Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

250 Jemaah Gelombang Pertama Program Tamu Raja Salman Mulai Jalani Umrah, Ada dari Indonesia

Kompas.com, 14 Juli 2026, 20:49 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Arab News

KOMPAS.com - Sebanyak 250 jemaah gelombang pertama umrah gratis dari Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Ziarah telah tiba di Makkah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah dan ziarah di Madinah.

Para peserta dalam program ini berasal dari 16 negara, termasuk juga dari Indonesia.

Setibanya di Kota Suci, mereka langsung menunaikan ibadah umrah dan mengikuti berbagai agenda keagamaan serta budaya yang disiapkan pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Arab Saudi Undang 1.000 Jamaah Umrah dari Seluruh Dunia, Dibiayai Penuh oleh Raja Salman

Program ini menjadi bagian dari layanan umrah yang dibiayai sepenuhnya dibiayai oleh Raja Salman bin Abdulaziz.

Jemaah Langsung Tunaikan Umrah Setibanya di Makkah

Dilansir dari arab News, jemaah tiba di Makkah setelah beberapa hari berada di Madinah untuk menjalani rangkaian ziarah dan pembinaan ibadah. Setibanya di Kota Suci, mereka segera melaksanakan ibadah umrah.

Baca juga: Raja Salman Tunjuk Pangeran Saud Pimpin Prosesi Pencucian Kabah, Ini Tahapannya

Para peserta juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas layanan dan fasilitas yang diberikan selama perjalanan ibadah dan ziarah ke Masjid Nabawi.

Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga mencakup kegiatan ilmiah dan budaya.

Selama berada di Makkah, para peserta dijadwalkan mengunjungi Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Kabah serta Pameran Wahyu di Kawasan Budaya Hira.

Indonesia Masuk dalam Gelombang Pertama

Tahun ini, Raja Salman bin Abdulaziz menjamu 1.000 jemaah umrah melalui program yang dibiayai sepenuhnya oleh kerajaan.

Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), para tamu akan datang secara bertahap dalam empat kelompok.

Gelombang pertama terdiri atas peserta dari Indonesia, Timor-Leste, Filipina, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, dan Mongolia.

Jemaah Kunjungi Percetakan Al-Qur'an dan Situs Bersejarah

Selama berada di Madinah, para peserta mengunjungi Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd.

Di lokasi tersebut mereka memperoleh penjelasan mengenai proses pencetakan Al-Qur'an berstandar tinggi, penerjemahan ke berbagai bahasa, hingga distribusinya ke berbagai negara.

Mereka juga berziarah ke Gunung Uhud, Makam Syuhada Uhud, dan Masjid Quba. Dalam kunjungan itu, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Perang Uhud sekaligus melaksanakan salat di Masjid Quba.

Seluruh jemaah Dapat Pendampingan Ibadah dan Edukasi Syariah

Para tamu menyampaikan rasa terima kasih kepada Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman atas sambutan dan pelayanan yang mereka terima selama mengikuti program.

Mereka juga mengapresiasi penyelenggaraan program yang dinilai tertata dengan baik, termasuk layanan terpadu dari Kementerian Urusan Islam yang membantu memperkaya pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci.

Selain layanan logistik, program ini turut didukung Komite Syariah yang memberikan pendampingan keagamaan secara menyeluruh kepada para peserta.

Melalui pendampingan tersebut, para jemaah dibekali pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan umrah dan ziarah sesuai syariat Islam.

Komite juga melayani konsultasi mengenai hukum-hukum syariah, menjelaskan tata cara dan rukun umrah, memberikan informasi mengenai tempat-tempat ziarah yang direkomendasikan, serta menyelenggarakan sesi bimbingan dan kajian keagamaan.

Seluruh layanan tersebut disampaikan oleh para dai dan penerjemah yang menguasai berbagai bahasa sehingga materi dapat dipahami dengan baik oleh peserta sesuai bahasa ibu masing-masing.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar