Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Agar Diberi Kesabaran dan Ganti yang Lebih Baik Saat Terkena Musibah

Kompas.com, 31 Desember 2025, 09:00 WIB
Add on Google
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Setiap manusia pasti akan diuji di kehidupan. Ada berbagai bentu ujian yang menimpa manusia, seperti bencana alam, kehilangan harta, sakit, dan kehilangan orang yang dicintai.

Ketika ujian datang, banyak orang merasa putus asa. Namun dalam Islam, musibah bukan akhir segalanya. Musibah adalah ujian untuk mendapatkan karunia Allah SWT yang lebih baik. Untuk itu, dianjurkan untuk membaca doa saat terkena musibah agar diberikan kesabaran dan ganti yang lebih baik.

Baca juga: 5 Sikap yang Dianjurkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah

Doa Saat Terkena Musibah

Doa berikut ini diajarkan Nabi Muhammad SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Bagi siapa saja yang mengamalkan doa ini, Allah SWT akan memberikan ganti dengan yang lebih baik.

Teks Arab:

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

Teks Latin:

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji‘un. Allaahumma ajirnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minhaa.

Artinya:

Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.

Baca juga: Hikmah di Balik Bencana Alam: Panduan Islam Menghadapi Musibah dengan Bijak

Keutamaan Membaca Doa Saat Terkena Musibah

Membaca doa saat terkena musibah dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ketika membaca doa tersebut, ada beberapa keutamaan yang akan dirasakan.

1. Merasa ikhlas akan musibah yang menimpa sehingga musibah lebih terasa ringan;

2. Menambah keimanan dengan meyakini bahwa semua yang menimpa atas izin Allah SWT;

3. Mendapatkan ganti yang lebih baik. Hal ini seperti yang disampaikan Rasulullah SAW dalam haditsnya.

4. Mendapatkan pahala kesabaran atas musibah yang menimpa.

Baca juga: 7 Amalan Agar Selamat dan Dijauhkan dari Berbagai Macam Musibah

Kisah Inspiratif Mengamalkan Doa Terkena Musibah

Dibalik doa saat terkena musibah, ada kisah inspiratif saat mengamalkan doa tersebut. Hal ini dialami Ummu Salamah, salah seorang sahabiyah.

Saat hijrah ke Madinah, suami Ummu Salamah, yaitu Abu Salamah gugur saat diutus ke Bani Asad. Abu Salamah gugur karena luka yang didapatkannya saat perang Uhud bertambah parah.

Mendengar suaminya meninggal, Ummu Salamah menjadi sedih. Rasulullah SAW kemudian mendatanginya dan mengajarinya doa saat terkena musibah agar diberikan ganti yang lebih baik.

Setelah membaca doa tersebut, Ummu Salamah benar-benar mendapatkan ganti yang lebih baik. Ia dinikahi oleh Rasulullah SAW, manusia terbaik di muka bumi.

Baca juga: Doa Saat Musibah Datang Lengkap dengan Artinya

Penutup

Musibah adalah hal yang pasti akan menimpa seseorang dalam kehidupan. Ketika musibah datang, dianjurkan untuk membaca doa saat terkena musibah agar mendapatkan ganti yang lebih baik.

Selain mendapat ganti yang lebih baik, doa tersebut juga memberikan kekuatan untuk lebih bersabar dalam menghadapi musibah yang menimpa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jemaah Haji Diajak Doakan Presiden Prabowo Jadi Pemimpin Adil dan Bijaksana
Jemaah Haji Diajak Doakan Presiden Prabowo Jadi Pemimpin Adil dan Bijaksana
Aktual
Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari? Simak Penjelasan Hukum dan Ketentuannya
Puasa Dzulhijjah Apakah Harus 9 Hari? Simak Penjelasan Hukum dan Ketentuannya
Aktual
Mbah Kasrun, Calon Haji Tertua 102 Tahun dari Banjarmasin, Berangkat ke Makkah
Mbah Kasrun, Calon Haji Tertua 102 Tahun dari Banjarmasin, Berangkat ke Makkah
Aktual
PPIH Bentuk Timsus Mina, Bantu Jemaah Haji Lansia dan Sakit saat Puncak Haji
PPIH Bentuk Timsus Mina, Bantu Jemaah Haji Lansia dan Sakit saat Puncak Haji
Aktual
Kamar Haji Ramah Lansia di Makkah, Ada Pegangan Khusus dan Akses Kursi Roda
Kamar Haji Ramah Lansia di Makkah, Ada Pegangan Khusus dan Akses Kursi Roda
Aktual
Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Aktual
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Aktual
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Aktual
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Aktual
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Aktual
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Aktual
Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi
Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi
Aktual
Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Aktual
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com