Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Putra dan Putri Rasulullah Muhammad SAW

Kompas.com, 5 September 2025, 20:39 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Dalam kehidupan rumah tangga, Rasulullah Muhammad SAW dikaruniai tujuh orang putra dan putri.

Enam orang berasal dari Khadijah yang terdiri dari 3 laki-laki dan 4 perempuan. Sedangkan satu putra lainnya berasal dari Maria Qibtiyah.

Selain itu, Rasulullah Muhammad SAW mempunyai anak angkat bernama Zaid bin Haritsah.

Berikut profil dan kisah lengkapnya.

Baca juga: Kisah Kehidupan Masa Remaja Nabi Muhammad SAW

Al Qassim

Al Qassim merupakan putra pertama Rasulullah dari Khadijah. Ia lahir pada tahun 13 sebelum masa Kenabian.

Sayangnya, Al Qassim tidak berumur Panjang. Ia meninggal saat usianya baru menginjak 7 hari. Ada pula riwayat yang menyebut Al Qassim meninggal Ketika sudah mampu berjalan.

Zainab

Zainab lahir setahun setelah Al Qassim. Ia tumbuh menjadi wanita yang cantik dan penuh kasih sayang. Zainab menikah dengan Abu Al Ash dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Ali dan Umamah. Pernikahan berlangsung sebelum masa kenabian.

Saat Rasulullah diangkat menjadi Nabi, Abu Al Ash justru memusuhi Nabi. Ajakan untuk memeluk Islam ditolaknya. Meskipun demikian, Zainab tetap mempertahankan bahtera rumah tangganya karena besarnya cinta kepada sang suami.

Abu Al Ash termasuk salah satu prajurit yang turut berperang di Perang Badar. Hanya saja, ia berada di pihak kaum Quraisy. Hal itu membuatnya tertawan oleh pasukan Muslim. Mendapati hal tersebut, Zainab segera mengumpulkan harta dan menebus sang suami.

Bahkan kalung pemberian Ibunda Khadijah dijadikan jaminan sehingga kaum muslimin melepaskannya dengan syarat Zainab dibiarkan berhijrah ke Madinah.

Baca juga: Kisah Pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah Binti Khuwailid

Perbedaan keyakinan membuat Zainab dan Abu Al Ash akhirnya bercerai meskipun masih saling cinta. Zainab kemudian bersiap untuk hijrah ke Madinah secara terang-terangan. Hal ini membuat kaum musyrikin menghalang-halangi niat hijrah tersebut.

Kekalahan di perang Badar membuat mereka tidak rela Zainab meninggalkan Mekkah. Akibat kejadian ini, Zainab yang saat itu sedang hamil mengalami keguguran.

Abu Sofyan sebagai tokoh akhirnya memberikan solusi. Zainab boleh berhijrah asalkan secara sembunyi-sembunyi. Pada percobaan kedua, Zainab berhasil hijrah ke Madinah secara sembunyi-sembunyi.

Setibanya di Madinah, Zainab terus berdoa agar sang suami dapat memeluk Islam. Doa ini dikabulkan, Abu Al Ash akhirnya memeluk Islam dan turut hijrah ke Madinah. Keduanya akhirnya bersatu kembali hingga ajal menjemput Zainab di tahun ke-8 Hijriah.

Ruqayyah

Ruqayyah merupakan putri kedua Rasulullah dengan Khadijah. Saat menginjak usia belia, ia dinikahkan dengan keluarga dari pihak ayah, yaitu putranya Abu Lahab yang bernama Utbah.

Pernikahan ini sayangnya tak berlangsung lama. Belum sempat menikmati kebersamaan, keduanya harus bercerai karena turunnya wahyu.

Abu Lahab yang menolak ajaran Rasulullah tak ingin berbesan dengan Rasul sehingga memerintahkan putranya untuk menceraikan Ruqayyah.

Tak lama setelah bercerai, Ruqayyah menikah dengan Utsman bin Affan. Keduanya turut berhijrah ke Habasyah. Disana pasangan ini diberi momongan bernama Abdullah bin Utsman, cucu pertama Rasulullah.

Pada usia 6 tahun, Abdullah meninggal. Tak lama kemudian Ruqayyah jatuh sakit. Hal ini membuat Utsman tidak turut membersamai kaum muslimin di Perang Badar.

Rasulullah memerintahkan Utsman untuk menjaga sang istri sekaligus menjadi pemimpin di Madinah. Seusia perang Badar, Ruqayyah meninggal dunia.

Baca juga: Kisah Pengangkatan Menjadi Nabi dan Turunnya Wahyu Pertama

Ummu Kultsum

Ummu Kultsum satu tahun lebih muda dari Ruqayyah. Keduanya sering dikatakan mirip dan dinikahkan secara bersamaan dengan putra Abu Lahab juga yang bernama Utaibah. Seperti halnya sang kakak, perbedaan keyakinan menyebabkan rumah tangga ini kandas.

Setelah bercerai, Ummu Kultsum tak segera menikah lagi. Ia memilih mengurus ibundanya Khadijah yang sudah sakit-sakitan serta adiknya Fatimah. Ummu Kultsum baru menikah lagi setelah sang kakak, Ruqayyah meninggal. Ummu Kultsum menikah dengan Utsman bin Affan.

Pernikahan Ummu Kultsum dengan Utsman berjalan selama 6 tahun dan belum dikaruniai anak. Sayangnya, pada tahun 9 H Ummu Kultsum jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Fatimah Az Zahra

Fatimah merupakan putri keempat Rasulullah. Ia menjadi putri kesayangan dan selalu membantu perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam. Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib. Dari pernikahan tersebut, lahir 5 orang putra-putri, yaitu Hasan, Husein, Muhassin, Zainab, dan Ummu Kultsum.

Dalam perjalanan rumah tangganya, Fatimah sempat akan dimadu. Hal ini menjadikannya sedih. Oleh karena itu, Rasulullah melarang Ali untuk melakukannya.

“Sesungguhnya Bani Hisyam ibn Mughirah meminta izinku untuk menikahkan putri mereka dengan Ali ibn Abi Thalib. Saya tidak mengizinkan mereka selamanya, kemudian saya tidak mengizinkan mereka. Kecuali, jika anaknya Abi Thalib ingin menceraikan putri saya dan menikah dengan putri mereka. Sesungguhnya Fatimah itu bagian dariku, apa yang mengganggunya akan menggangguku dan apa yang menyakitkannya akan menyakitkan diriku. Sungguh saya khawatir ini akan jadi ujian berat atau fitnah buat keimanannya.” sabda Rasulullah Muhammad SAW.

Baca juga: Kisah Dakwah Rasulullah Muhammad SAW di Awal Penyebaran Agama Islam

Sebelum Rasulullah wafat, ia sempat memberi tahu Fatimah bahwa ia merupakan keluarga pertama yang akan menyusul kepergiannya. Berita ini membuat Fatimah mempersiapkan diri untuk menemui titik akhir kehidupannya.

Sebelum meninggal dunia, Fatimah sudah mempersiapkan semuanya. Ia mandi terlebih dahulu dan memindahkan tempat tidurnya ke tengah rumah. Ia kemudian berpesan kepada Ummu Rafi’ di detik-detik terakhir hidupnya.

“Wahai ibu, nyawa saya akan dicabut sekarang, dan saya sudah mandi, karena itu, jangan ada yang membuka kafanku lagi.”

Setelah itu Fatimah meninggal, tepatnya 6 bulan setelah Rasulullah wafat.

Abdullah dan Ibrahim

Abdullah merupakan putra bungsu Rasulullah dari Khadijah. Tidak banyak yang menjelaskan tentang riwayatnya. Yang jelas, Abdullah meninggal di Mekkah saat masih berusia anak-anak.

Sedangkan Ibrahim merupakan putra Rasulullah dari hamba sahayanya yang bernama Maria Qibtiyah. Ketika Ibrahim lahir, Rasulullah mengajarkan beberapa sunnah tentang kelahiran, seperti memberi nama pada hari ketujuh, kemudian melaksanakan aqiqah, memotong rambut dan menimbangnya serta bersedekah seberat timbangan rambut tersebut.

Umur Ibrahim tidak panjang. Ia meniggal saat usia 16 bulan, bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari. Kepergian Ibrahim membuat Rasulullah bersedih hingga menangis. Hal ini membuat Abdurrahman bin Auf heran dan bertanya mengenai tangisan tersebut.

“Wahai putra ‘Auf, sesungguhnya itu merupakan rahmat, sesungguhnya mata itu akan menangis dan hati itu akan bersedih, akan tetapi kami tidak akan berkata kecuali dengan ucapan yang diridhai Allah, dan sesungguhnya kami sedih berpisahan denganmu wahai Ibrahim,” jawab Rasulullah.

Baca juga: Sejarah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hukum Merayakannya

Zaid bin Haritsah (Anak Angkat)

Zaid bin Haritsah merupakan anak angkat Rasulullah. Pada awalnya Rasulullah mengganti nasab Zaid menjadi Zaid bin Muhammad, namun Allah melarangnya dengan menurunkan ayat Q.S. Al Ahzab ayat 40.

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّۦنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمًا

Artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Untuk menegaskan perintah ini, Allah memerintahkan Rasulullah untuk menikahi janda dari Zaid bin Haritsah.

Zaid awalnya merupakan seorang budak. Rasulullah membelinya dari pasar Mekkah. Ketika melihat Zaid, Khadijah berucap: “Kalaulah budak ini milik saya maka akan saya merdekakan”.

Rasulullah kemudian menyerahkan Zaid kepada Khadijah, maka merdekalah Zaid. Tak hanya merdeka, Zaid juga diangkat anak oleh Rasulullah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar