Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dzikir & Doa Saat Terjadi Musibah: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya

Kompas.com, 16 April 2026, 17:52 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dalam kehidupan seorang Muslim, musibah bukanlah sesuatu yang bisa dihindari.

Ia hadir sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT, sekaligus menjadi sarana ujian keimanan dan penguat spiritualitas.

Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia pasti akan diuji dengan berbagai bentuk kesulitan, mulai dari rasa takut, kehilangan, hingga penderitaan.

Namun di balik itu, Islam tidak membiarkan umatnya larut dalam kesedihan tanpa arah. Ada tuntunan dzikir dan doa yang diajarkan sebagai penopang hati agar tetap tenang dan dekat kepada Allah.

Lantas, apa saja bacaan dzikir yang dianjurkan ketika menghadapi musibah dan bagaimana makna mendalam di baliknya?

Makna Musibah dalam Perspektif Islam

Dalam pandangan Islam, musibah bukan semata-mata penderitaan, melainkan bagian dari proses penyucian jiwa.

Dalam buku Dzikir Pagi dan Petang karya Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani dijelaskan bahwa ujian hidup justru menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas iman dan ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT.

Sejalan dengan itu, Imam Ibnu Qayyim dalam Badā’i‘ul Fawā’id menegaskan bahwa musibah dapat menjadi sebab dihapusnya dosa dan diangkatnya derajat seseorang, selama ia menyikapinya dengan sabar dan dzikir.

Baca juga: Doa Menghadapi Musibah Gempa Bumi serta Hikmah Terjadinya Bencana dalam Islam

Istirja’, Dzikir Utama Saat Tertimpa Musibah

Dzikir paling utama ketika musibah adalah kalimat istirja’, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”

Dalam tafsirnya, Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa kalimat ini mengandung dua unsur utama, pengakuan kepemilikan mutlak Allah atas manusia, serta kesadaran akan kepastian kembali kepada-Nya.

Lebih dari sekadar ucapan, istirja’ adalah bentuk ketundukan total yang mampu meredam gejolak emosi saat musibah datang.

Istirja’ dengan Tambahan Doa

Rasulullah SAW juga mengajarkan tambahan doa:

اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Allāhumma ajurnī fī musībatī wa akhlif lī khayran minhā

Artinya: “Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah ini dan gantikan dengan yang lebih baik.”

Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebut sebagai bentuk harapan aktif seorang hamba agar musibah tidak hanya menjadi ujian, tetapi juga jalan menuju kebaikan yang lebih besar.

Dzikir Rasulullah SAW Saat Kesusahan

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW membaca dzikir berikut ketika menghadapi kesulitan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Lā ilāha illallāhul ‘azhīmul halīm, lā ilāha illallāhu rabbul ‘arsyil ‘azhīm, lā ilāha illallāhu rabbus samāwāti wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil karīm

Artinya: “Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Pemilik ‘Arsy yang agung. Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah Pencipta langit, Pencipta bumi, Pemilik ‘Arsy yang mulia.”

Dzikir ini menekankan pengagungan terhadap Allah sebagai pemilik kekuasaan tertinggi. Dalam Fiqh Doa dan Dzikir karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz, dijelaskan bahwa menyebut keagungan Allah saat sulit akan menumbuhkan ketenangan batin dan rasa tawakal.

Baca juga: Cara Mengobati Pedih Ujian Hidup dan Musibah Menurut Ulama

Doa Kesembuhan: Ikhtiar Spiritual Saat Sakit

Sakit merupakan bentuk musibah yang paling sering dialami. Rasulullah SAW mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfī. Lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yughādiru saqaman

Arti: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” 

Dalam riwayat Aisyah RA (HR Bukhari-Muslim), doa ini dibaca Nabi saat menjenguk orang sakit.

Menurut Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam Doa-Doa bagi Orang Sakit, doa ini bukan hanya permohonan kesembuhan fisik, tetapi juga bentuk pengakuan bahwa kesembuhan sejati berasal dari Allah.

Doa untuk Sahabat (Ruqyah)

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا أَنْتَ

Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta

Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mulah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.”

Doa untuk Orang Sakit – Dianjurkan Dibaca 7 Kali

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As’alullāhal ‘azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yasyfiyaka

Artnyai: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan ‘Arsy yang megah, agar menyembuhkanmu.”

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAWQ menganjurkan doa ini dibacakan sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sakit.

Dzikir Perlindungan: Benteng dari Musibah

Selain doa saat musibah terjadi, Islam juga mengajarkan dzikir preventif, seperti membaca surat:

1. Surah Al-Ikhlas Dibaca 3 kali: Pagi dan petang

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallāhu ahad. Allāhus shamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad

Artinya: “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”b.

2. Surah Al-Falaq Dibaca 3 kali: Pagi dan petang

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِن شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a‘ūdzu birabbil falaq. Min sharri mā khalaq. Wa min sharri ghāsiqin idzā waqab. Wa min sharrin naffātsāti fil ‘uqad. Wa min sharri hāsidin idzā hasad

3. Surah An-Naas Dibaca 3 kali: Pagi dan petang

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Dalam Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr, dijelaskan:

“Sungguh telah datang banyak hadits yang menunjukkan besarnya keutamaan ketiga surah ini, lebih-lebih apabila penyakit tersebut disebabkan oleh sihir, ‘ain, atau yang semisal.” (Syaikh Abdurrazzaq al-Badr)

Beliau juga mengutip Ibnu Qayyim rahimahullah:

“Sesungguhnya kebutuhan hamba untuk meminta perlindungan dengan kedua surah ini (Al-Falaq dan An-Naas) lebih besar daripada kebutuhannya kepada udara, makanan, minuman, dan pakaian.” (Ibnu Qayyim, Badā’i‘ul Fawā’id).

Dalam kitab karya Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dijelaskan bahwa tiga surah ini memiliki keutamaan besar sebagai perlindungan dari berbagai keburukan, termasuk penyakit dan gangguan non-fisik.

Ibnu Qayyim bahkan menyebut kebutuhan manusia terhadap dzikir perlindungan ini melebihi kebutuhan terhadap makanan dan minuman.

Baca juga: Apakah Orang yang Meninggal karena Musibah Termasuk Syahid?

Hikmah Dzikir Saat Musibah

Dzikir bukan hanya ritual verbal, tetapi memiliki dampak spiritual yang nyata. Dalam berbagai literatur klasik dijelaskan beberapa keutamaannya:

Pertama, dzikir menghadirkan ketenangan. Hati yang gelisah akan menjadi lebih stabil karena merasa dekat dengan Allah.

Kedua, dzikir menjadi sebab penghapusan dosa. Setiap musibah yang disertai kesabaran akan mengurangi beban dosa seorang hamba.

Ketiga, dzikir membuka pintu pahala yang besar. Dalam hadis disebutkan bahwa bahkan luka kecil pun bisa menjadi sebab diangkatnya derajat seseorang.

Keempat, dzikir menghadirkan harapan. Doa yang dipanjatkan saat musibah sering kali menjadi awal datangnya pertolongan Allah.

Musibah sebagai Jalan Kembali

Dalam perspektif tasawuf, sebagaimana dijelaskan dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, musibah adalah panggilan halus agar manusia kembali kepada Allah. Ia mengikis kesombongan dan mengingatkan bahwa dunia bukan tujuan akhir.

Karena itu, dzikir saat musibah bukan sekadar bacaan, melainkan proses penyadaran diri bahwa segala sesuatu berada dalam kendali-Nya.

Menguatkan Hati di Tengah Ujian

Menghadapi musibah memang tidak mudah. Namun, Islam telah memberikan panduan yang sangat lengkap melalui dzikir dan doa.

Dengan membaca istirja’, memperbanyak dzikir, serta memohon perlindungan kepada Allah, seorang Muslim tidak hanya bertahan dalam ujian, tetapi juga tumbuh secara spiritual.

Pada akhirnya, musibah bukanlah akhir dari segalanya. Ia adalah jembatan menuju kedekatan dengan Allah SWT dan dzikir adalah kunci untuk melewatinya dengan hati yang tenang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Perlukah Wudhu Setelah Mandi Junub? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Perlukah Wudhu Setelah Mandi Junub? Ini Penjelasan dan Hukumnya
Aktual
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Embarkasi Banjarmasin, 19 Kloter Berangkat Bertahap Mulai 23 April
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Embarkasi Banjarmasin, 19 Kloter Berangkat Bertahap Mulai 23 April
Aktual
Khutbah Jumat 17 April 2026: Mengawali Segala Sesuatu dengan Bismillah
Khutbah Jumat 17 April 2026: Mengawali Segala Sesuatu dengan Bismillah
Aktual
Kisah Pasutri Penjual Gudeg di Sleman, Menabung Sejak 2009 hingga Bisa Berangkat Haji 2026
Kisah Pasutri Penjual Gudeg di Sleman, Menabung Sejak 2009 hingga Bisa Berangkat Haji 2026
Aktual
Tak Semua UMKM Bisa Masuk, Ini Syarat Jualan di Haji dan Umrah Store
Tak Semua UMKM Bisa Masuk, Ini Syarat Jualan di Haji dan Umrah Store
Aktual
Kemenhaj: Lewat Haji & Umrah Store, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Kemenhaj: Lewat Haji & Umrah Store, Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas
Aktual
MUI Kritik Wacana 'War Ticket' Haji, Cholil Nafis: Fokus Saja Persiapan Keberangkatan
MUI Kritik Wacana "War Ticket" Haji, Cholil Nafis: Fokus Saja Persiapan Keberangkatan
Aktual
Kisah Dalimin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Klaten yang Keberangkatan Sempat Tertunda karena Sakit
Kisah Dalimin, Calon Jemaah Haji Tertua Asal Klaten yang Keberangkatan Sempat Tertunda karena Sakit
Aktual
600 UMKM Masuk Haji Umrah Store, RI Mulai Rebut Pasar Oleh-oleh Haji
600 UMKM Masuk Haji Umrah Store, RI Mulai Rebut Pasar Oleh-oleh Haji
Aktual
Dzikir & Doa Saat Terjadi Musibah: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya
Dzikir & Doa Saat Terjadi Musibah: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya
Doa dan Niat
Digitalisasi Haji Terkendala Jemaah Lansia, Dirjen: Perlu Pendampingan Keluarga
Digitalisasi Haji Terkendala Jemaah Lansia, Dirjen: Perlu Pendampingan Keluarga
Aktual
Jemaah Kini Bisa Beli Oleh-oleh Haji via Aplikasi, Ini Cara Aksesnya
Jemaah Kini Bisa Beli Oleh-oleh Haji via Aplikasi, Ini Cara Aksesnya
Aktual
Skema Haji 2026 Boyolali Berubah, Petugas Haji akan Fokus Layanan Umum dan Kesehatan
Skema Haji 2026 Boyolali Berubah, Petugas Haji akan Fokus Layanan Umum dan Kesehatan
Aktual
Arab Saudi Hijaukan 1 Juta Hektare Gurun dan Tanam 159 Juta Pohon
Arab Saudi Hijaukan 1 Juta Hektare Gurun dan Tanam 159 Juta Pohon
Aktual
Tanah Suci Tempat Ampunan, Bukan Pembalasan Dosa, Ini Kata Ulama
Tanah Suci Tempat Ampunan, Bukan Pembalasan Dosa, Ini Kata Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com