Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanggal Berapa Lebaran 2026? Ini Prediksi Muhammadiyah, Pemerintah, dan Potensi Libur Panjangnya

Kompas.com, 7 Maret 2026, 09:24 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Memasuki pertengahan Ramadan, banyak orang mulai bertanya: tanggal berapa Lebaran 2026? Informasi ini penting karena berkaitan dengan rencana mudik, cuti kerja, hingga libur sekolah.

Sejumlah lembaga dan organisasi Islam di Indonesia telah memberikan prediksi mengenai Idulfitri 1447 Hijriah. Meski tanggal resminya masih menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat, gambaran jadwal Lebaran 2026 sudah mulai terlihat.

Prediksi Tanggal Lebaran 2026

Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan Hijriah.

Baca juga: Trend Warna Baju Lebaran 2026: Butter, Sage Green hingga Emerald Jadi Favorit, Earth Tone Diprediksi Dominan

Sementara itu, pemerintah memperkirakan Idulfitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi serupa juga tercantum dalam kalender Almanak Nahdlatul Ulama (NU).

Meski begitu, pemerintah tetap akan menentukan tanggal resmi melalui sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah. Keputusan tersebut didasarkan pada hasil rukyatul hilal atau pengamatan bulan di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan demikian, masyarakat masih perlu menunggu hasil sidang isbat untuk mengetahui secara pasti tanggal Lebaran 2026 versi pemerintah.

Potensi Libur Panjang hingga 7 Hari

Tahun ini, Idulfitri memiliki posisi unik karena berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan libur panjang hingga satu minggu bagi pekerja.

Berikut perkiraan jadwal libur nasional dan cuti bersama di bulan Maret 2026:

  • Rabu, 18 Maret 2026: Cuti Bersama Nyepi
  • Kamis, 19 Maret 2026: Hari Raya Nyepi
  • Jumat, 20 Maret 2026: Cuti Bersama Idulfitri
  • Sabtu–Minggu, 21–22 Maret 2026: Libur akhir pekan dan Idulfitri
  • Senin–Selasa, 23–24 Maret 2026: Cuti Bersama Idulfitri

Dengan susunan tersebut, masyarakat berpotensi menikmati libur panjang hingga 7 hari berturut-turut.

Libur Sekolah Lebaran 2026

Bagi pelajar, masa libur Lebaran bahkan lebih panjang. Pemerintah menetapkan libur sekolah Lebaran 2026 selama 10 hari kerja, yaitu mulai 16 Maret hingga 27 Maret 2026.

Siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada Senin, 30 Maret 2026.

Persiapan Mudik Lebaran

Menjelang Idulfitri, masyarakat juga mulai menyiapkan perjalanan mudik. Tiket kereta api untuk periode Lebaran sudah dapat dipesan sejak 25 Januari 2026, atau sekitar 45 hari sebelum keberangkatan.

Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, pemerintah juga memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.

Takbiran Bertepatan dengan Nyepi

Ada hal menarik pada Lebaran tahun ini. Malam takbiran kemungkinan bertepatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali.

Karena itu, pemerintah bersama tokoh masyarakat setempat menyepakati penyesuaian pelaksanaan takbiran.

Kegiatan takbiran tetap diperbolehkan, tetapi tanpa menggunakan sound system dan dibatasi pada pukul 18.00–21.00 WIB demi menghormati umat Hindu yang menjalankan Nyepi.

Baca juga: 5 Model Gamis Abaya Outer 2 in 1 Lebaran 2026, Stylish dan Praktis

Menunggu Keputusan Resmi

Meski berbagai prediksi sudah muncul, tanggal resmi Lebaran 2026 masih menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat pada 19 Maret 2026.

Sambil menunggu pengumuman tersebut, masyarakat disarankan mulai merencanakan perjalanan mudik, mengatur cuti, dan menjaga kesehatan agar momen Idulfitri dapat dirayakan dengan nyaman bersama keluarga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com