Editor
KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi menyusul laporan serangan terhadap bandara di Riyadh.
Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menekankan bahwa keselamatan jemaah umrah, pekerja migran, dan WNI yang tinggal di kawasan tersebut harus menjadi prioritas pemerintah.
"Kepada Pemerintah Republik Indonesia, kami berharap agar terus memantau perkembangan situasi keamanan, khususnya yang berkaitan dengan jalur penerbangan menuju dan dari Arab Saudi. Langkah antisipatif perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan warga negara Indonesia," ujar Cholil dikutip dari MUI Digital, Kamis (13/10/2026).
Baca juga: Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah itu juga menyampaikan dukacita atas jatuhnya korban jiwa. Ia mengutuk kekerasan yang menyasar fasilitas publik dan mengancam keselamatan warga sipil.
"Islam mengajarkan penghormatan terhadap jiwa manusia dan melarang segala bentuk kekerasan yang menimbulkan korban sipil. Karena itu, kami mengutuk setiap tindakan yang mengancam keselamatan masyarakat," katanya.
Cholil mengimbau pihak-pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan mengedepankan diplomasi.
Menurutnya, eskalasi konflik akan memperbesar penderitaan masyarakat, mengganggu aktivitas ibadah dan perekonomian, serta memperluas ketidakstabilan di Timur Tengah.
"Konflik yang terus meningkat hanya akan memperbesar penderitaan masyarakat, mengganggu aktivitas ibadah, ekonomi dan kemanusiaan, serta berpotensi memperkuas ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah," ujarnya.
Baca juga: Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Hindari Lokasi Rawan di Arab Saudi
Dalam laporan yang dikutip MUI Digital, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) disebut mengumumkan serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Minggu (11/10/2026).
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan seorang warga negara Pakistan meninggal dunia dan 11 orang lainnya terluka. Para korban luka telah mendapatkan penanganan medis.
Laporan yang sama menyebut adanya serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Pendataan kerusakan dan inspeksi keselamatan fasilitas bandara masih dilakukan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.