Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Rasulullah Menerima Rombongan Kristen Najran di Masjid Nabawi

Kompas.com, 24 Agustus 2026, 08:03 WIB
Reni Susanti

Editor

BANDUNG, KOMPAS.com — Masjid tidak hanya menjadi tempat umat Islam menjalankan ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan, penyelesaian perbedaan, hingga membangun perdamaian.

Teladan tersebut pernah ditunjukkan Nabi Muhammad SAW ketika menerima rombongan Kristen Najran di Masjid Nabawi, Madinah.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Arsad Hidayat mengatakan, peristiwa yang terjadi pada 9 Hijriah tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai ruang moderasi dan diplomasi damai.

Hal itu disampaikan Arsad dalam seminar nasional “Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026” di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Minggu (23/8/2026).

Baca juga: Seperti Apa Nabi Muhammad ketika Marah?

Menurut Arsad, Rasulullah SAW menerima rombongan Kristen Najran di Masjid Nabawi dan mempersilakan mereka menjalankan ibadah.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa masjid dapat memiliki peran lebih luas dalam membangun hubungan di tengah perbedaan.

Tiga Cara Mengelola Perbedaan di Masjid

Arsad mengatakan, diplomasi tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarnegara. Dalam lingkup masjid, diplomasi dapat dimaknai sebagai kemampuan mengelola perbedaan secara bijak.

Ia menyebut tiga tahapan yang dapat digunakan dalam menyelesaikan perbedaan, yakni tabayun, musyawarah, dan islah.

Tabayun dilakukan dengan mengklarifikasi persoalan sebelum memberikan penilaian. Jika persoalan berlanjut, penyelesaiannya ditempuh melalui musyawarah.

Sementara itu, apabila konflik telah terjadi, langkah yang dikedepankan adalah islah atau rekonsiliasi.

“Jangan langsung menilai ketika muncul persoalan. Lakukan tabayun terlebih dahulu, kemudian musyawarahkan persoalannya. Jika sudah terjadi konflik, maka yang dikedepankan adalah islah atau rekonsiliasi,” kata Arsad.

Baca juga: Nabi Muhammad Menjadi Yatim Sejak dalam Kandungan, Begini Masa Kecil Rasulullah

Pendekatan tersebut, lanjut Arsad, perlu didukung dengan edukasi moderasi beragama di lingkungan masjid.

Kajian dan kegiatan keagamaan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga menanamkan toleransi, ukhuwah, akhlak, dan penghormatan terhadap perbedaan.

“Dakwah di masjid harus menghadirkan kesejukan dan membangun ukhuwah. Materi yang disampaikan jangan sampai justru menjadi pemicu permusuhan atau memperlebar perbedaan di tengah jamaah,” ujarnya.

Transparansi Bangun Kepercayaan Jamaah

Selain kemampuan mengelola perbedaan, Arsad menilai transparansi pengelolaan masjid menjadi kunci menjaga kepercayaan jamaah.

Pengurus perlu menyampaikan pengelolaan keuangan dan program secara terbuka agar jamaah mengetahui bagaimana masjid dikelola sekaligus dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatannya.

“Kepercayaan jamaah dibangun dari keterbukaan. Ketika keuangan dan program dikelola secara transparan, jamaah akan merasa dilibatkan dan memiliki kepercayaan terhadap pengurus,” tutur Arsad dikutip dari laman kemenag.go.id.

Dengan tata kelola tersebut, masjid diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai universal yang melampaui perbedaan kelompok.

Masjid yang moderat dan damai, kata Arsad, harus mampu menjadi pusat persatuan umat, menebarkan rahmat bagi lingkungan, serta mendorong harmoni sosial di masyarakat.

“Masjid yang dikelola dengan moderasi dan diplomasi damai bukan hanya menyelesaikan persoalan di dalam masjid, tetapi juga dapat memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Masjid Jadi Ruang Persaudaraan

Arsad mengatakan, kemampuan mengelola perbedaan di tingkat masjid sejalan dengan semangat International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang mengangkat tema “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”.

Forum tersebut dirancang sebagai ruang pertukaran gagasan mengenai peran imam dan masjid dalam membangun harmoni, moderasi, serta perdamaian.

Karena itu, menurut Arsad, pengelolaan masjid tidak cukup hanya memastikan kegiatan ibadah berjalan.

Pengurus juga perlu memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, edukasi moderasi, serta manajemen konflik agar masjid mampu menjadi ruang yang menyatukan perbedaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pada akhirnya, masjid harus menghadirkan rasa aman, nyaman, dan damai bagi jamaah. Masjid harus menjadi tempat orang menemukan persaudaraan dan solusi, bukan tempat berkembangnya konflik,” pungkas Arsad.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
6 Kuliner Tradisional saat Maulid Nabi di Indonesia dan Keistimewaannya
6 Kuliner Tradisional saat Maulid Nabi di Indonesia dan Keistimewaannya
Aktual
8 Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia dan Ciri Khasnya
8 Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia dan Ciri Khasnya
Aktual
Fenomena Artis Hijrah di Instagram, Bagaimana Kesalehan Dibentuk di Media Sosial?
Fenomena Artis Hijrah di Instagram, Bagaimana Kesalehan Dibentuk di Media Sosial?
Aktual
Dewan Muslim Inggris Puji Muhammadiyah: Tak Hanya Bangun Sekolah, tapi Juga Manusia
Dewan Muslim Inggris Puji Muhammadiyah: Tak Hanya Bangun Sekolah, tapi Juga Manusia
Aktual
Maulid Nabi: Hubungan Selawat, Syafaat, dan Keteladanan Rasulullah SAW
Maulid Nabi: Hubungan Selawat, Syafaat, dan Keteladanan Rasulullah SAW
Aktual
Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap: Niat, Rukun, hingga Shalat Gaib
Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap: Niat, Rukun, hingga Shalat Gaib
Doa Harian
Kemenag Ajak 1,7 Juta Umat Berselawat, Ini Anjurannya dalam Islam
Kemenag Ajak 1,7 Juta Umat Berselawat, Ini Anjurannya dalam Islam
Aktual
Menag Minta Studi Antaragama Diperkuat: Penting untuk Bangun Perdamaian
Menag Minta Studi Antaragama Diperkuat: Penting untuk Bangun Perdamaian
Aktual
Petugas Haji 2027: Syarat, Jadwal, dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Petugas Haji 2027: Syarat, Jadwal, dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Aktual
Saat Rasulullah Menerima Rombongan Kristen Najran di Masjid Nabawi
Saat Rasulullah Menerima Rombongan Kristen Najran di Masjid Nabawi
Aktual
50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna
50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna
Aktual
Seperti Apa Nabi Muhammad ketika Marah?
Seperti Apa Nabi Muhammad ketika Marah?
Aktual
Jam Biologis dalam Sains dan Islam, Menjaga Ritme Tubuh untuk Cegah Penyakit Kronis
Jam Biologis dalam Sains dan Islam, Menjaga Ritme Tubuh untuk Cegah Penyakit Kronis
Aktual
Pendaftaran Petugas Haji 2027 Dibuka 25 Agustus, Simak Formasi dan Syaratnya
Pendaftaran Petugas Haji 2027 Dibuka 25 Agustus, Simak Formasi dan Syaratnya
Aktual
Jelang Muktamar NU, Ribuan Nahdliyin Khatamkan Al-Quran di 3.500 Titik
Jelang Muktamar NU, Ribuan Nahdliyin Khatamkan Al-Quran di 3.500 Titik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar