Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mengobati Pedih Ujian Hidup dan Musibah Menurut Ulama

Kompas.com, 30 Januari 2026, 06:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Musibah sering datang tanpa peringatan. Dalam sekejap, kondisi hidup bisa berubah drastis.

Kehilangan orang tercinta, kegagalan usaha, sakit berkepanjangan, hingga tekanan ekonomi menjadi ujian yang menguras emosi dan mental.

Namun dalam perspektif Islam, ujian bukan sekadar penderitaan. Ia adalah sarana pendidikan spiritual yang dirancang langsung oleh Allah SWT untuk mengangkat derajat hamba-Nya.

Baca juga: Doa Saat Terjadi Musibah Banjir Lengkap dengan Terjemahannya

Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari, seorang ulama besar tasawuf abad ke-7 Hijriah, dalam kitab Al-Hikam menegaskan bahwa kunci utama meredakan pedihnya musibah terletak pada kesadaran siapa yang sedang menguji kita.

Menurutnya, ketika seseorang memahami bahwa Allah-lah yang menetapkan ujian tersebut, maka luka batin akan perlahan berubah menjadi ketenangan.

“Agar kamu mampu meringankan penderitaan musibah yang menimpamu, ketahuilah bahwa Allah SWT-lah yang sedang mengujimu. Dia adalah Dzat yang membimbingmu menuju pilihan terbaik.” (Ibnu Athaillah as-Sakandari, Al-Hikam)

Pandangan ini sejalan dengan prinsip dasar akidah Islam bahwa seluruh ketetapan Allah selalu mengandung hikmah, meskipun pada awalnya tampak pahit.

Memahami Hakikat Musibah dalam Islam

Al-Qur’an menegaskan bahwa ujian adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Allah SWT berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Wa lanabluwannakum bisyai'im minal-khaufi wal-jū‘i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi wats-tsamarāt, wa basyirish-ṣābirīn.

Artinya: “Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Ayat ini menunjukkan bahwa ujian adalah sunatullah. Tidak ada manusia yang benar-benar bebas dari cobaan yang membedakan hanyalah cara meresponsnya.

Baca juga: Mengapa Doa Bisa Membuat Hati Lebih Tenang? Ini 5 Doa Sabar dan Ikhlas yang Dianjurkan

Resep Menenangkan Hati Menurut Ibnu Athaillah

Dalam penjelasan Kitab Al-Hikam dan Penjelasan karya D.A. Pakih Sati Lc, dijelaskan bahwa Ibnu Athaillah menekankan pentingnya keyakinan terhadap kebijaksanaan Allah.

Ketika seseorang menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, maka rasa kecewa dan amarah akan berkurang.

Musibah bukanlah hukuman semata, tetapi sering kali menjadi bentuk kasih sayang Allah yang tersembunyi.

Ada hamba yang didekatkan kepada Allah justru melalui kesempitan hidup, bukan melalui kelapangan rezeki.

Baca juga: Doa Agar Diberi Kesabaran dan Ganti yang Lebih Baik Saat Terkena Musibah

Sabar sebagai Obat Paling Mujarab

Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha. Dalam Islam, sabar adalah kekuatan batin untuk tetap teguh, menjaga lisan dari keluhan berlebihan, dan hati dari prasangka buruk kepada Allah.

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Innamā yuwaffash-ṣābirūna ajrahum bighairi ḥisāb.

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, sabar merupakan salah satu maqam tertinggi dalam perjalanan spiritual.

Orang yang mampu bersabar saat diuji sejatinya sedang membangun kedekatan khusus dengan Allah.

Baca juga: Makna Sabar dan Syukur, Pilar Keseimbangan Hidup Seorang Muslim

Mengubah Cara Pandang terhadap Ujian

Salah satu sebab musibah terasa sangat menyakitkan adalah karena manusia memandangnya sebagai akhir dari segalanya.

Padahal, dalam Islam, ujian sering kali menjadi pintu pembuka menuju fase hidup yang lebih baik.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa ujian berfungsi sebagai sarana penyucian jiwa.

Kesombongan dilunakkan, hati yang lalai diingatkan, dan iman yang melemah diperkuat kembali.

Dengan cara pandang ini, musibah tidak lagi dilihat sebagai musuh, tetapi sebagai guru kehidupan yang mengajarkan makna tawakal dan kerendahan hati.

Memperkuat Hubungan dengan Allah Saat Diuji

Saat tertimpa musibah, Islam menganjurkan hamba untuk memperbanyak doa dan zikir. Salah satu bacaan yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)

Kalimat ini bukan sekadar ucapan, melainkan pernyataan iman bahwa seluruh hidup manusia berada dalam genggaman Allah.

Baca juga: Tanda Dicabutnya Rasa Syukur dari Diri Seorang Muslim

Musibah sebagai Jalan Naik Kelas Spiritual

Dalam perspektif tasawuf, ujian adalah tanda perhatian Allah kepada hamba-Nya. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, sering kali semakin berat pula ujiannya. Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu orang-orang setelah mereka.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa ujian bukan tanda kebencian Allah, melainkan bentuk seleksi spiritual bagi hamba-hamba pilihan-Nya.

Menutup Luka dengan Harapan

Pedihnya musibah memang nyata. Namun Islam tidak membiarkan umatnya terjebak dalam keputusasaan.

Setiap ujian selalu membawa peluang untuk tumbuh, memperbaiki diri, dan mendekat kepada Allah.

Seperti pesan Ibnu Athaillah, ketika hati sudah yakin bahwa Allah-lah yang mengatur segalanya dengan penuh hikmah, maka beban terasa lebih ringan.

Di balik musibah yang hari ini menyakitkan, bisa jadi tersimpan nikmat besar yang baru akan dipahami di kemudian hari.

Pada akhirnya, ujian hidup bukan sekadar cobaan ketahanan mental, tetapi juga undangan ilahi untuk naik kelas dalam keimanan.

Dan bagi mereka yang mampu bertahan dengan sabar, Allah telah menyiapkan balasan yang jauh lebih indah daripada apa pun yang hilang di dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tabiat Perempuan yang Diingatkan Nabi, Ini Dampaknya bagi Rumah Tangga
Tabiat Perempuan yang Diingatkan Nabi, Ini Dampaknya bagi Rumah Tangga
Doa dan Niat
Cara Mengobati Pedih Ujian Hidup dan Musibah Menurut Ulama
Cara Mengobati Pedih Ujian Hidup dan Musibah Menurut Ulama
Doa dan Niat
Kapan Awal Ramadan 1447 H? Kemenag Gelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026
Kapan Awal Ramadan 1447 H? Kemenag Gelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026
Aktual
5 Hal yang Membatalkan Wudhu dalam Islam: Penjelasan Ringkas & Jelas
5 Hal yang Membatalkan Wudhu dalam Islam: Penjelasan Ringkas & Jelas
Doa dan Niat
Jangan Asal Menunggu Azan! Ini Zikir Mustajab Sebelum Berbuka
Jangan Asal Menunggu Azan! Ini Zikir Mustajab Sebelum Berbuka
Doa dan Niat
Libur Awal Puasa 2026: Sekolah Bisa Libur Lebih Cepat, Ini Alasannya
Libur Awal Puasa 2026: Sekolah Bisa Libur Lebih Cepat, Ini Alasannya
Aktual
Asal Usul Nama Jumat dan Rahasia Keutamaan Berdoa di Hari Istimewa Ini
Asal Usul Nama Jumat dan Rahasia Keutamaan Berdoa di Hari Istimewa Ini
Doa dan Niat
Jenis-jenis Zina dalam Islam yang Harus Diketahui Setiap Muslim
Jenis-jenis Zina dalam Islam yang Harus Diketahui Setiap Muslim
Doa dan Niat
Niat Puasa Qadha: Kenapa Banyak Orang Gagal Lunasi Utang Puasa?
Niat Puasa Qadha: Kenapa Banyak Orang Gagal Lunasi Utang Puasa?
Doa dan Niat
Tak Ada Perlakuan Khusus, Enam Calon Petugas Haji Dicopot saat Diklat PPIH 2026
Tak Ada Perlakuan Khusus, Enam Calon Petugas Haji Dicopot saat Diklat PPIH 2026
Aktual
Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan, Pahala Bisa Berlipat Ganda
Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan, Pahala Bisa Berlipat Ganda
Doa dan Niat
Amalan Saat Haid: Panduan Ibadah yang Bisa Dilakukan Muslimah
Amalan Saat Haid: Panduan Ibadah yang Bisa Dilakukan Muslimah
Doa dan Niat
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Berikut Alasan-alasannya
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Berikut Alasan-alasannya
Aktual
Puasa 2026 Kapan? Niat Puasa Baik Dibaca Setelah Tarawih atau Sahur?
Puasa 2026 Kapan? Niat Puasa Baik Dibaca Setelah Tarawih atau Sahur?
Doa dan Niat
Hukum Meninggalkan Shalat Jumat Tanpa Alasan Syar’i Beserta Ancamannya
Hukum Meninggalkan Shalat Jumat Tanpa Alasan Syar’i Beserta Ancamannya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com