Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Allah SWT Menurunkan Wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, Salah Satunya Saat Isra Miraj

Kompas.com, 17 Juni 2026, 14:01 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Wahyu merupakan petunjuk yang Allah SWT turunkan kepada para rasul untuk disampaikan kepada umat manusia.

Dilansir dari laman MUI, dalam bahasa Arab, kata "wahyu" berasal dari akar kata wahy yang berarti memberitahukan dengan cepat dan rahasia.

Secara istilah, wahyu adalah pemberitahuan Allah SWT kepada para nabi dan rasul-Nya melalui berbagai cara yang telah Allah SWT tentukan.

Baca juga: Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam

Melalui wahyu, Nabi Muhammad SAW menerima ajaran, perintah, larangan, serta pedoman hidup yang kemudian menjadi dasar syariat Islam.

Proses turunnya wahyu kepada Rasulullah SAW tidak hanya terjadi dalam satu bentuk, melainkan melalui beberapa cara yang berbeda sesuai kehendak Allah SWT.

Baca juga: Sejarah Singkat Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW

Cara Allah SWT Menurunkan Wahyu kepada Nabi Muhammad SAW

Cara turunnya wahyu kepada para nabi memiliki keragaman yang menakjubkan. Mulai dari yang paling sederhana berupa mimpi, hingga yang paling mulia yaitu komunikasi langsung dengan Allah tanpa perantara.

Penjelasan mengenai cara-cara penyampaian wahyu tersebut dijelaskan oleh Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri dalam buku Sirah Nabawiyah dengan mengutip pendapat Ibnu Qayyim.

1. Melalui Mimpi yang Hakiki (Ru'ya Shadiqah)

Cara pertama Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW adalah melalui mimpi yang hakiki atau mimpi yang benar.

Mimpi tersebut menjadi salah satu bentuk awal penyampaian wahyu sebelum Rasulullah SAW menerima wahyu secara langsung dalam bentuk lainnya.

Dalam riwayat sejarah, mimpi yang dilihat Nabi Muhammad SAW selalu menjadi kenyataan sebagaimana yang beliau lihat.

2. Melalui Bisikan ke Dalam Jiwa dan Hati Nabi

Cara kedua adalah melalui bisikan yang ditanamkan ke dalam jiwa dan hati Nabi tanpa melihat sosok penyampainya.

Terkait hal ini, Rasulullah SAW bersabda:

إنَّ رُوحَ القُدُسِ نفثَ في رُوعِي ، أنَّ نفسًا لَن تموتَ حتَّى تستكمِلَ أجلَها ، وتستوعِبَ رزقَها ، فاتَّقوا اللهَ ، وأجمِلُوا في الطَّلَبِ ، ولا يَحمِلَنَّ أحدَكم استبطاءُ الرِّزقِ أن يطلُبَه بمَعصيةِ اللهِ ، فإنَّ اللهَ تعالى لا يُنالُ ما عندَه إلَّا بِطاعَتِهِ

“Sesungguhnya Ruhul-Qudus menghembuskan ke dalam diriku, bahwa suatu jiwa sama sekali tidak akan mati hingga disempurkan Rezekinya. Maka bertakwalah kepada Allah, baguskan dalam meminta, dan janganlah kalian menganggap lamban datangnya rezeki, sehingga kalian mencarinya dengan cara mendurhakai Allah, karena apa yang di sisi Allah tidak akan bisa diperoleh kecuali dengan menaati-Nya.’’

3. Datangnya Malaikat yang Menyerupai Seorang Laki-Laki

Pada cara ketiga, malaikat hadir di hadapan Nabi Muhammad SAW dengan menyerupai seorang laki-laki.

Malaikat tersebut berbicara langsung kepada Rasulullah SAW sehingga beliau dapat memahami dan menerima wahyu yang disampaikan.

Dalam beberapa peristiwa, para sahabat juga dapat melihat penampakan malaikat yang datang dalam wujud manusia tersebut.

4. Menyerupai Suara Gemerincing Lonceng

Bentuk penyampaian wahyu berikutnya adalah suara yang menyerupai gemerincing lonceng.

Menurut para ulama, bentuk wahyu ini merupakan yang paling berat diterima oleh Nabi Muhammad SAW.

Saat menerima wahyu tersebut, Rasulullah SAW tidak dapat melihat malaikat yang menyampaikannya.

Beliau sering kali berkeringat meskipun cuaca sedang dingin dan terlihat menanggung beban yang sangat berat.

Bahkan, jika sedang menunggang hewan, hewan tersebut dapat menderum ke tanah karena beratnya wahyu yang turun.

Peristiwa serupa juga pernah terjadi ketika paha Rasulullah SAW berada di atas paha Zaid bin Tsabit hingga Zaid merasakan beban yang sangat berat dan hampir tidak mampu menahannya.

5. Melalui Malaikat yang Menampakkan Wujud Aslinya

Cara kelima adalah ketika malaikat menampakkan diri dalam rupa aslinya.

Peristiwa ini terjadi dua kali kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam keadaan tersebut, malaikat datang untuk menyampaikan wahyu sesuai kehendak Allah SWT.

Peristiwa ini disebutkan Allah SWT dalam Surat An-Najm ayat 13-18:

وَلَقَدۡ رَاٰهُ نَزۡلَةً اُخۡرٰىۙ‏ ١٣ عِنۡدَ سِدۡرَةِ الۡمُنۡتَهٰى‏ ١٤ عِنۡدَهَا جَنَّةُ الۡمَاۡوٰىؕ‏ ١٥ اِذۡ يَغۡشَى السِّدۡرَةَ مَا يَغۡشٰىۙ‏ ١٦ مَا زَاغَ الۡبَصَرُ وَمَا طَغٰى‏ ١٧ لَقَدۡ رَاٰى مِنۡ اٰيٰتِ رَبِّهِ الۡكُبۡرٰى‏ ١٨

"Sesungguhnya dia (Muhammad) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." (QS An-Najm: 13-18)

6. Disampaikan Langsung Saat Isra Mi'raj

Cara keenam terjadi ketika Allah SWT menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW di lapisan-lapisan langit pada malam Isra Mi'raj.

Dalam peristiwa tersebut, Rasulullah SAW menerima sejumlah ketetapan penting bagi umat Islam.

Salah satu wahyu yang diterima adalah perintah kewajiban melaksanakan shalat.

7. Allah SWT Berfirman Langsung Tanpa Perantara

Cara terakhir adalah ketika Allah SWT berfirman langsung kepada nabi tanpa perantara malaikat.

Bentuk wahyu seperti ini dikenal dalam kisah Nabi Musa AS yang berbicara langsung dengan Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran Surah An-Nisa ayat 164.

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

"Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung." (QS An-Nisa: 164).

Sementara bagi Nabi Muhammad SAW, bentuk komunikasi langsung tersebut disebutkan dalam riwayat yang berkaitan dengan peristiwa Isra Mi'raj.

Ketujuh cara tersebut menunjukkan bahwa wahyu merupakan bentuk komunikasi khusus yang Allah SWT berikan kepada para nabi dan rasul.

Melalui berbagai cara penyampaian itu, Nabi Muhammad SAW menerima petunjuk yang kemudian menjadi dasar ajaran Islam dan pedoman hidup bagi umat Muslim hingga akhir zaman.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar