Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Sunnah Apa Saja di Mei 2026? Ini Jadwal dan Niat Lengkapnya

Kompas.com, 30 April 2026, 14:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Memasuki bulan Mei 2026, perhatian umat Islam mulai tertuju pada kalender Hijriah.

Bukan tanpa alasan, periode ini menjadi salah satu fase penting dalam penanggalan Islam karena mempertemukan dua bulan istimewa sekaligus, yaitu Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.

Peralihan ini bukan sekadar pergantian bulan, melainkan juga momentum meningkatnya amalan ibadah, terutama puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar menjelang Idul Adha.

Lalu, bagaimana susunan kalender Hijriah Mei 2026 dan kapan saja jadwal puasa sunnah yang bisa diamalkan? Berikut ulasan lengkapnya.

Kalender Hijriah Mei 2026: Transisi Dzulqa’dah ke Dzulhijjah

Kalender Hijriah berbasis peredaran bulan (lunar), sehingga setiap tahunnya mengalami pergeseran terhadap kalender Masehi.

Pada Mei 2026, awal bulan masih berada di Dzulqa’dah, kemudian beralih ke Dzulhijjah pada pertengahan bulan.

Peralihan ini penting karena Dzulhijjah termasuk bulan yang dimuliakan dalam Islam. Dalam kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa.

Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026, Bacaan Niat, dan Keutamaannya

Jadwal Puasa Sunnah Mei 2026

Sepanjang Mei 2026, terdapat beberapa jenis puasa sunnah yang bisa diamalkan umat Islam. Masing-masing memiliki waktu dan keutamaan tersendiri.

1. Puasa Ayyamul Bidh (13–15 Dzulqa’dah)

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa tiga hari di pertengahan bulan Hijriah.
Jadwal:

  • 1 Mei 2026 : Jumat, 13 Dzulqa'dah 1447 Hijriah (Puasa Ayyamul Bidh Hari Ke-1 Bulan Dzulqa'dah)
  • 2 Mei 2026 : Sabtu, 14 Dzulqa'dah 1447 Hijriah (Puasa Ayyamul Bidh Hari Ke-2 Bulan Dzulqa'dah)
  • 3 Mei 2026 : Minggu, 15 Dzulqa'dah 1447 Hijriah (Puasa Ayyamul Bidh Hari Ke-3 Bulan Dzulqa'dah)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad SAW, puasa ini disebut setara dengan puasa sepanjang tahun jika dilakukan secara rutin.

Niat Puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyāmil bīdh sunnatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”

2. Puasa Senin dan Kamis

Puasa ini merupakan amalan rutin yang sangat dianjurkan. Dalam hadis disebutkan bahwa amal manusia diangkat pada hari Senin dan Kamis.

Jadwal Mei 2026:

  • 4 Mei 2026 : Senin, 16 Dzulqa'dah 1447 Hijriah (Puasa Sunnah Senin dan Kamis)
  • 7 Mei 2026 : Kamis, 19 Dzulqa'dah 1447 Hijriah (Puasa Sunnah Senin dan Kamis)
  • 11 Mei 2026 : Senin, 23 Dzulqa'dah 1447 Hijriah (Puasa Sunnah Senin dan Kamis)
  • 14 Mei 2026 : Kamis, 26 Dzulqa'dah 1447 Hijriah (Puasa Sunnah Senin dan Kamis)
  • 18 Mei 2026 : Senin, 1 Dzulhijah 1447 Hijriah (Puasa Sunnah Senin dan Kamis)
  • 21 Mei 2026 : Kamis, 4 Dzulhijah 1447 Hijriah (Puasa Sunnah Senin dan Kamis)
  • 25 Mei 2026 : Senin, 8 Dzulhijah 1447 Hijriah (Puasa Sunnah Senin dan Kamis)

Puasa ini mencerminkan konsistensi ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Niat Puasa Senin/Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ / الْخَمِيْسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma yaumil itsnaini / khamīsi sunnatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat puasa hari Senin/Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Puasa Arafah 2026 Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

3. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Puasa Puasa Tarwiyah dilakukan sehari sebelum wukuf di Arafah.
Jadwal:

  • Senin, 25 Mei 2026

Puasa ini menjadi bentuk persiapan spiritual menjelang puncak ibadah haji.

Niat Puasa Tarwiyah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

4. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa Puasa Arafah merupakan salah satu puasa sunnah paling utama.
Jadwal:

  • Selasa, 26 Mei 2026

Dalam hadis riwayat Abu Qatadah Al-Anshari, disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi yang tidak berhaji.

Niat Puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Perspektif Spiritual: Mengapa Puasa Sunnah Penting?

Puasa sunnah bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi memiliki dimensi pembentukan karakter.

Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa melatih pengendalian diri, membersihkan jiwa, dan mendekatkan manusia kepada Allah.

Dalam konteks Mei 2026, rangkaian puasa sunnah ini membentuk “jalur spiritual” yang mengantarkan umat Islam menuju Idul Adha dengan kesiapan batin yang lebih matang.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis, Doa Berbuka, dan Keutamaan Menurut Hadits

Momentum Menyambut Idul Adha

Jika dicermati, pola puasa sunnah di bulan Mei 2026 tidak terjadi secara acak. Ia membentuk alur bertahap:

  • Dimulai dari Ayyamul Bidh sebagai pembiasaan
  • Dilanjutkan puasa rutin Senin-Kamis
  • Memuncak pada Tarwiyah dan Arafah

Pola ini menggambarkan proses peningkatan spiritual yang sistematis, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai literatur fikih dan tasawuf.

Antara Kalender dan Kesadaran Ibadah

Kalender Hijriah pada akhirnya bukan hanya alat penunjuk waktu, tetapi juga peta ibadah. Ia memberi arah kapan harus memperbanyak amal, kapan merenung, dan kapan merayakan.

Mei 2026 menghadirkan kesempatan langka dalam satu bulan, umat Islam dapat menjalani berbagai jenis puasa sunnah dengan keutamaan yang berlapis.

Pertanyaannya bukan lagi sekadar “kapan jadwalnya”, tetapi sejauh mana momen tersebut dimanfaatkan.

Karena di balik setiap tanggal dalam kalender Hijriah, selalu ada peluang untuk mendekat, bukan hanya kepada waktu, tetapi kepada Tuhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar