Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Jemaah Haji Indonesia yang Puas dengan Fasilitas di Makkah, dari Mesin Cuci hingga Makanan

Kompas.com, 4 Mei 2026, 22:10 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Jemaah haji Indonesia mulai merasakan langsung fasilitas dan layanan yang disediakan selama berada di Makkah.

Berbagai kemudahan yang tersedia dinilai mendukung kenyamanan sekaligus kelancaran ibadah di Tanah Suci.

Mulai dari fasilitas kebersihan hingga konsumsi, seluruhnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan jemaah. Hal ini ternyata bisa memberikan rasa tenang selama menjalani rangkaian ibadah haji.

Baca juga: Cara Tarik Uang Tunai di ATM Arab Saudi dengan Kartu dari Indonesia, Jemaah Haji Wajib Tahu

Dilansir dari Antara, sejumlah jemaah mengapresiasi kelengkapan fasilitas yang disediakan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Fasilitas tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi jemaah yang tinggal cukup lama di Makkah. Berikut sejumlah layanan yang mendapat perhatian dari jemaah.

Baca juga: Kartu Nusuk Hilang Saat Haji? Ini Cara Mengurus dan Solusi Sementaranya

Mesin Cuci Jadi Fasilitas Penting

Salah satu fasilitas yang paling dirasakan manfaatnya adalah mesin cuci yang tersedia di hotel tempat jemaah menginap.

Lilik Tryas Handarto, calon haji dari embarkasi JKB 02 Banten, mengaku fasilitas ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan pakaian.

"Fasilitas mesin cuci itu sangat penting, karena kita juga belum tahu lokasi laundry di mana," ujar Lilik yang menginap di Hotel Al-Hidayah Tower di kawasan Aziziyah, Makkah, Senin (4/5/2026).

Ia menilai keberadaan mesin cuci gratis menjadi solusi praktis, mengingat jemaah akan tinggal dalam waktu yang cukup lama di Makkah. Fasilitas ini juga tersedia di seluruh hotel jemaah yang disediakan Kemenhaj.

Mushala Hotel Luas dan Representatif

Selain fasilitas kebersihan, jemaah juga menyoroti keberadaan mushala di hotel yang dinilai luas dan memadai. Mushala tersebut dirancang dengan area terpisah antara jemaah laki-laki dan perempuan.

Kapasitas mushala bahkan mampu menampung satu kelompok terbang (kloter), yakni sekitar 350 hingga 400 orang.

Hal ini memberikan kemudahan bagi jemaah untuk beribadah secara berjamaah tanpa harus keluar hotel.

Makanan Ramah Lidah Nusantara

Dari sisi konsumsi, jemaah mengaku puas dengan kualitas makanan yang disediakan. Menu yang disajikan dinilai sesuai dengan selera Indonesia, sehingga mudah diterima oleh jemaah.

Paket makanan yang diberikan juga lengkap, mulai dari lauk pauk, buah, hingga susu. Selain kualitas, ketepatan waktu distribusi makanan juga mendapat apresiasi dari jemaah.

Ketua Rombongan (Karom) JKB 03 Banten Muhammad Tohir menyampaikan kepuasannya terhadap layanan konsumsi, terutama saat pertama kali tiba di Makkah.

"Makanan selamat datang dikasih di malam hari. Pagi pun tepat, makanan sudah datang. Enak, lezat. Alhamdulillah," ujar Tohir sebelum melaksanakan umrah wajib.

Kapasitas Hotel Besar di Kawasan Aziziyah

Hotel Al-Hidayah Tower di kawasan Aziziyah menjadi salah satu lokasi penempatan jemaah Indonesia.

Kawasan ini masuk dalam sektor 10 yang dihuni jemaah dari embarkasi Banten dan Padang.

Sektor tersebut memiliki kapasitas besar karena dipusatkan pada satu kompleks hotel dengan 10 menara. Total daya tampung mencapai sekitar 21 ribu calon haji yang berasal dari 57 kloter.

Fasilitas Dukung Kenyamanan Ibadah Jemaah Haji

Kelengkapan fasilitas dan layanan di Makkah dinilai memberikan dampak positif bagi jemaah haji Indonesia.

Dukungan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga membantu jemaah lebih fokus dalam menjalankan ibadah.

Dengan fasilitas yang memadai, jemaah dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih mudah dan terorganisir selama berada di Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar