Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji NTB Diimbau Fokus Ibadah dan Tidak Sibuk Membuat Konten Medsos

Kompas.com, 1 Mei 2026, 23:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Jemaah calon haji (JCH) Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), diimbau untuk lebih fokus menjalankan ibadah selama berada di Tanah Suci daripada sibuk membuat konten media sosial.

Imbauan tersebut disampaikan agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan khusyuk dan sesuai aturan yang berlaku di Arab Saudi.

Pemerintah juga mengingatkan adanya larangan penggunaan perangkat elektronik di sejumlah tempat ibadah untuk keperluan siaran media sosial.

Baca juga: Jemaah Haji Diimbau Bijak Berbelanja untuk Hindari Over Bagasi Saat Berpindah dari Madinah ke Makkah

Selain itu, jemaah diminta menjaga barang bawaan agar tidak menimbulkan masalah over bagasi saat pergerakan menuju Makkah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Lombok, Lalu Muhamad Amin, menegaskan tujuan utama berhaji adalah melaksanakan rukun Islam kelima untuk menyempurnakan ibadah umat Muslim.

"Jadi, jamaah harus benar-benar khusuk melaksanakan ibadah. Hindari hal-hal yang kurang bermanfaat, kurang penting, apalagi membuat konten-konten di tempat-tempat ibadah," ujarnya di Mataram, Jumat (1.5.2026) seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Alasan Kemenhaj Larang Jemaah Haji Lakukan City Tour Sebelum Armuzna: Jaga Fisik dan Fokus Ibadah

Jemaah Diminta Patuhi Aturan di Arab Saudi

Amin mengingatkan seluruh jemaah calon haji agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi selama berada di Tanah Suci.

Salah satunya terkait larangan penggunaan perangkat elektronik seperti telepon genggam di area ibadah untuk disiarkan melalui media sosial.

"Bagi yang melanggar akan mendapatkan sanksi yang tegas termasuk didenda oleh Pemerintah Arab Saudi," kata Amin.

KBIHU Diingatkan Tidak Gunakan Atribut Berlebihan

Selain kepada jemaah, pihak Kementerian Haji dan Umrah NTB juga mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH/KBIHU) agar tidak menggunakan atribut secara berlebihan di tempat ibadah.

Menurut Amin, aktivitas seperti membentangkan spanduk dapat mengganggu jemaah lain yang sedang beribadah.

Jemaah Diimbau Antisipasi Over Bagasi

Amin juga meminta jemaah memperhatikan barang bawaan agar tidak berlebihan, terutama saat perpindahan dari Madinah menuju Makkah menjelang fase Armuzna atau puncak haji.

"Kemudian dalam membawa barang bawaan tidak berlebihan. Jangan sampai belum pelaksanaan Armuzna atau puncak haji terbebani dengan barang bawaannya dari Madinah ke Makkah, sehingga kelebihan kapasitas bagasi. Itu perlu diantisipasi oleh KBIHU dan jamaah," ucapnya.

Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman, aman, dan tetap mengutamakan keselamatan selama berada di Arab Saudi.

Ribuan Jemaah Haji NTB Sudah Tiba di Arab Saudi

Menurut Amin, kondisi jemaah haji asal NTB yang saat ini berada di Arab Saudi dalam keadaan sehat dan terus menjalani rangkaian ibadah.

"Saat ini kondisi jamaah calon haji kita yang telah berada di Arab Saudi dalam keadaan sehat wal afiat dan terus melakukan proses-proses ibadah di Tanah Suci, bahkan JCH Kloter 1 sudah bersiap melakukan pendorongan ke Makkah. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah di Arab Saudi," katanya.

Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok per 30 April 2026, jumlah jemaah calon haji NTB yang telah tiba di Tanah Suci mencapai 2.722 orang.

Seluruh jemaah diberangkatkan bersama 28 petugas pendamping sehingga total yang telah diterbangkan mencapai 2.750 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Panas Ekstrem, Saudi Peringatkan Bahaya Tinggalkan Power Bank hingga Parfum di Mobil
Panas Ekstrem, Saudi Peringatkan Bahaya Tinggalkan Power Bank hingga Parfum di Mobil
Aktual
Guru Madrasah Non-ASN Dapat Insentif Rp 1,5 Juta, Cair Akhir Juni
Guru Madrasah Non-ASN Dapat Insentif Rp 1,5 Juta, Cair Akhir Juni
Aktual
6 Bulan Istimewa untuk Menikah Menurut Islam, Ada Muharram dan Syawal
6 Bulan Istimewa untuk Menikah Menurut Islam, Ada Muharram dan Syawal
Aktual
Makna 1 Muharram, Menag Ajak Umat Tinggalkan Mentalitas Kabilah
Makna 1 Muharram, Menag Ajak Umat Tinggalkan Mentalitas Kabilah
Aktual
Gubernur Sulsel Bagi-bagi Uang Tunai ke Jamaah Haji Beruntung saat Penyambutan di Makassar
Gubernur Sulsel Bagi-bagi Uang Tunai ke Jamaah Haji Beruntung saat Penyambutan di Makassar
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
PBNU Tetapkan 1 Muharram 17 Juni 2026, Ini Alasan Berbeda dengan Kalender Kemenag
Aktual
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Kiswah Baru Ka'bah Resmi Dipasang di Momen Tahun Baru Hijriah 1448 H
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Pemulangan Haji Gelombang II dari Madinah Dimulai, 99.497 Orang Tiba di Indonesia
Aktual
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
PBNU: Syiar Islam Perlu Dekat dengan Masyarakat Lewat Kegiatan Positif dan Menggembirakan
Aktual
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Seskab Teddy Ajak Umat Gunakan Momen Tahun Baru Islam 1448 H untuk Muhasabah Diri
Aktual
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Sertifikasi Tanah Wakaf Tertinggi di Indonesia
Aktual
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban Umat
Aktual
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Jemaah Haji Diminta Isolasi Mandiri 14 Hari Setelah Pulang, PPIH Ingatkan Risiko Kesehatan
Aktual
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Bahaya Dampak El Nino, Ini Doa Rasulullah Saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Liga Muslim Dunia Luncurkan Program Pembelajaran Bahasa Arab untuk Hafiz Al-Quran di Asia Tenggara
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com