Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026, Bacaan Niat, dan Keutamaannya

Kompas.com, 29 April 2026, 14:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Memasuki pertengahan bulan Hijriah, umat Islam kembali disunnahkan untuk menunaikan puasa Ayyamul Bidh, salah satu amalan ringan namun berpahala besar.

Pada Mei 2026, puasa ini bertepatan dengan pertengahan bulan Zulkaidah, bulan yang termasuk dalam rangkaian bulan-bulan haji.

Meski hanya dilakukan selama tiga hari, puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang istimewa.

Tidak hanya menjadi bagian dari sunnah Nabi Muhammad SAW, amalan ini juga diyakini mampu memperkuat spiritualitas seorang Muslim di tengah kesibukan duniawi.

Baca juga: 8 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Ibadah Sunnah dengan Pahala Setahun Penuh

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Secara bahasa, “Ayyamul Bidh” berarti “hari-hari putih”. Istilah ini merujuk pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, ketika bulan purnama bersinar terang di langit malam.

Dalam buku Fiqih Puasa karya M. Hasyim Ritonga dijelaskan bahwa penamaan ini berkaitan dengan kondisi alam pada malam hari yang terang benderang, seolah memantulkan suasana kesucian dan ketenangan.

Secara istilah, puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap tanggal tersebut.

Meski tidak wajib, para ulama sepakat bahwa amalan ini sangat dianjurkan karena memiliki nilai pahala yang besar.

Baca juga: Puasa Arafah 2026 Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Dalil Anjuran Puasa Ayyamul Bidh

Anjuran puasa ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW. Dalam riwayat dari Abu Dzar RA, Nabi bersabda:

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i)

Hadis ini menjadi landasan utama praktik puasa Ayyamul Bidh yang terus diamalkan oleh umat Islam hingga hari ini.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi juga memasukkan puasa tiga hari setiap bulan sebagai salah satu amalan sunnah yang dianjurkan secara konsisten.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, jadwal puasa Ayyamul Bidh pada bulan Mei 2026 adalah sebagai berikut:

  • Hari pertama: Jumat, 1 Mei 2026 (13 Zulkaidah)
  • Hari kedua: Sabtu, 2 Mei 2026 (14 Zulkaidah)
  • Hari ketiga: Minggu, 3 Mei 2026 (15 Zulkaidah)

Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali menghidupkan sunnah di tengah rutinitas harian.

Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis, Doa Berbuka, dan Keutamaan Menurut Hadits

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Niat merupakan bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa sunnah. Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyāmil bīdh sunnatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Niat ini dapat dibaca pada malam hari atau sebelum terbit fajar, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh dikenal sebagai amalan ringan, tetapi memiliki keutamaan yang luar biasa. Berikut beberapa di antaranya:

1. Pahala Setara Puasa Setahun

Dalam Islam, satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Artinya, puasa tiga hari setiap bulan setara dengan puasa selama 30 hari.

Hal ini dijelaskan dalam berbagai hadis yang menegaskan bahwa konsistensi dalam amalan kecil dapat menghasilkan pahala besar.

2. Menghidupkan Sunnah Rasulullah

Puasa ini merupakan amalan rutin Nabi Muhammad SAW. Dengan melaksanakannya, seorang Muslim tidak hanya beribadah, tetapi juga meneladani kehidupan Rasulullah.

Dalam kajian hadis, konsistensi terhadap sunnah menjadi salah satu indikator kecintaan seorang hamba kepada Nabi.

3. Membersihkan Jiwa dan Menguatkan Iman

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan spiritual. Ia melatih kesabaran, keikhlasan, serta kemampuan mengendalikan hawa nafsu.

Dalam buku Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali, puasa disebut sebagai sarana efektif untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

4. Amalan Ringan dengan Dampak Besar

Hanya tiga hari dalam sebulan, tetapi dampaknya terasa dalam jangka panjang. Puasa ini menjadi solusi bagi mereka yang ingin meningkatkan kualitas ibadah tanpa harus terbebani.

Baca juga: Benarkah Harus Puasa Sebelum Shalat Idul Adha? Ini Hukum dan Dalilnya

Relevansi di Era Modern

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, puasa Ayyamul Bidh menawarkan keseimbangan.

Ia tidak mengganggu aktivitas utama, tetapi tetap memberikan ruang untuk memperkuat hubungan spiritual.

Bagi sebagian orang, tiga hari ini menjadi momen refleksi, menata ulang niat, memperbaiki diri, dan kembali mengingat tujuan hidup yang lebih besar.

Amalan Kecil, Dampak Besar

Puasa Ayyamul Bidh mungkin terlihat sederhana. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan nilai spiritual yang dalam.

Ia mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah tidak selalu membutuhkan amalan besar, tetapi bisa dimulai dari hal kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dan mungkin, di tengah rutinitas yang padat, tiga hari di pertengahan bulan itu menjadi jeda yang justru paling bermakna.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar