Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Al Quran Sebagai Obat: Surat dan Ayat Penyembuh dalam Al Quran

Kompas.com, 8 Desember 2025, 22:06 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Al Quran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad SAW. Al Quran mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan manusia, salah satunya sebagai obat. Al Quran bisa dijadikan sebagai obat untuk penyakit jasmani atau fisik maupun penyakit ruhani atau penyakit hati.

Abdurrahman bin Nashir As Sa'di dalam Tafsir As Sa'di menyatakan penyembuhan yang disebutkan dalam Al Quran itu bersifat umum untuk menyembuhkan hati dan tubuh dari rasa sakit dan gangguan-gangguannya.

Baca juga: Parenting Islami: Rahasia Mendidik Anak Agar Tidak Lemah Menurut Al Quran

Sementara Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam kitab Zaadul Ma'ad menyatakan bahwa Al Quran adalah obat yang paling sempurna untuk seluruh penyakit hati dan jasmani, serta untuk penyakit dunia dan akhirat.

Dalil Al Quran Sebagai Obat

Dalil dari Al Quran sebagai obat disampaikan dalam surat Al Isra' ayat 82:

ﻭَﻧُﻨَﺰّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺂﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟﻈّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇَﻻّ ﺧَﺴَﺎﺭﺍً

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar/obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Israa’: 82).

Selain itu juga ditegaskan dalam Al Quran surat Fushilat ayat 44.

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

Artinya: “Katakanlah: “Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar/obat bagi orang-orang yang beriman.“

Al Quran dijadikan sebagai wasilah sebagai obat, sementara yang menyembuhkan adalah Allah SWT.

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

Artinya: "Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku." (Q.S. Asy Syu'ara: 79).

Baca juga: Panduan Al Quran tentang Musibah: Penyebab, Hikmah, dan Apa yang Harus Dilakukan

Al Quran Sebagai Obat Penyakit Ruhani atau Hati

Dalil Al Quran sebagai obat bagi penyakit hati disampaikan dalam surat Yunus ayat 57.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.“

Jenis-jenis penyakit ruhani ada berbagai macam, seperti rasa was-was, sifat sombong, rasa cemas, rasa takut, rasa malas, dan berbagai penyakit lainnya.

Cara menyembuhkan penyakit hati dengan Al Quran adalah dengan membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkan isinya. Dengan demikian, seseorang akan diberikan petunjuk oleh Allah SWT sehingga dibersihkan hatinya dari segala macam penyakit hati.

Al Quran akan memberikan ketenangan hati sehingga terhindar dari penyakit was-was, cemas, dan malas. Sementara ketika seseorang memahami makna Al Quran, maka ia akan dibebaskan dari sifat sombong, tamak, hasad, dan penyakit hati lainnya.

Baca juga: Nama-nama Lain Al Quran Lengkap dengan Arti dan Dalilnya

Al Quran Sebagai Obat Penyakit Jasmani atau Fisik

Selain sebagai obat penyakit ruhani atau hati, Al Quran juga bisa digunakan sebagai obat penyakit jasmani atau fisik. Dalam hadits dari Abu Said Al Khudhri yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dikisahkan bahwa ada beberapa sahabat singgah di suatu kampung.

Di kampung tersebut, ketua suku sedang mengalami penyakit disengat kalajengking. Tidak ada satupun yang bisa menyembuhkan penyakit kepala suku. Seorang sahabat kemudian membacakan surat Al Fatihah. Kepala suku itupun sembuh dari penyakitnya.

Ketika terkena sihir, maka dapat dibacakan ayat-ayat ruqyah, di antaranya surat Al Mu'awidzatain, yaitu surat Al Falaq dan surat An Nas.

Dalam kitab Ad Da' wa Ad Dawa', Ibnul Qayyim Al Jauziyyah menyampaikan bahwa beliau pernah menginap di Makkah selama beberapa saat lalu jatuh sakit. Ibnul Qayyim tidak mendapatkan satupun dokter di sana, maka beliau mencoba mengobati diri sendiri dengan membaca surat Al Fatihah.

Setelah membaca surat Al Fatihah, Ibnul Qayyim mendapati perubahan yang sangat menakjubkan. Ia sembuh atas izin Allah SWT. Sejak saat itu beliau sering memberikan saran kepada orang-orang yang mengeluh akan penyakitnya untuk membaca surat Al Fatihah dan banyak dari mereka mendapatkan kesembuhan dengan cepat.

Kunci dari penyembuhan penyakit fisik dengan Al Quran adalah meyakini bahwa Allah akan memberikan kesembuhan dengan wasilah membaca surat Al Fatihah tersebut.

Baca juga: Konflik Israel dan Palestina: Sejarah dan Pandangan Al Quran

Penutup

Berdasarkan pembahasan di tas, dapat disimpulkan bahwa Al Quran dapat digunakan sebagai obat penyakit jasmani atau fisik dan penyakit ruhani atau penyakit hati.

Pengobatan penyakit hati dengan membaca, memahami, dan mengalkan isi Al Quran. Sementara untuk penyakit fisik, dengan membaca surat Al Quran, khususnya surat Al Fatihah dengan penuh keyakinan akan diberikan kesembuhan oleh Allah SWT. 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar