan, Mitigasi Disiapkan di Tengah Konflik

Fitur Spiritual: Menjaga Fokus Ibadah

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, Nusuk juga dirancang untuk mendukung dimensi spiritual jamaah. Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur ibadah, seperti:

  • Akses ke Al-Qur’an digital
  • Jadwal waktu shalat
  • Zikir harian
  • Penunjuk arah kiblat

Fitur-fitur ini memungkinkan jamaah tetap menjaga kualitas ibadah di tengah mobilitas tinggi selama berada di Tanah Suci.

Dalam perspektif keislaman, integrasi antara teknologi dan ibadah bukanlah hal yang bertentangan.

Dalam buku Islam dan Teknologi Modern karya Prof. Dr. Azyumardi Azra disebutkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah selama tetap berlandaskan nilai-nilai syariat.

Digitalisasi Haji dalam Perspektif Global

Langkah Arab Saudi menghadirkan Nusuk juga sejalan dengan visi besar transformasi digital dalam kerangka Vision 2030.

Pemerintah berupaya menjadikan layanan haji dan umrah lebih inklusif, transparan, dan berbasis teknologi.

Digitalisasi ini juga membuka peluang kolaborasi global, termasuk dengan negara-negara pengirim jamaah seperti Indonesia.

Integrasi data, layanan, dan sistem diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus kenyamanan jamaah.

Dalam buku Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds karya Heidi A. Campbell dijelaskan bahwa praktik keagamaan di era digital mengalami transformasi signifikan, di mana teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga bagian dari pengalaman religius itu sendiri.

Baca juga: Seruan Wamenhaj: Redam Konflik Dunia Demi Haji 2026 Berjalan Aman

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski menawarkan banyak kemudahan, implementasi aplikasi seperti Nusuk tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari literasi digital jamaah hingga kesiapan infrastruktur di berbagai negara.

Namun demikian, kehadiran Nusuk menjadi langkah progresif dalam menjawab kebutuhan zaman.

Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, aplikasi ini diproyeksikan akan menjadi standar baru dalam pelayanan ibadah haji dan umrah di masa depan.

Ibadah di Era Digital

Menjelang haji 2026, keberhasilan Nusuk menembus 51 juta pengguna menunjukkan bahwa transformasi digital dalam ibadah bukan lagi wacana, melainkan realitas yang terus berkembang.

Bagi jamaah, kemudahan akses, efisiensi layanan, dan dukungan spiritual dalam satu genggaman menjadi nilai tambah yang signifikan.

Sementara bagi penyelenggara, digitalisasi membuka peluang untuk menghadirkan layanan yang lebih profesional dan terintegrasi.

Di tengah perubahan zaman, Nusuk hadir sebagai jembatan antara tradisi ibadah yang sakral dengan kemajuan teknologi yang dinamis, membawa pengalaman spiritual menuju level yang lebih modern tanpa kehilangan esensinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Aktual
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Aktual
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa dan Niat
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Aktual
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
Aktual
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Aktual
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Aktual
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Aktual
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Aktual
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Aktual
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Aktual
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar