Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah

Kompas.com, 26 April 2026, 22:46 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Di tengah padatnya arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Madinah, Arab Saudi, tersimpan kisah haru dari para petugas haji yang melayani tanpa pamrih.

Salah satu cerita datang dari Dita Prihastika, petugas Tugas dan Fungsi (Tusi) Lansia dan Disabilitas yang membantu jemaah lanjut usia saat tiba di Tanah Suci.

Ia kerap menangani jemaah dalam kondisi lemas setelah perjalanan panjang, bahkan membantu mengganti popok mereka.

Baca juga: PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah

Pelayanan itu dilakukan demi memastikan jemaah lansia tetap nyaman sebelum melanjutkan perjalanan ke hotel.

Tanpa menunjukkan rasa lelah, Dita menjalankan tugas yang tidak ringan di area Terminal Haji Madinah.

Ia mengatakan banyak jemaah lansia tiba dalam kondisi kelelahan setelah penerbangan panjang.

Baca juga: Dedikasi PPIH Arab Saudi, Cek Makanan Tiga Kali Sehari demi Jaga Kesehatan Jemaah Haji

Petugas Bantu Jemaah Lansia dengan Sepenuh Hati

Menurut Dita, sebagian jemaah lanjut usia datang dengan kondisi popok penuh dan baru bisa dibersihkan setelah pesawat mendarat.

“Alhamdulillah, kita melayani dengan sepenuh hati, seperti melayani orang tua atau mbah kita sendiri,” ujarnya saat ditemui Tribun-Timur.com di Terminal Haji Madinah.

Dalam situasi tersebut, Dita bersama tim segera membawa jemaah ke toilet untuk dibersihkan dan dipersiapkan sebelum menuju hotel.

Dita mengaku tidak jarang harus menenangkan jemaah lansia yang merasa malu saat dibantu.

“Kadang mereka isin (malu), saya bilang, ‘Nggak apa-apa Mbah, ini anaknya Mbah’. Kita bantu ganti supaya bersih dan nyaman saat lanjut perjalanan ke hotel,” tuturnya.

Pendekatan tersebut dilakukan agar jemaah merasa tenang dan tetap nyaman menerima bantuan dari petugas.

Doa Jemaah Jadi Energi Petugas Saat Bekerja

Bagi Dita, momen paling berkesan justru datang setelah pelayanan selesai. Ia mengaku doa tulus dari jemaah lansia menjadi kekuatan tersendiri saat menjalankan tugas.

“Setiap membantu, selalu ada doa yang bikin hati tersentuh. Itu nikmat yang tidak bisa digambarkan,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Petugas Selalu Siap Melayani Tanpa Dipungut Bayaran

Menariknya, Dita bukan berasal dari latar belakang kesehatan. Ia merupakan lulusan Analisis Kimia dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Meski demikian, ia membekali diri dengan belajar mandiri, termasuk mengikuti kursus daring tentang penanganan lansia.

“Ilmu saya mungkin jauh dari pekerjaan ini, tapi bagi saya yang penting niatnya untuk melayani,” tegas perempuan asal Ambon tersebut.

Dita memastikan seluruh bantuan kepada jemaah diberikan tanpa pungutan biaya. Menurut dia, tugas sebagai petugas haji merupakan bentuk pengabdian kepada sesama.

“Kita tidak pernah mengambil satu sen pun. Saya hanya ingin bisa bermanfaat bagi banyak orang,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul "Petugas Haji Ikhlas Ganti Popok Lansia di Bandara Madinah, Kisah Haru di Balik Layanan Tanpa Pamrih". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Benarkah Peminum Miras Shalatnya Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama
Benarkah Peminum Miras Shalatnya Tidak Diterima Selama 40 Hari? Ini Penjelasan Hadis dan Ulama
Aktual
Hukum Mengumandangkan Adzan untuk Jenazah Saat Dimakamkan, Begini Penjelasan Ulama
Hukum Mengumandangkan Adzan untuk Jenazah Saat Dimakamkan, Begini Penjelasan Ulama
Aktual
Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Hadis Anjuran Membacanya
Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Hadis Anjuran Membacanya
Doa dan Niat
4 Keutamaan Menjaga Wudhu, dari Penghapus Dosa hingga Menjadi Cahaya di Hari Kiamat
4 Keutamaan Menjaga Wudhu, dari Penghapus Dosa hingga Menjadi Cahaya di Hari Kiamat
Aktual
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap: Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Doa dan Niat
Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas: Setara Sepertiga Al-Quran hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Aktual
Menko Zulhas Prioritaskan MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
Menko Zulhas Prioritaskan MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T
Aktual
Ketua MPR: Transformasi Pesantren Bukan Lagi Pilihan, tetapi Keharusan
Ketua MPR: Transformasi Pesantren Bukan Lagi Pilihan, tetapi Keharusan
Aktual
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Guru Besar UGM Desak MUI Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik di Pengadilan
Aktual
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Baznas: Zakat ASN Sukarela, Bukan Pungutan Wajib Negara
Aktual
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Syarat Sah Membaca Surat Al-Fatihah Saat Shalat, Muslim Wajib Memahaminya
Aktual
Sejumlah Perkara yang Membuat Shalat Tidak Sah, Muslim Wajib Tahu
Sejumlah Perkara yang Membuat Shalat Tidak Sah, Muslim Wajib Tahu
Aktual
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Bacaan Lafadz Adzan, Lengkap dengan Hukum, Dalil, dan Pahala Mengumandangkannya
Aktual
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
6 Kesalahan Saat Shalat yang Sering Dilakukan, Bisa Mengurangi Kesempurnaan Ibadah
Aktual
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Dari Penerima Jadi Pemberi, Petani Ini Setor Zakat Pertanian Rp 16 Juta
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar