Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat Hari Ini: Keutamaan Berbakti Kepada Ibu dalam Islam

Kompas.com, 17 April 2026, 07:32 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Berikut adalah teks Khutbah Jumat tentang berbakti kepada ibu dan keutamaannya, yang disusun berdasar teks khutbah oleh KH Abdullah Tholib, Wakil Ketua Umum MUI Kota Tangerang, seperti dikutip dari laman MUI. 

Baca juga: Kisah Uwais al-Qarni, Dipuji Rasulullah karena Baktinya kepada Sang Ibu

Khutbah Pertama

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَركَاتُهُ.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَوْجَبَ عَلَيْنَابِرَّ الْوَالِدَيْنِ وَحَرَّمَ عِصْيَانَهُمَا وَقَهْرَهُمَا. وَاَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ .

اَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَاالْمُسْلِمُوْنَ إِتَّقُوْا اللّٰهَ فَى السِّرِّ وَالْعَلَنِ وَجَانِبُواالْفَوَاحِشَ مَا ظَهَر مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. قَالَ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Baca juga: Khutbah Jumat 10 April 2026: Cara Menyikapi Harta Duniawi yang Fana Menurut Tuntunan Islam

Hadirin Sidang Jum’ah Rahimakumullah

Marilah dalam kesempatan dan di tempat yang berkah ini kita selalu lahirkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah Allah SWT limpahkan kepada kita semua, nikmat Iman, Islam, kesehatan dan kesmpatan yang dengan nikmat ini kita semua dapat menggerakkan kita untuk menuju masjid dalam rangka mendirikan sholat Jumat berjamaah. Semoga langkah-langkah kita dari rumah, kantor, pasar dan dari manapun menuju ke masjid dicatat Allah SWT sebagai amal-amal sholeh.

Shalawat teriring salam semoga selalu tercurah kepada manusia agung, Nabi dan Rasul kita Muhammad SAW beserta keluarga, sahabatnya dan kita semua sebagai pengikutnya hingga akhir zaman.

Dalam kesempatan ini pula, khatib berwasiat kepada, terutama diri khotib dan umunya kepada kita semua untuk selalu berusaha sesuai dengan kemampuan kita meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan cara melaksanakn semua perintah-Nya dan menjahui semua larangan-Nya. Semoga dengan cara ini kita tetap dicatat oleh Allah SWT sebagai hamba yang bertakwa sampai menghadap-Nya.

Hadirin rahimakumullah..

Ibu adalah manusia yang mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari seorang ayah. Mengapa? Karena dari rahim Ibulah benih-benih bayi yang akan dilahirkan. Seorang Ibu telah mengandung bayi selama sembilan bulan dengan kegembiraan dan keceriaan. Meski berat, tapi dia tetap bahagia karena akan bisa melahirkan seorang putera atau puteri yang kelak akan menjadi penerusnya. Pada saat yang sama dambaan setiap keluarga adalah lahirnya anak yang menjadi pelengkap dalam keluarga. Pada saat mengandung kondisinya begitu berat, kadang-kadang menjadi lemah dan payah, tetapi hal itu tidak pernah menjadi penghalang baginya untuk selalu beraktivitas.

Saat melahirkan, Ibu selalu mengutamakan keselamatan calon putera puterinya dan bahkan nyawanya dipertaruhkan demi keselamatan bayinya. Setelah lahir tugas seorang ibu adalah merawat, menyusui dan membesarkannya. Hal ini telah Allah SWT gambarkan dalam firman-Nya di Surat Luqman ayat 14 :

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia ( berbuat baik ) kepada dua orang ibu-bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Dalam ayat di atas disebutkan bahwa kepayahan seorang ibu dalam mengandung anak dalam rahimnya dengan lemah yang bertambah-tambah. Hal ini bisa dilihat sejak awal kehamilan, seorang ibu harus memasuki masa yang dikenal dengan nyidam, yakni masa perubahan dalam tubuh yang mengakibatkan kondisi yang tidak nyaman dan disertai dengan mual dan muntah-muntah. Selama proses mengandung dan membesarkan anaknya, sosok ibu telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk menghantarkan anaknya ke muka bumi ini.

Ibu adalah sosok yang mengorbankan 5 ( lima ) airnya yang tidak bisa dibalas dan diganti jasanya oleh anaknya dan siapapun. Air yang berasal dari ibu merupakan penopang kehidupan anak-anaknya yang diambil dari tubuhnya. Seperti kita ketahui bahwa 85 persen tubuh anak-anak yang berkembang dengan baik adalah berasal unsur air.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Air yang pertama adalah air ketuban yang diberikan kepada anaknya saat tumbuh dalam rahimnya menjadi janin. Air ini dihasilkan dari makanan dan minuman yang diberikan kepada anaknya selama di dalam Rahim.

Air yang kedua adalah air darah ibu yang ketika calon anaknya tumbuh menjadi jabang bayi, ibu memberikan air darah kepadanya.

Air yang ketiga adalah air susu yang merupakan saripati makana yang dia konsumsi dan dikorbankan untuk membesarkan anaknya.

Air yang ke empat adalah air keringat yang dia teteskan untuk menjaga anaknya agar mampu tumbuh dan berkembang dengan baik serta menjadi anak yang sehat wal afiat.

Air yang kelima adalah air mata yang selalu menghantar kesuksesan anak-anak yang hebat diiringi oleh untaian doa dengan berlinang air mata.

Karena pengorbanan seorang ibu yang begitu besar dan tanpa pernah berfikir untuk dibalas oleh anak-anaknya, maka tak heran jika Nabi Muhammad shollahu alaihi wa sallam dalam haditsnya lebih menekankan berbuat baik kepada seorang ibu. Dalam Hadits dari Mu’awiyah bin Haidah Al-Qusyairi beliau bertanya kepada Nabi Muhammad SAW:

يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ، مَنْ أَبَرُّ ؟ قَالَ : أُمَّكَ، قُلْتُ: مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ : أُمَّكَ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قَالَ : أُمَّكَ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قَالَ : أَبَاكَ، ثُمَّ اَلْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?. Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab : Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab : Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.”( HR Bukhari )

Begitu perhatiannya Rasulullah dalam hal menekankan untuk berbuat baik kepada sosok ibu, maka tidak heran ada sebuah ungkapan yang sampaikan menjadi perhatian kita semua, yaitu : “surga di bawah telapak kaki ibu” ungkapan yang singkat tetapi mengandung banyak nasihat. Salah satu dalil yang melandasi ungkapan tersebut adalah sabda Rasulullah SAW:

اَنَّ جَاهِمَةَ جَاءَ اِلٰى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَرَدْتُ اَنْ اَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ اَسْتَشِيْرُكَ، فَقَالَ : هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ ؟ قَالَ:نَعَم، قَالَ : فَالْزَمْهَا، فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

“Sungguh Jahimah datang kepada Nabi SAW, lalu ia berkata,: “Wahai Rasulullah, aku ingin berperang dan aku datang untuk meminta petunjukmu”. Nabi SAW bersabda,”Apakah engkau memliki Ibu?” Jahimah menjawab,: “Ya”. Nabi bersabda,: “Tinggallah bersama dia, karena sungguh surga itu di bawah kedua kakinya.” ( HR Ibnu Majah, An-Nasa’I { redaksi dari beliau ], Imam Ahmad dan Imam Ath-Thabarani )

Di samping hadits di atas ada juga penjelasan ulama, salah satunya Imam Nawawi dalam kitab at-Taisiri bi Syarhil Jami’ish-Shoghir ( juz 1 hal 966 ) yang mengatakan:

يَعْنِى لُزُوْمُ طَاعَتِهِنَّ سَبَبٌ قَرِيْبٌ لِدُخُوْلِ الْجَنَّةِ.

“Bahwa selalu mentaati para Ibu adalah sebab dekatnya seseorang memasuki surga.”

Ungkapan surga di bawahi telapak kaki Ibu, bukan berarti secara lahiriyah dan kasat mata ada surga di bawah kakinya. Ungkapan tersebut merupakan sebuah kiasan yang sarat dengan makna, yaitu kiasan yang menyiratkan makna betapa kita wajib berbakti kepada Ibu. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Al-‘Allamah ath-Thibi dalam kitabnya Mirqatul mafatih ( VI / 676 ) yang mengatakan bahwa sabda Nabi SAW,”Surga di bawah ke dua kaki ibu” adalah kinayah atau kiasan dari puncak ketundukan dan kerendahan dari seorang anak terhadap ibunya. Hal ini juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Isra ayat 24:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ .......ۗ

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan”

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman, surat al-Isra ayat 23:

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا ققَوْلًا كَرِيْمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada Ibu Bapak, jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

Untaian kalimat surga di bawah telapak kaki Ibu merupakan suatu penghormatan, karena begitu banyak jasa-jasa yang dia berikan kepada anak-anaknya. Beliau selalu memilih asupan makanan yang bergizi yang akan menghasilkan ASI yang baik dan kemudian diberikan kepada anak-anaknya. Kesabaran, ketegaran dan kasih sayang yang diberikan kepada anak-anaknya tanpa diikuti oleh keluhan dan bahkan berani berkorban demi untuk anak-anaknya agar tumbuh sehat, cerdas dan menjadi anak sholeh dan sholehah tidak akan mungkin bisa dibalas oleh anak-anaknya.

Pesan Rasulullah SAW agar memberikan penghormatan kepada Ibu merupakan suatu perintah yang harus dilaksanakan dengan penuh keikhlasan dan juga pesan para ulama untuk menghormati seorang Ibu dengan cara mohon keihklasannya untuk memberikan do’a saat kita akan bepergian, bekerja, beribadah, berhaji dan berumroh serta apapun hajat kita agar diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Karena do’a Ibu itu bisa menembus langit ke tujuh dan lebih maqbul dibanding dengan do’a-do’a dari ulama sekalipun.

Hal ini telah dilakukan oleh Uwais Al-Qorni saat beliau menggendong Ibunya untuk berthowaf dan do’a-do’a yang dikumandangkan selalu mohon ampunan untuk Ibunya. Ketika Ibunya menegur,”kenapa engkau hanya memohonkan ampun kepada Allah untuk Ibu sedangkan kamu tidak mohon ampun?” Uwais menjawab,”Jika Allah telah mengampuni dosa-dosa Ibu berarti dosa-dosaku juga diampuni oleh Allah SWT.

Itulah yang disebut dengan keramat seorang Ibu, karena doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah SWT. Keberhasilan dan kesuksesan anak-anak dalam segala bidang tidak terlepas dari do’a-do’a kedua orang tua terutama Ibu. Rasulullah SAW bersabda :

أَلْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذٰلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia.” ( HR At-Tirmidzi )

Semoga kita semua menjadi orang selalu berbuat baik kepada kedua orang tua terutama Ibu yang begitu besar jasanya kepada kita semua dan jangan lupa selalu memohon kepadanya untuk dido’akan agar apa yang kita cita-citakan dikabulkan oleh Allah SWT.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar