Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Masjid Al-Jin di Makkah, Saksi Dakwah Nabi kepada Bangsa Jin

Kompas.com, 4 Mei 2026, 14:32 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Suci Makkah, terdapat sebuah masjid yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menyimpan kisah unik dalam sejarah Islam.

Masjid itu adalah Masjid Al-Jin, sebuah bangunan sederhana yang diyakini menjadi saksi peristiwa dakwah Nabi kepada bangsa jin.

Letaknya yang tidak jauh dari Masjidil Haram membuat masjid ini kerap dikunjungi jamaah haji dan umrah.

Namun, daya tarik utamanya bukan pada ukuran atau kemegahan, melainkan pada narasi spiritual yang melekat di dalamnya.

Jejak Sejarah: Pertemuan Nabi dengan Bangsa Jin

Masjid Al-Jin diyakini berdiri di lokasi peristiwa penting ketika Nabi Muhammad menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an kepada sekelompok jin.

Peristiwa ini terjadi sekitar tahun ke-10 kenabian, sepulang Rasulullah dari perjalanan dakwah ke Thaif.

Dalam Al-Qur’an, kisah tersebut diabadikan dalam Surah Al-Jin serta dikaitkan dengan Surah Al-Ahqaf ayat 29.

Ayat tersebut menggambarkan bagaimana sekelompok jin mendengarkan bacaan Al-Qur’an dengan penuh perhatian, lalu kembali kepada kaumnya untuk menyampaikan pesan kebenaran.

Dalam buku Ar-Rahiq al-Makhtum karya Shafiyurrahman al-Mubarakfuri dijelaskan bahwa fase ini merupakan bagian dari periode sulit dalam dakwah Rasulullah.

Penolakan dari manusia tidak menghentikan penyebaran Islam, bahkan justru membuka jalan bagi makhluk lain untuk menerima risalah tersebut.

Baca juga: Jejak Rasulullah di Muzdalifah, Kisah Masjid al-Mash’ar al-Haram

Lokasi Strategis di Kawasan Ma’la

Masjid Al-Jin terletak di kawasan Ma’la, sekitar 1–1,5 kilometer dari Masjidil Haram dan berdekatan dengan Jannatul Mualla, kompleks pemakaman bersejarah di Makkah.

Posisi ini menjadikannya mudah diakses oleh jamaah yang ingin melakukan ziarah sejarah. Banyak peziarah menyempatkan diri datang, bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk merasakan suasana tempat yang diyakini menjadi saksi interaksi antara Nabi dan makhluk gaib.

Arsitektur Sederhana Sarat Makna

Dari sisi fisik, Masjid Al-Jin tidak menonjol seperti masjid besar lainnya di Makkah. Bangunannya relatif sederhana dengan desain modern minimalis.

Masjid ini memiliki dua lantai, lantai dasar untuk jamaah pria dan lantai atas untuk wanita. Terdapat satu menara setinggi sekitar 28 meter, serta interior yang dilapisi marmer dan dilengkapi fasilitas modern seperti pendingin udara.

Namun, ciri khas yang paling mencolok adalah kubah kecil berwarna kuning keemasan. Di bagian dalam kubah tersebut, terukir kaligrafi ayat-ayat dari Surah Al-Jin, yang menjadi simbol langsung dari peristiwa bersejarah tersebut.

Dalam buku Islamic Architecture: Form, Function and Meaning karya Robert Hillenbrand dijelaskan bahwa arsitektur masjid sering kali tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah, tetapi juga sebagai media narasi sejarah dan simbol spiritual. Hal ini tampak jelas pada Masjid Al-Jin.

Baca juga: Siapa Sahabat di Samping Makam Rasulullah? Ini Kisah Abu Bakar & Umar

Renovasi dan Pelestarian

Seiring waktu, Masjid Al-Jin mengalami beberapa kali renovasi untuk menjaga kelayakan dan kenyamanan jamaah.

Renovasi besar terakhir dilakukan pada masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud sekitar tahun 2000.

Perbaikan tersebut mencakup penguatan struktur bangunan serta penambahan elemen arsitektur modern tanpa menghilangkan nilai historisnya.

Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah Arab Saudi dalam melestarikan situs-situs bersejarah Islam.

Perspektif Teologis: Dakwah yang Melampaui Manusia

Kisah Masjid Al-Jin memberikan perspektif menarik tentang luasnya jangkauan dakwah Islam. Dalam teologi Islam, jin merupakan makhluk yang juga memiliki tanggung jawab beribadah kepada Allah.

Dalam buku Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa interaksi Rasulullah dengan jin menunjukkan universalitas risalah Islam.

Dakwah tidak terbatas pada manusia, tetapi juga menjangkau makhluk lain yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab spiritual.

Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh alam, bukan hanya bagi satu kelompok makhluk saja.

Baca juga: Awal Mula Wukuf di Arafah, Kisah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa

Daya Tarik Spiritual bagi Jamaah

Meski tidak termasuk dalam rangkaian ibadah wajib haji atau umrah, Masjid Al-Jin tetap menjadi destinasi ziarah yang diminati. Banyak jamaah datang untuk merasakan atmosfer spiritual yang berbeda.

Di tempat ini, sejarah tidak hanya diceritakan, tetapi seolah “hadir” dalam bentuk ruang dan suasana.

Ada dimensi reflektif yang membuat pengunjung merenungkan kembali makna dakwah, keteguhan, dan keluasan rahmat Islam.

Refleksi: Simbol Dakwah Tanpa Batas

Masjid Al-Jin bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah simbol bahwa dakwah Rasulullah melampaui batas-batas yang terlihat oleh manusia.

Di tengah dunia modern yang serba rasional, kisah ini mengingatkan bahwa realitas spiritual dalam Islam memiliki dimensi yang luas.

Bahwa di balik setiap ayat yang dibacakan, ada kemungkinan hati, baik manusia maupun jin yang tersentuh oleh kebenaran.

Bagi umat Islam, keberadaan Masjid Al-Jin menjadi pengingat bahwa risalah Islam bersifat universal. Ia hadir untuk semua, melampaui ruang, waktu, bahkan jenis makhluk yang menerimanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati
Doa dan Niat
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Pasar Kosmetik Halal Indonesia Jadi Incaran Filipina, LPPOM Ungkap Peluang Besar Jelang Wajib Sertifikasi 2026
Aktual
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
PBNU Undang Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan, Persiapan Terus Dimatangkan
Aktual
Gubenur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Gubenur Jabar Dedi Mulyadi Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil
Aktual
Kemenag Cairkan Insentif Guru PAI Tahap II Total Rp 6,65 Miliar
Kemenag Cairkan Insentif Guru PAI Tahap II Total Rp 6,65 Miliar
Aktual
Bina Insan Mulia Pecahkan Rekor Nasional, 32 Santri Raih Beasiswa Kerajaan Maroko
Bina Insan Mulia Pecahkan Rekor Nasional, 32 Santri Raih Beasiswa Kerajaan Maroko
Aktual
Kemenag Bahas Asnaf Riqab, Korban Perdagangan Orang Bisa Terima Zakat?
Kemenag Bahas Asnaf Riqab, Korban Perdagangan Orang Bisa Terima Zakat?
Aktual
121.301 Jemaah Haji Pulang ke Indonesia, Kemenhaj Ajak Rawat Kemabruran
121.301 Jemaah Haji Pulang ke Indonesia, Kemenhaj Ajak Rawat Kemabruran
Aktual
Alissa Wahid Ungkap Langkah PBNU untuk Cegah Kekerasan di Pesantren Melalui Gerakan Nasional Pesantrenku Aman
Alissa Wahid Ungkap Langkah PBNU untuk Cegah Kekerasan di Pesantren Melalui Gerakan Nasional Pesantrenku Aman
Aktual
Jejak Turki Utsmani dan Kereta Hijaz di Balik Dinding Masjid Al-Anbariyah di Madinah
Jejak Turki Utsmani dan Kereta Hijaz di Balik Dinding Masjid Al-Anbariyah di Madinah
Aktual
4 Perkara yang Akan Dimintai Pertanggungjawaban di Hari Kiamat, Ketahui untuk Siapkan Bekal di Akhirat
4 Perkara yang Akan Dimintai Pertanggungjawaban di Hari Kiamat, Ketahui untuk Siapkan Bekal di Akhirat
Aktual
AHY: Program Renovasi 1.397 Madrasah Jadi Prioritas Presiden Prabowo
AHY: Program Renovasi 1.397 Madrasah Jadi Prioritas Presiden Prabowo
Aktual
Puasa Muharram, Ini Hukum, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
Puasa Muharram, Ini Hukum, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Sholat Tapi Pikiran Melayang, Diterima atau Tidak? Ini Jawaban Rasulullah tentang Sikap Khusyuk
Sholat Tapi Pikiran Melayang, Diterima atau Tidak? Ini Jawaban Rasulullah tentang Sikap Khusyuk
Aktual
Ketika Nabi Muhammad SAW Mengagumi Iman Umat Muslim yang Hidup Setelah Masanya
Ketika Nabi Muhammad SAW Mengagumi Iman Umat Muslim yang Hidup Setelah Masanya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com