Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Juni 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas di Arab Saudi, Suhu Rata-rata Sentuh 32,2 Derajat Celsius

Kompas.com, 4 Juni 2026, 18:27 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Arab Saudi diperkirakan memasuki salah satu periode paling panas dan kering dalam setahun seiring datangnya bulan Juni.

Meski sepanjang tahun negara tersebut mengalami berbagai kondisi cuaca, mulai dari gelombang dingin berkepanjangan hingga hujan lebat di sejumlah wilayah, karakteristik cuaca pada Juni cenderung berbeda.

Dilansir dari Saudi Gazette, berdasarkan pemantauan jangka panjang Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM), Juni secara konsisten menjadi salah satu bulan dengan suhu tertinggi dan curah hujan terendah.

Baca juga: El Nino Diprediksi Menguat, Arab Saudi Hadapi Suhu Lebih Panas dan Peningkatan Risiko Hujan

Analisis yang mencakup data cuaca selama empat dekade, dari 1985 hingga 2025, menunjukkan pola panas yang terus mendominasi pada bulan tersebut.

Juni Menjadi Bulan Ketiga Terpanas dan Paling Kering

Berdasarkan analisis NCM terhadap data iklim periode Juni selama puluhan tahun, suhu rata-rata pada bulan tersebut mencapai 32,2 derajat Celsius.

Baca juga: Arkeolog Temukan Harta Karun Emas Berusia 1.200 Tahun di Jalur Haji Kuno Arab Saudi

Sementara itu, curah hujan rata-rata hanya sekitar 1,58 milimeter berdasarkan periode normal iklim 1991–2020.

Angka tersebut menempatkan Juni sebagai bulan terpanas ketiga di Arab Saudi sekaligus menjadi bulan paling kering sepanjang tahun.

Data NCM juga menunjukkan suhu maksimum rata-rata pada Juni mencapai 39,5 derajat Celsius, sedangkan suhu minimum rata-rata berada di angka 24,38 derajat Celsius.

Catat Suhu Maksimum Tertinggi Tercatat di Tahun 2024

Catatan iklim menunjukkan bahwa tahun 2024 menjadi tahun dengan suhu maksimum rata-rata tertinggi pada bulan Juni selama periode pengamatan 1985–2025.

Pada tahun tersebut, suhu maksimum rata-rata mencapai 41,52 derajat Celsius.

Sebaliknya, suhu minimum rata-rata terendah untuk bulan Juni tercatat pada 1985, yakni sebesar 22,14 derajat Celsius.

Data tersebut juga memperlihatkan bahwa kondisi malam hari pada bulan Juni cenderung semakin hangat dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam satu dekade terakhir, tahun 2024 mencatat suhu minimum rata-rata tertinggi sebesar 27,04 derajat Celsius.

Sementara itu, suhu minimum rata-rata terendah dalam periode yang sama tercatat pada 2025 dengan angka 25,13 derajat Celsius.

Curah Hujan Juni Berfluktuasi dari Tahun ke Tahun

Meski dikenal sebagai bulan paling kering, jumlah curah hujan pada Juni tetap menunjukkan variasi yang cukup besar dari tahun ke tahun.

Juni terbasah dalam catatan NCM terjadi pada 1996 ketika rata-rata curah hujan mencapai 16,98 milimeter.

Dalam satu dekade terakhir, curah hujan rata-rata tertinggi pada Juni tercatat pada 2019 dengan 4,0 milimeter.

Sebaliknya, tahun 2025 menjadi salah satu periode paling kering dengan curah hujan rata-rata hanya 0,02 milimeter.

Wilayah Barat Arab Saudi Jadi Area Terpanas

Secara geografis, suhu tertinggi pada Juni umumnya terjadi di wilayah barat Arab Saudi serta beberapa bagian wilayah timur dan selatan.

Sementara itu, suhu yang lebih rendah biasanya ditemukan di kawasan dataran tinggi barat daya dan wilayah utara Kerajaan Arab Saudi.

Untuk curah hujan, wilayah pegunungan di bagian barat dan barat daya menjadi area yang paling sering menerima hujan selama Juni.

Sebagian besar wilayah lainnya cenderung mengalami kondisi kering sepanjang bulan tersebut.

Rekor Cuaca Ekstrem pada Bulan Juni

NCM juga mencatat sejumlah rekor cuaca ekstrem yang terjadi pada bulan Juni selama periode pengamatan.

Suhu tertinggi yang pernah tercatat terjadi di Kota Jeddah pada 22 Juni 2010 dengan mencapai 52 derajat Celsius.

Sebaliknya, suhu terendah pada bulan Juni tercatat di Al-Qurayyat pada 4 Juni 1990 dengan suhu 10,6 derajat Celsius.

Untuk curah hujan harian, rekor tertinggi terjadi di Sharurah pada 16 Juni 1996 dengan total hujan mencapai 53,8 milimeter dalam satu hari.

Sementara itu, kecepatan angin tertinggi yang pernah tercatat pada Juni mencapai 111,1 kilometer per jam di Taif pada 14 Juni 2023.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar