Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Saat Musibah Datang Agar Mendapat Ganti yang Lebih Baik

Kompas.com, 21 November 2025, 16:16 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Musibah datang silih berganti di kehidupan manusia. Saat musibah datang, tentunya seseorang merasakan kesedihan dan kehilangan. Islam telah mengajarkan doa saat musibah datang.

Doa saat musibah datang ini bila diamalkan dengan ikhlas, Allah SWT akan mendatangkan balasan yang lebih baik dari musibah yang sudah dialami. Oleh karena itu, seorang muslim wajib mengamalkan doa ini ketika musibah datang.

Baca juga: Doa Dijauhkan dari Musibah Dunia dan Agama Lengkap dengan Artinya

Makna 'Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un'

Ucapan pertama yang diucapkan ketika musibah datang adalah mengucapkan bacaan istirja'. Bacaan istirja' adalah إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un). Artinya 'sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali'.

Makna kalimat tersebut menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di semua adalah milik Allah yang diatur di bawah perintah dan kekuasaan-Nya. Manusia tak punya hak sedikitpun terhadap harta maupun diri mereka sendiri.

Bila Allah menguji manusia dengan mengambil atau memusnahkan sesuatu darinya, maka pada hakikatnya Allah yang Maha Pengasih telah melakukan tindakan terhadap hamba-hamba miliknya dan harta-harta mereka.

Tidak perlu ada gugatan sama sekali terhadap musibah itu. Musibah datang dari Allah yang Maha Memiliki lagi Maha Bijaksana, yang mana dia adalah dzat yang paling pengasih terhadap hamba-Nya melebihi kasih hamba terhadap diri sendiri. Dengan demikian, hamba itu haruslah Ridho terhadap Allah atas segala yang terjadi.

Pada akhirnya semua manusia akan kembali kepada-Nya pada hari kebangkitan nanti. Lalu Allah SWT akan membalas setiap perbuatan dari pelakunya, bila manusia bersabar dan hanya mengharap pahala di sisi-Nya, maka manusia akan memperoleh ganjaran secara sempurna di sisi-Nya.

Namun bila manusia tidak bersabar dan mencaci-maki apa yang terjadi, niscaya manusia tidak memiliki apa-apa kecuali hanya mendapat murka Allah SWT dan lenyaplah pahalanya.

Baca juga: 3 Hakikat Musibah dalam Islam

Doa Rasulullah SAW Ketika Ditimpa Musibah

Doa berikut ini diajarkan Nabi Muhammad SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Bagi siapa saja yang mengamalkan doa ini, Allah SWT akan memberikan ganti dengan yang lebih baik.

Arab:

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

Latin:

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji‘un. Allaahumma ajirnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minhaa.

Artinya:

Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.

Baca juga: Doa Saat Musibah Datang Lengkap dengan Artinya

Keutamaan Membaca Doa Terkena Musibah

Ketika seseorang ditimpa musibah dan mengamalkan doa di atas, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya dan akan memberikan ganti dengan yang lebih baik dari pada apa yang hilang atas musibah yang menimpanya.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, doa ini pernah diamalkan oleh Ummu Salamah. Ia membaca doa tersebut saat suaminya wafat. Tak lama setelah itu, Ummu Salamah mendapatkan ganti suami yang lebih baik dari suami sebelumnya, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Hikmah dari Musibah

Musibah bisa ditimpakan Allah SWT kepada seseorang atau suatu kaum sebagai bentuk ujian untuk meninggikan derajatnya apabila berhasil melewatinya. Musibah yang menimpa akan menjadikannya semakin dekat dengan Allah SWT, semakin Ikhlas, sabar, dan tawakal kepada Allah SWT.

وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya: “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al Anbiya: 35)

Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya menyatakan tak ada satu malapetaka atau lebih yang menimpa seorang hamba kecuali untuk mengampuni dosa yang telah dilakukan, dimana Allah tak mengampuninya kecuali dengan malapetaka tersebut. Atau untuk mencapai derajat yang tak mungkin diperolehnya melainkan dengannya.

Baca juga: Doa Agar Terhindar dari Keburukan dan Musibah, Lengkap dengan Arti dan Dalil

Musibah juga bisa diturunkan sebagai bentuk peringatan ketika seseorang sudah melakukan perbuatan yang melampaui batas. Dengan musibah yang menimpa, diharapkan seorang hamba akan kembali kepada Allah SWT.

مَّا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ

Artinya: “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (Q.S. An Nisa: 79).

Dengan musibah yang menimpa, seorang hamba menyadari bahwa musibah tersebut datang karena kesalahannya sendiri. Untuk itu, ia harus memperbaiki diri agar Allah SWT mengangkat semua musibah yang menimpanya dan kembali kepada jalan yang lurus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar