Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah

Kompas.com, 17 April 2026, 15:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, asrama haji menjadi titik awal penting dalam perjalanan spiritual jemaah Idul Adha maupun ibadah haji secara umum.

Di tempat ini, jemaah tidak hanya bersiap secara fisik, tetapi juga menerima pembekalan akhir sebelum memasuki rangkaian ibadah utama di Makkah dan Madinah.

Untuk musim haji 2026, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI telah menyusun jadwal resmi serta aturan yang wajib dipatuhi jemaah selama berada di asrama haji embarkasi.

Ketentuan ini menjadi bagian penting agar proses pemberangkatan berjalan tertib, aman, dan terorganisir.

Baca juga: Kisah Sarminiah, Jemaah Haji Tertua dari Kota Yogyakarta yang Berangkat di Usia 85 Tahun

Asrama Haji: Titik Awal Perjalanan Ibadah

Asrama haji bukan sekadar tempat transit, tetapi pusat orientasi terakhir sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci.

Di sini, jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan, menerima dokumen perjalanan, serta mengikuti manasik lanjutan.

Dalam konteks fikih perjalanan ibadah, fase ini menjadi bagian dari tahapan persiapan spiritual, sebagaimana dijelaskan dalam literatur Fiqh bahwa ibadah besar seperti haji tidak hanya membutuhkan kesiapan niat, tetapi juga kesiapan fisik, administrasi, dan mental.

Jadwal Kegiatan Jemaah Haji 2026 di Asrama Haji

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M yang ditetapkan pemerintah, berikut rangkaian jadwal penting:

April 2026: Awal Perjalanan

  • Jemaah mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026. Hari ini menjadi momentum awal konsentrasi ibadah sebelum keberangkatan.
  • Pada 22 April 2026, gelombang pertama mulai diberangkatkan dari Indonesia menuju Madinah, menandai dimulainya operasional haji tahun tersebut.

Mei 2026: Puncak Pergerakan Jemaah

Pada awal Mei, pergerakan jemaah semakin padat. Gelombang pertama bergerak dari Madinah ke Makkah, sementara gelombang kedua mulai diberangkatkan dari Tanah Air menuju Jeddah.

  • 1 Mei 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah
  • 6 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Tanah Air ke Madinah
  • 7 Mei 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
  • 15 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah
  • 21 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah; Closing date KAAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS)
  • 25 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah

Di periode ini juga terjadi puncak rangkaian ibadah:

  • 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
  • 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 H
  • 28 Mei 2026: Hari Tasyrik I
  • 29 Mei 2026: Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
  • 30 Mei 2026: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)

Momen ini menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah haji yang sangat dinantikan jemaah.

Juni 2026: Pemulangan Bertahap

Memasuki Juni, proses pemulangan jemaah mulai dilakukan secara bertahap.

Gelombang pertama mulai kembali ke Tanah Air pada awal Juni, sementara gelombang kedua menyusul pada pertengahan hingga akhir bulan.

  • 1 Juni 2026: Awal pemulangan jemaah haji Gelombang I dari Makkah melalui Jeddah ke Tanah Air; Awal kedatangan jemaah haji Gelombang I di Tanah Air
  • 7 Juni 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah
  • 15 Juni 2026: Akhir pemulangan jemaah haji Gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air
  • 16 Juni 2026: Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 H; Awal pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air; Awal kedatangan jemaah haji Gelombang II di Tanah Air
  • 21 Juni 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah
  • 30 Juni 2026: Akhir pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air

Juli 2026: Penutupan Operasional Haji

Proses pemulangan jemaah gelombang kedua diperkirakan selesai pada 1 Juli 2026, menandai berakhirnya operasional haji tahun tersebut.

Baca juga: Wamenhaj Dahnil Ingatkan Petugas Haji Tidak Pamer di Tanah Suci

Larangan Selama di Asrama Haji

Selama berada di asrama haji embarkasi, jemaah wajib mematuhi sejumlah aturan yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Larangan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

Beberapa larangan utama antara lain:

  • Tidak menimbulkan keributan atau aktivitas yang mengganggu ketertiban
  • Tidak keluar masuk area asrama tanpa izin resmi
  • Wajib mematuhi penggunaan alat perlindungan diri seperti masker
  • Menjaga kesehatan serta disiplin lingkungan

Aturan ini juga sejalan dengan prinsip pelayanan jamaah haji yang dikelola secara nasional oleh pemerintah dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Agama Republik Indonesia dalam sistem penyelenggaraan haji sebelumnya.

Kewajiban Jemaah di Asrama Haji

Selain larangan, terdapat pula kewajiban yang harus dipenuhi setiap jemaah.

1. Proses Serah Terima dan Pemeriksaan Kesehatan

Jemaah wajib mengikuti proses administrasi serta pemeriksaan kesehatan akhir sebelum keberangkatan.

2. Penempatan dan Akomodasi

Setiap jemaah akan ditempatkan di kamar yang telah ditentukan serta mendapatkan fasilitas konsumsi yang disediakan panitia.

3. Penerimaan Dokumen Penting

Jemaah akan menerima:

  • Paspor
  • Visa
  • Gelang identitas
  • Uang saku (living cost)

Seluruh dokumen ini harus diperiksa dengan teliti untuk menghindari kesalahan data.

4. Kedisiplinan dan Tertib Sosial

Jemaah diwajibkan menjaga kebersihan, mematuhi aturan, serta menjaga barang berharga selama berada di asrama.

5. Mengikuti Manasik Haji

Kegiatan ini menjadi pembekalan penting agar jemaah memahami rukun, wajib, dan sunnah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Perspektif Fikih: Disiplin sebagai Bagian dari Ibadah

Dalam pandangan ulama fikih, kedisiplinan dalam perjalanan ibadah termasuk bagian dari adab perjalanan (adab al-safar).

Hal ini ditegaskan dalam kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah yang menjelaskan bahwa perjalanan ibadah besar menuntut kesiapan lahir dan batin.

Sementara itu, dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, disebutkan bahwa ibadah tidak hanya dinilai dari ritualnya, tetapi juga dari kesiapan hati, kesabaran, dan kemampuan menjaga etika sosial selama menjalankan ibadah.

Baca juga: Wamenhaj: PPIH Ujung Tombak Haji 2026, Kesiapan Mental Jadi Kunci Sukses Layanan Jemaah

Hal yang Sering Diabaikan Jemaah

Dalam praktiknya, ada beberapa hal kecil yang sering luput diperhatikan jemaah, seperti:

  • Ketidaktelitian memeriksa dokumen perjalanan
  • Kurang disiplin dalam jadwal kegiatan
  • Mengabaikan kesehatan sebelum keberangkatan
  • Tidak menjaga komunikasi dengan kelompok

Padahal, hal-hal tersebut dapat memengaruhi kelancaran perjalanan ibadah secara keseluruhan.

Asrama Haji sebagai Ruang Transisi Spiritual

Asrama haji bukan sekadar tempat singgah, tetapi ruang transisi menuju perjalanan spiritual yang lebih besar.

Di sinilah jemaah belajar disiplin, kesabaran, dan kebersamaan sebelum menghadapi rangkaian ibadah utama di Tanah Suci.

Dengan memahami jadwal dan aturan secara menyeluruh, diharapkan jemaah dapat menjalani seluruh proses dengan lebih tenang, tertib, dan khusyuk.

Karena pada akhirnya, perjalanan haji bukan hanya tentang keberangkatan fisik, tetapi juga perjalanan hati menuju kedekatan dengan Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar