Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Kembali ke Tanah Air

Kompas.com, 31 Mei 2026, 23:58 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Rangkaian puncak ibadah haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah berakhir bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

Setelah menyelesaikan berbagai prosesi utama haji, jemaah kini memasuki fase akhir penyelenggaraan ibadah, yakni persiapan kepulangan ke Tanah Air.

Pemerintah memastikan proses pemulangan akan berlangsung secara bertahap selama Juni 2026.

Baca juga: 5 Penyebab Haji Mardud dan Cara Meraih Haji Mabrur

Sejumlah layanan dan pendampingan juga tetap disiapkan agar seluruh jemaah dapat menyelesaikan ibadah dengan aman sebelum kembali ke Indonesia.

Pemulangan Jemaah Haji Dimulai 1 Juni 2026

Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan, mengatakan proses pemulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada Senin, 1 Juni 2026.

Baca juga: 4 Alasan Haji Mardud yang Ibadahnya Tertolak dan Tidak Memberi Manfaat

Pemulangan diawali oleh kloter-kloter awal yang akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

"Pada 1 Juni, sebanyak 17 kloter dijadwalkan mulai dipulangkan ke Indonesia," kata Gus Irfan kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, proses pemulangan akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni 2026.

Fase Armuzna Jemaah Indonesia Resmi Berakhir

Gus Irfan menjelaskan dimulainya fase pemulangan sejalan dengan berakhirnya seluruh rangkaian puncak haji di Armuzna, termasuk bagi jemaah yang memilih nafar tsani.

Pemerintah juga memastikan seluruh jemaah Indonesia yang masih berada di Mina telah diberangkatkan kembali menuju hotel masing-masing di Makkah pada Sabtu sore waktu Arab Saudi.

"Alhamdulillah, hari ini kami memastikan bahwa pada pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia yang berada di Mina telah diberangkatkan kembali menuju hotel masing-masing di Makkah," ujarnya.

Dengan selesainya pergerakan dari Mina ke Makkah, fase Armuzna bagi jemaah haji Indonesia resmi berakhir dan jemaah dapat melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya di Tanah Haram.

Jemaah Haji Masih Harus Tuntaskan Tawaf Ifadah 

Meski puncak haji telah selesai, Gus Irfan mengingatkan masih ada sebagian jemaah yang belum menuntaskan tawaf ifadah sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.

Sebagian jemaah diketahui telah melaksanakan tawaf ifadah pada 10 hingga 13 Dzulhijjah. Namun, pemerintah memastikan seluruh jemaah yang belum menunaikannya akan terus mendapatkan pendampingan dari petugas.

"Kami telah memerintahkan seluruh petugas untuk memastikan bahwa setiap jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadhah dapat menyelesaikannya sebelum kembali ke Tanah Air," ujarnya.

Pendampingan Khusus untuk Lansia dan Disabilitas

Petugas haji akan tetap memberikan layanan pendampingan kepada jemaah, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses ibadah dan persiapan kepulangan dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Jemaah Diimbau Menjaga Kesehatan

Menjelang fase pemulangan, Gus Irfan meminta jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan mematuhi seluruh arahan petugas.

Ia mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kesehatan, terutama setelah menjalani rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga selama musim haji.

"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, mematuhi jadwal yang telah ditetapkan, mengikuti arahan petugas, serta tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar kemampuan fisik, terutama menjelang masa kepulangan," pungkasnya.

Dengan dimulainya fase pemulangan, penyelenggaraan haji Indonesia 2026 memasuki tahap akhir.

Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Fase Kepulangan Jemaah ke Indonesia Dimulai 1 Juni 2026, 17 Kloter Siap Dipulangkan”.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar