Editor
KOMPAS.com - Pada musim haji 2026, pemerintah mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan perjalanan ke Tanah Suci.
Salah satu hal krusial adalah penggunaan visa haji resmi bagi seluruh calon jemaah.
Pengawasan masuk ke Makkah dan Madinah kini semakin diperketat oleh otoritas Arab Saudi.
Kondisi ini membuat penggunaan visa non-haji berisiko menggagalkan perjalanan ibadah.
Baca juga: Tanpa Visa Haji? Siap Didenda Rp 91 Juta dan Dilarang Masuk Saudi 10 Tahun
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sampang menegaskan bahwa seluruh Calon Jemaah Haji (CJH) wajib menggunakan visa haji resmi.
Penggunaan visa selain visa haji dilarang karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca juga: Kemenhaj Arab Saudi Tegaskan Visa Haji Satu-satunya Izin Resmi untuk Ibadah Haji
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sampang, Sayfuddin, menyebut kebijakan ini sejalan dengan langkah Pemerintah Arab Saudi dalam memperketat pengawasan di pintu masuk menuju kota suci.
"Tanpa visa haji resmi, jemaah tidak akan bisa masuk ke wilayah tersebut," tegasnya, Selasa (5/5/2026).
Menurut Sayfuddin, akses menuju Makkah dan Madinah kini disterilkan secara penuh. Hanya jemaah dengan dokumen resmi yang diizinkan untuk melintas.
Jemaah yang menggunakan visa non-haji berpotensi tertahan di bandara bahkan gagal berangkat.
Risiko ini dinilai cukup tinggi seiring meningkatnya pengawasan oleh otoritas setempat.
Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap penawaran perjalanan haji dari travel ilegal.
Modus yang sering digunakan adalah menawarkan biaya murah yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi.
"Jangan mudah tergiur harga murah. Pastikan travel memiliki izin dan dokumen yang disiapkan sesuai ketentuan," tuturnya.
Kemenag Sampang memastikan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Langkah ini bertujuan mencegah praktik penipuan sekaligus memastikan kelancaran ibadah haji.
"Kami ingin jemaah berangkat dengan aman, nyaman, dan sesuai aturan. Pastikan semua dokumen lengkap agar tidak ada kendala saat di perjalanan maupun setibanya di Tanah Suci," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunMadura.com dengan judul “Jangan Tergiur Harga Murah, Visa Non-Haji Bisa Gagalkan Perjalanan ke Tanah Suci”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang