Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banyak yang Ikut Belum Tentu Benar, Al-Qur'an Sudah Mengingatkannya

Kompas.com, 31 Juli 2026, 09:12 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Di era yang serba riuh saat ini, jumlah sering kali dijadikan standar nilai.

Mulai dari hitungan likes, jumlah pengikut di media sosial, hingga suara terbanyak dalam sebuah forum umum.

Tanpa disadari, muncul anggapan implisit di tengah masyarakat: semakin banyak orang yang menyetujui suatu hal, semakin benar pula hal tersebut.

Namun, apakah kebenaran memang diukur dari seberapa ramai tempatnya bersuara?

Dai Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, Ustadz Ahsanul Falihin, menegaskan bahwa Islam memiliki kompas yang sangat tegas terkait hal ini.

Baca juga: Bolehkah Tertawa Terbahak-bahak dalam Islam? Ini Penjelasan dan Hadisnya

Menurutnya, ramainya pengikut tidak serta-merta menjadi stempel sah atas sebuah kebenaran.

"Jalan kebenaran itu tidak pernah diukur dari seberapa banyak orang yang mengikutinya, melainkan diketahui melalui dalil dan wahyu. Sebab, pada umumnya manusia cenderung mengikuti hawa nafsu dan prasangka belaka," kata Ustadz Ahsanul Falihin.

Peringatan ini berakar kuat dari firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-An’ām ayat 116:

وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ

“Jika engkau mengikuti (kemauan) kebanyakan orang (kafir) di bumi ini (dalam urusan agama), niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka hanya mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.”

Lebih lanjut, Ustadz Ahsanul Falihin memaparkan tiga poin penting dari kandungan ayat tersebut yang sangat relevan untuk membentengi diri di tengah arus informasi dan tren zaman.

Secara umum, mayoritas manusia rentan tertawan oleh hawa nafsu dan kenyamanan sesaat.

Mengikuti pandangan atau gaya hidup kebanyakan orang yang jelas-jelas bertentangan dengan syariat secara mutlak hanya akan mengarahkan seseorang pada penyimpangan dari jalan petunjuk.

Ayat ini membedah bahwa kebatilan tidak pernah memiliki fondasi ilmu yang sahih atau keyakinan yang mantap.

Orang-orang yang tersesat dari jalan Allah pada hakikatnya hanya bersandar pada az-zhann yakni dugaan, asumsi, dan persangkaan yang tidak berdasar.

Dalam ayat tersebut terdapat kata yakhrushūn (يخرصون). Ustadz Ahsanul menjelaskan bahwa makna dari kata ini adalah berdusta dan mengada-ada.

Setiap pernyataan, hukum, atau keyakinan yang dibangun di atas rekaan tanpa ilmu pada dasarnya merupakan bentuk kedustaan atas nama Allah.

Baca juga: Kisah Para Lansia di Banyuwangi Belajar Al-Quran, Gratis dan Ingin Mengaji sampai Akhir Hayat

Memahami QS Al-An’ām ayat 116 mengajarkan kita untuk memiliki keteguhan prinsip.

Kebenaran akan selalu menjadi kebenaran walaupun hanya dipegang oleh segelintir orang, sebagaimana kebatilan akan tetap menjadi kebatilan meski didukung oleh jutaan suara.

Pada akhirnya, memiliki keberanian untuk tetap berpijak pada wahyu dan dalil yang sahih jauh lebih menyelamatkan daripada tenggelam dalam arus mayoritas yang kehilangan arah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar