Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seruan Wamenhaj: Redam Konflik Dunia Demi Haji 2026 Berjalan Aman

Kompas.com, 30 Maret 2026, 13:45 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah situasi global yang masih diwarnai ketegangan di sejumlah kawasan, pemerintah Indonesia terus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, bahkan secara khusus menyampaikan seruan doa dari Tanah Suci agar eskalasi konflik dapat mereda, sehingga pelaksanaan haji berlangsung aman dan khusyuk.

Seruan tersebut menjadi perhatian, karena ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan kesiapan teknis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh stabilitas keamanan global, khususnya di kawasan Timur Tengah yang menjadi pusat pelaksanaan ibadah tersebut.

Baca juga: Strategi RI Jamin Keselamatan Jemaah Haji 2026 di Tengah Konflik Timteng

Seruan Doa di Tengah Dinamika Global

Dalam kunjungan kerjanya ke Arab Saudi, Dahnil menyampaikan bahwa hingga saat ini persiapan penyelenggaraan haji berjalan tanpa kendala berarti.

Koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas setempat disebut berlangsung baik, mencakup berbagai aspek mulai dari akomodasi hingga layanan jemaah.

Ia menegaskan, bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti dalam proses persiapan, baik dari pihak Indonesia maupun dari otoritas di Arab Saudi.

“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan. Insya Allah, keberangkatan pertama jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026,” ujar Dahnil dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Senin (30/3/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi global tetap perlu menjadi perhatian bersama.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan upaya teknis, tetapi juga memperkuat doa sebagai bagian dari ikhtiar spiritual.

Dalam pernyataannya, Dahnil mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat doa sebagai bagian dari ikhtiar bersama.

“Kita berdoa kepada Allah SWT semoga penyelenggaraan Haji 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah. Kami juga memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar seluruh proses ini diberikan kemudahan,” katanya.

Seruan ini menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, keberhasilan suatu ikhtiar tidak hanya ditentukan oleh usaha manusia, tetapi juga oleh pertolongan Allah SWT.

Eskalasi Konflik dan Tantangan Penyelenggaraan Haji

Ibadah haji merupakan salah satu peristiwa keagamaan terbesar di dunia, yang melibatkan jutaan umat Muslim dari berbagai negara. Oleh karena itu, stabilitas keamanan menjadi faktor yang sangat krusial.

Dalam konteks ini, Dahnil secara terbuka menyampaikan harapannya agar situasi global, khususnya di Timur Tengah, dapat membaik.

Ia berharap, nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah haji dapat menginspirasi negara-negara yang tengah berkonflik untuk menurunkan ketegangan.

“Kita berharap eskalasi konflik dapat menurun, sehingga pelaksanaan haji bisa berlangsung dengan aman,” harap Dahnil.

Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran bahwa konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada hubungan antarnegara, tetapi juga pada pelaksanaan ibadah umat.

Dalam buku Manajemen Penyelenggaraan Haji dan Umrah karya M. Akhyar Adnan, dijelaskan bahwa penyelenggaraan haji modern menuntut kesiapan lintas sektor, termasuk mitigasi risiko keamanan global.

Hal ini menunjukkan bahwa ibadah haji tidak bisa dipisahkan dari dinamika internasional yang lebih luas.

Baca juga: Haji 2026, Menhaj Libatkan KPK hingga Polisi Awasi Dana Rp 18 Triliun

Haji sebagai Simbol Perdamaian dan Kesetaraan

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, ibadah haji juga memiliki makna simbolik yang sangat kuat.

Dahnil menekankan bahwa haji mengandung pesan universal tentang perdamaian dan kesetaraan umat manusia.

Ia menjelaskan, bahwa haji, menurutnya, mengandung pesan universal yang sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini.

“Haji memiliki pesan kuat tentang perdamaian, kesetaraan umat manusia, serta perlindungan terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan anak,” jelasnya.

Dalam praktiknya, seluruh jamaah haji mengenakan pakaian ihram yang sama, tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun kebangsaan. Hal ini menjadi simbol nyata bahwa semua manusia setara di hadapan Allah SWT.

Pandangan ini sejalan dengan penjelasan dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, yang menyebutkan bahwa haji adalah perjalanan spiritual yang menghapus sekat-sekat duniawi dan mengarahkan manusia pada kesadaran akan hakikat dirinya sebagai hamba Allah.

Dimensi Spiritual di Balik Seruan Doa

Seruan doa yang disampaikan Wamenhaj tidak hanya bersifat formal, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam. Dalam ajaran Islam, doa merupakan bagian integral dari setiap ikhtiar.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman bahwa doa adalah bentuk penghambaan sekaligus pengakuan atas keterbatasan manusia.

Oleh karena itu, mengiringi persiapan haji dengan doa menjadi bagian dari tradisi spiritual yang telah lama dijalankan umat Islam.

Dalam buku Fiqh Doa dan Dzikir karya Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahtani, dijelaskan bahwa doa memiliki kekuatan untuk menghadirkan ketenangan batin sekaligus membuka jalan kemudahan dalam berbagai urusan.

Dengan demikian, seruan Dahnil dapat dipahami sebagai ajakan untuk menguatkan dimensi batin dalam menghadapi tantangan dunia yang tidak menentu.

Baca juga: Hukum Perempuan Pergi Haji tanpa Mahram, Boleh atau Tidak? Ini Pandangan Ulama dan Aturannya

Peran Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil juga menyinggung pentingnya peran Indonesia dalam mendorong perdamaian global.

Ia menyampaikan dukungannya terhadap langkah-langkah diplomasi yang dilakukan oleh Prabowo Subianto.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi dan perdamaian.

Dalam buku Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal karya Azyumardi Azra, dijelaskan bahwa Islam mengajarkan prinsip wasathiyah (moderasi) yang dapat menjadi landasan dalam membangun hubungan internasional yang harmonis.

Dengan pendekatan ini, Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan dialog di tengah konflik global yang masih berlangsung.

Refleksi: Haji, Perdamaian, dan Kesadaran Kolektif

Pada akhirnya, penyelenggaraan haji bukan hanya soal kesiapan teknis, tetapi juga mencerminkan kondisi dunia secara keseluruhan. Ketika konflik meningkat, dampaknya dapat dirasakan hingga ke pelaksanaan ibadah.

Seruan doa dari Wamenhaj menjadi pengingat bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab kolektif untuk menjaga kedamaian, baik melalui doa maupun tindakan nyata.

Ibadah haji sendiri sejatinya mengajarkan nilai-nilai universal yang sangat relevan dengan kondisi saat ini, persatuan, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Di tengah dunia yang terus berubah, harapan agar haji 2026 berjalan aman dan khusyuk menjadi simbol dari harapan yang lebih besar, yaitu terciptanya dunia yang damai dan penuh keberkahan.

Karena pada akhirnya, perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajak manusia untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan yang paling mendasar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Langsung Membunuh Ular yang Masuk Rumah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Operasional Haji 2026 Masuk Hari ke-25, 159 Ribu Jemaah Tiba di Saudi
Aktual
Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya
Aktual
Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!
Tawakkalna Hadirkan 19 Bahasa untuk Haji 2026, Termasuk Indonesia!
Aktual
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Kapan Batas Akhir Potong Kuku bagi Shahibul Kurban 2026? Cek Tanggalnya
Aktual
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Pastikan Kesiapan 33 Ribu Bus di Arafah
Aktual
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Menjejakkan Kaki di Al-Balad Jeddah, Gerbang Haji Masa Lampau Menuju Makkah
Aktual
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Jelang Haji 2026, Saudi Periksa 33.000 Tempat Usaha di Makkah
Aktual
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
19 WNI Diamankan di Saudi, Ini Nasib Pelaku Rekam Perempuan Tanpa Izin
Aktual
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Apa Itu Sedekah Barcode? Solusi Jemaah Haji Bisa Masuk Raudhah
Aktual
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Lebih dari 860.000 Jemaah Tiba di Arab Saudi Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Kapan Idul Adha 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik
Aktual
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Bus Hidrolik Mudahkan Jemaah Haji Lansia Naik Bus tanpa Turun dari Kursi Roda
Aktual
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Jelang Idul Adha, Kemenag Ponorogo Tambah Juru Sembelih Halal untuk Ribuan Masjid dan Mushalla
Aktual
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Haji, Luruskan Niat Sebelum ke Tanah Suci
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com