KOMPAS.com - Musibah bisa datang kapan saja tanpa pernah bisa diduga. Musibah bisa berupa kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dengan tiba-tiba, kecelakaan, terjadi bencana alam, dan berbagai musibah lainnya.
Musibah yang menimpa manusia dibagi menjadi tiga tujuan, yaitu sebagai ujian untuk orang yang beriman, peringatan untuk orang yang menyimpang, dan azab bagi orang yang durhaka kepada Allah SWT.
Baca juga: Panduan Al Quran tentang Musibah: Penyebab, Hikmah, dan Apa yang Harus Dilakukan
Agar seseorang terhindar dari musibah yang menyengsarakan, berikut ini beberapa amalan yang bisa dilakukan.
Salah satu tujuan Allah SWT menimpakan musibah adalah agar manusia kembali ke jalan lurus, yaitu beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Untuk kembali kepada Allah SWT, cara pertama yaitu dengan bertaubat.
Sebelum musibah terjadi, dianjurkan untuk bertaubat sehingga Allah SWT tidak menjatuhkan musibah kepada seseorang atau suatu kaum.
وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: “Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)." (Q.S. Al A’raf: 168).
Ali bin Abi Thalib pernah menyatakan: “Tidaklah suatu bencana ditimpakan, melainkan disebabkan dosa. Dan tidaklah suatu bala’ dihilangkan, melainkan dengan bertaubat.”
Baca juga: Doa Saat Terjadi Musibah Banjir Lengkap dengan Terjemahannya
Memperbanyak membaca istighfar atau memohon ampun kepada Allah juga akan menghindarkan dari musibah.
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allâh akan mengazab mereka, sedang mereka beristighfar (meminta ampun).” (Q.S. Al Anfal:33).
Memperbanyak sedekah juga dapat menjadi wasilah agar terhindar dari musibah. Dalam hadits disebutkan:
بَاكِرُوا بِالصَّدَقَةِ؛ فَإِنَّ الْبَلَاءَ لَا يَتَخَطَّى الصَّدَقَةَ
Artinya: "Bersegeralah dalambersedekah, karena seseungguhnya bala (bencana) tidak akan dapat melampaui sedekah." (H.R. Al Baihaqi).
Baca juga: Doa Saat Musibah Datang Agar Mendapat Ganti yang Lebih Baik
Berbuat kebaikan akan menghindarkan dari musibah karena Allah berkenan menurunkan Rahmat atau kasih sayang-Nya.
صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِيْ مَصَارِعَ السُّوْءِ وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ
Artinya: "Perbuatan-perbuatan baik akan melindungi kita dari berbagai keburukan dan sedekah yang dilakukan sembunyi-sembunyi akan menghindarkan diri kita dari siksa Tuhan." (H.R. Ath Thabrani).
Doa perlindungan diri ini berasal dari hadits yang diriwayatkan dari Utsman bin Affan oleh Imam Abu Daud dan At Tirmidzi.
Arab:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin:
Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai un fil ardhi wa laa fis samaa i wa huwas samii'ul 'aliim.
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya segala sesuatu di bumi dan di langit tidak akan membahayakan. Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Baca juga: Doa Tolak Bala Agar Indonesia Dijauhkan dari Berbagai Bencana
Shalawat Munjiyat atau shalawat Penyelamat adalah bacaan shalawat yang dibaca untuk memohon agar terhindar dari musibah. Berikut bacaannya:
Arab:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ
Latin:
Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aali Sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il ahwaali wal aafaat wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al haajat wa tuthahhirunaa bihaa min jamii’is sayyiaat wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad darajaat wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayat min jamii’il khairaati fil hayaati wa ba’dal mamaat.
Artinya:
Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan shalawat itu, Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengabulkan hajat kami; dengan shalawat itu, Engkau akan menyucikan kami dari segala keburukan; dengan shalawat itu, Engkau akan mengangkat kami ke derajat paling tinggi; dengan shalawat itu pula, Engkau akan menyampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dalam semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.
Baca juga: 3 Hakikat Musibah dalam Islam
Lisan bisa menimbulkan bencana besar bagi yang salah menggunakannya. Banyak bahaya atau musibah terjadi karena perkataan yang menyakitkan, fitnah, atau provokasi. Oleh karena itu, menjaga lisan sangat dianjurkan untuk menghindari bahaya yang lebih besar.
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Demikianlah 7 amalan yang bisa menjauhkan diri dari musibah. Semoga bermanfaat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang