MADINAH, KOMPAS.com - Kepala Sektor Bir Ali Kompol Dyvia Ardianto menjelaskan mengenai teknis kedatangan jemaah Indonesia yang mengambil miqat di Bir Ali atau Dzulhulaifah.
Ada 12 kloter yang melakukan prosesi miqat di Bir Ali pada hari ini sebelum para jemaah tersebut didorong menuju ke Makkah dari Madinah.
Kasektor Bir Ali membagi dalam dua skema yaitu bagi jemaah lansia dan jemaah yang sehat dan berusia muda. Proses wudhu dan shalat dua rakaat di masjid dilakukan oleh jemaah yang tidak berpotensi mengalami gangguan kesehatan.
"Sedangkan yang lansia dan disabilitas kita sarankan untuk tetap berada di dalam bus (bermiqat di dalam bus)," kata dia di Bir Ali, Madinah, Arab Saudi, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Masjid Bir Ali Madinah Tempat Miqat Jemaah Haji Indonesia: Lokasi, Sejarah, dan Arsitektur
Skema ini diterapkan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan waktu. Mengingat pendorongan 12 kloter berisi jemaah haji Indonesia hari ini harus selesai pada pukul 17.00 Waktu Arab Saudi.
Dia menekankan, waktu yang diberikan bagi jemaah untuk wudhu dan shalat dua rakaat di masjid pun terbatas.
"Maksimal 15 menit (per kloter)," katanya.
PPIH Daker Bir Ali menyiapkan dua bagian titik check poin yang dibagi berdasarkan syarikah, yakni Al-Bait Guess (BTG) dan Rakeen Mashariq (RKN).
Masing-masing syarikah tersedia empat titik check point, sehingga total ada delapan titik check point.
"Rakeen itu ada di check point 2 atau sebelah kanan dan BTG di check point 7 atau sebelah kiri," katanya.
Baca juga: Apa Itu Miqat? Ini Pengertian, Jenis, Lokasi, dan Tata Caranya
Pada hari kesepuluh operasional haji, sebanyak 12 kloter telah didorong dari Madinah menuju ke Mekah, Arab Saudi, Kamis (30/4/2026). Mereka tergabung dalam 127 bus.
Para jemaah haji tersebut akan berada di Makkah untuk melakukan umrah wajib. Sebelum diberangkatkan ke Makkah, seluruh jemaah mengambil ihram di lokasi miqat Bir Ali atau Dzulhulaifah. Para jemaah tersebut kemudian akan berada di Makkah hingga prosesi puncak haji (Armuzna).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang