Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPIH Bentuk Timsus Mina, Bantu Jemaah Haji Lansia dan Sakit saat Puncak Haji

Kompas.com, 18 Mei 2026, 20:00 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Petugas Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Arab Saudi membentuk Tim Khusus Mina untuk mengoptimalkan layanan pelindungan jemaah saat puncak haji.

Tim ini disiapkan untuk membantu pergerakan jemaah haji Indonesia, terutama lansia dan jemaah sakit, saat tiba di Mina setelah dari Muzdalifah.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Satop Armuzna sekaligus Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, mengatakan Timsus Mina berisi personel Linjam berpengalaman.

Pembentukan tim ini diharapkan membuat layanan penyambutan, pemantauan, dan pengamanan jemaah di Mina berjalan lebih optimal saat fase terpadat ibadah haji.

Baca juga: Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji

Timsus Mina diisi petugas berpengalaman

Harun menjelaskan, Timsus Mina beranggotakan personel Pelindungan Jemaah atau Linjam yang sudah memiliki pengalaman bertugas dalam operasional haji.

Para personel tersebut minimal pernah bertugas satu kali pada penyelenggaraan haji sebelumnya.

Menurut Harun, pengalaman petugas menjadi modal penting karena fase Mina membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan memahami karakter pergerakan jemaah.

"Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba," ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat, Minggu (17/5/2026).

Bertugas pantau jemaah dari Muzdalifah

Harun mengatakan, tugas utama Timsus Mina mencakup pengawasan, penyambutan, dan pemantauan pergerakan jemaah haji.

Tim ini akan bersiaga saat jemaah haji tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah.

Selain itu, Timsus Mina juga disiapkan untuk menyambut jemaah haji yang menggunakan skema murur atau melintas dari Arafah.

Fase kedatangan jemaah di Mina dinilai sangat krusial karena berpotensi menimbulkan kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi.

Baca juga: Skema Murur untuk Lansia Saat Puncak Haji 2026: Usai Wukuf, Jemaah Langsung ke Mina

Jemaah Indonesia tersebar di Zona 3 dan Zona 5

Terkait pemetaan wilayah maktab, Harun menyebut sebagian besar jemaah haji Indonesia akan menempati Zona 3 dan Zona 5 di dekat Terowongan Muaisim.

Jemaah tersebut terbagi dalam 61 markas.

Pembagian itu mencakup maktab kecil di wilayah bawah hingga maktab besar di wilayah atas.

Pemetaan wilayah ini menjadi bagian penting agar petugas dapat mengarahkan jemaah dengan lebih tepat selama berada di Mina.

Skema tanazul masih dirumuskan

Harun juga menjelaskan rencana penempatan jemaah dengan skema tanazul.

Tanazul merupakan skema bagi jemaah yang langsung pulang ke hotel setelah melontar jumrah Aqobah.

Menurut Harun, jemaah dengan skema tanazul rencananya akan ditempatkan di Zona 5.

Namun, skema tersebut masih dalam tahap perumusan final sebelum diumumkan secara serentak.

Baca juga: Jemaah Haji 2026 Hanya Boleh Bawa Satu Tas ke Mina, Tas Tambahan Dilarang

Jemaah diimbau tidak berpindah lantai

PPIH Arab Saudi mengimbau jemaah haji yang tinggal di tenda Mina agar tidak berpindah lantai saat melaksanakan prosesi melontar jumrah.

Imbauan ini disampaikan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan pergerakan massa di area Jamarat.

Harun mengatakan, jemaah yang tinggal di tenda Mina diprioritaskan melaksanakan jamarat di lantai 3.

"Bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim," tegas Harun.

Jalur pulang pergi sekitar 4,5 kilometer

Jarak perjalanan bolak-balik melalui dua Terowongan Muaisim diperkirakan sekitar 4,5 kilometer.

Jarak tersebut perlu menjadi perhatian jemaah, terutama lansia, jemaah sakit, dan jemaah dengan kondisi fisik terbatas.

PPIH berharap orientasi jalur yang matang dapat membantu jemaah memahami arah pergerakan dari tenda Mina menuju Jamarat dan kembali ke tenda.

Kesiapan Timsus Mina juga diharapkan membuat rangkaian puncak haji berlangsung aman, efektif, dan efisien.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar