Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna

Kompas.com, 18 Mei 2026, 17:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi akan segera dimulai.

Jutaan jemaah dari berbagai negara dijadwalkan bergerak menuju kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada Senin, 25 Mei 2026 atau bertepatan dengan 8 Zulhijah 1447 H.

Fase Armuzna menjadi momen paling krusial sekaligus paling padat dalam seluruh rangkaian ibadah haji.

Pada periode inilah jutaan manusia bergerak hampir bersamaan dari Makkah menuju Arafah untuk menjalankan wukuf yang menjadi inti utama haji.

Baca juga: Asuransi Diperluas, Ini 3 Perlindungan Risiko Panas untuk Jemaah Haji saat Armuzna

Pemerintah Arab Saudi bersama petugas haji dari berbagai negara kini bersiaga penuh menghadapi mobilitas besar tersebut.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah terbesar juga mulai mematangkan seluruh layanan menjelang fase puncak.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, mengatakan bahwa seluruh layanan haji difokuskan untuk memastikan jemaah dapat menjalani Armuzna dengan aman, nyaman, dan tetap sehat di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.

“Rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna ini akan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 saat jemaah mulai bergerak dari Kota Makkah menuju Arafah. Fase ini sangat padat dan kompleks, sehingga seluruh layanan harus dipastikan berjalan cepat, tepat, dan aman,” ujar Maria Assegaff dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube Kemenhaj, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji

Fase Armuzna Jadi Titik Paling Padat Ibadah Haji

Armuzna merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tiga lokasi utama yang menjadi pusat pelaksanaan puncak ibadah haji.

Rangkaian dimulai dengan keberangkatan jemaah menuju Padang Arafah pada 8 Zulhijah untuk melaksanakan wukuf pada 9 Zulhijah.

Setelah itu, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam sambil mengumpulkan batu kerikil jumrah.

Selanjutnya, jamaah menuju Mina untuk menjalankan mabit dan ritual lempar jumrah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS.

Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan:

“Al-hajju ‘Arafah” atau “Haji adalah Arafah.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa wukuf di Arafah menjadi inti utama ibadah haji. Karena itu, jutaan jemaah akan bergerak menuju lokasi yang sama dalam waktu hampir bersamaan.

Dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq dijelaskan bahwa fase Armuzna bukan hanya perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna penghambaan, kesabaran, dan ketundukan kepada Allah SWT.

Baca juga: Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna

Jutaan Jemaah Bergerak Serentak

Setiap musim haji, Armuzna menjadi salah satu pergerakan manusia terbesar di dunia.

Dilansir dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, jutaan jemaah dari lebih 180 negara akan terkonsentrasi di satu kawasan dalam beberapa hari.

Kepadatan tersebut membuat pengaturan transportasi, konsumsi, kesehatan, dan keamanan menjadi tantangan besar bagi pemerintah Arab Saudi maupun negara pengirim jemaah.

Di Indonesia sendiri, petugas haji mulai mempersiapkan distribusi logistik, transportasi bus shalawat, hingga layanan kesehatan untuk memastikan jemaah dapat mengikuti seluruh rangkaian Armuzna dengan aman.

Maria Assegaff mengatakan bahwa perhatian besar saat ini diberikan pada layanan konsumsi jemaah selama fase puncak.

“Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan total 15 porsi makanan siap santap yang disiapkan khusus agar distribusi lebih cepat dan aman,” kata Maria.

Baca juga: Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi

Makanan Siap Santap untuk Jemaah Haji

Menghadapi tingginya mobilitas dan cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, pemerintah menggunakan skema ready to eat (RTE) atau makanan siap santap selama fase Armuzna.

Skema ini dipilih karena dianggap lebih praktis, higienis, dan mudah didistribusikan kepada jutaan jemaah di tengah kepadatan kawasan haji.

Menariknya, menu yang disiapkan tetap mengusung cita rasa Nusantara agar jamaah Indonesia tetap merasa dekat dengan suasana kampung halaman.

“Makanan siap santap ini disusun dengan cita rasa Nusantara. Ini sekaligus menjadi pengobat rindu terhadap kampung halaman di tengah pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” jelas Maria.

Selain 15 porsi utama selama Armuzna, pemerintah juga menyiapkan enam porsi tambahan untuk fase pra-Armuzna dan pasca-Armuzna.

Seluruh distribusi makanan ditargetkan sudah sampai ke hotel-hotel jemaah paling lambat Sabtu, 23 Mei 2026.

“Kualitas konsumsi sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik jemaah. Oleh sebab itu, pengawasan dilakukan secara ketat mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga distribusinya nanti,” tegas Maria.

Cuaca Panas Jadi Tantangan Besar

Selain kepadatan, suhu panas di Arab Saudi menjadi tantangan utama selama musim haji.

Dalam beberapa tahun terakhir, suhu di kawasan Makkah dan Arafah saat musim haji dapat mencapai lebih dari 45 derajat Celsius pada siang hari.

Karena itu, pemerintah terus mengingatkan jemaah agar mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak sebelum fase Armuzna dimulai.

“Haji itu puncaknya di Arafah. Jangan sampai tenaganya habis sebelum waktunya. Kami meminta jemaah jangan memaksakan diri melakukan aktivitas tidak mendesak, terutama di luar hotel pada siang hari,” kata Maria.

Dalam buku Ensiklopedi Haji dan Umrah karya M. Quraish Shihab dijelaskan bahwa ibadah haji memang menuntut kesiapan fisik dan mental yang kuat karena jamaah harus menjalani ibadah dalam kondisi cuaca, kerumunan, dan mobilitas yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan selama haji termasuk bagian penting dari ikhtiar ibadah.

Baca juga: Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji

Perhatian Khusus untuk Jemaah Lansia

Kementerian Haji dan Umrah juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah risiko tinggi (risti) yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Petugas kesehatan disebut terus melakukan pemantauan aktif di hotel, sektor, hingga klinik rujukan.

Maria meminta jamaah tidak ragu meminta bantuan petugas apabila mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan.

“Petugas kesehatan terus melakukan pemantauan aktif di hotel, sektor, hingga klinik rujukan. Keberhasilan menjaga kesehatan ini bergantung besar pada kedisiplinan jemaah. Ingat, jaga kesehatan, hemat tenaga, dan jangan sungkan meminta bantuan petugas,” pungkasnya.

Armuzna dan Makna Spiritual Haji

Di balik padatnya jutaan manusia dan kompleksitas logistik, fase Armuzna tetap menjadi momen spiritual paling agung dalam ibadah haji.

Arafah menjadi tempat jamaah memohon ampunan dan bermunajat kepada Allah SWT. Muzdalifah mengajarkan kesederhanaan dan ketundukan. Sementara Mina melambangkan perjuangan melawan hawa nafsu dan godaan setan.

Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif, Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa musim haji merupakan salah satu waktu paling mulia dalam Islam karena di dalamnya berkumpul dzikir, doa, pengorbanan, dan penghambaan total kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, bagi jutaan umat Islam di seluruh dunia, perjalanan menuju Armuzna bukan sekadar perpindahan lokasi ibadah, melainkan perjalanan spiritual yang menjadi puncak penghambaan seorang hamba kepada Tuhannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar