Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adakah Sholat Khusus di Malam Nisfu Sya’ban? Ini Penjelasan Para Ulama

Kompas.com, 25 Januari 2026, 17:24 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Malam Nisfu Sya’ban selalu mendapat perhatian besar di tengah umat Islam. Di berbagai daerah, malam ini sering dihidupkan dengan sholat berjamaah, doa-doa tertentu, bahkan sholat dengan jumlah rakaat khusus. Namun, pertanyaan pentingnya adalah apakah benar ada sholat khusus yang disyariatkan pada malam Nisfu Sya’ban?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para Ulama telah membahasnya secara lengkap dalam kitab-kitab mereka. Berikut ini penjelasan lengkap Para Ulama mengenai ada atau tidaknya sholat khusus di malam Nisfu Sya'ban.

Baca juga: Sholat Nisfu Syaban: Waktu Pelaksanaan dan Bacaan Niatnya

Apakah Ada Sholat Khusus di Malam Nisfu Sya’ban?

Secara umum, tidak ada dalil shahih tentang sholat khusus di malam Nisfu Sya'ban. Mayoritas ulama menegaskan hal ini.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmū‘ Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa sholat yang dikenal di sebagian masyarakat sebagai shalat Nisfu Sya’ban, dengan jumlah rakaat tertentu dan bacaan khusus, tidak memiliki dasar dari Nabi SAW dan para sahabat, sehingga tidak dapat dihukumi sebagai sunnah.

Ibnu Taimiyah dalam Majmū‘ al-Fatāwa juga menegaskan bahwa menetapkan sholat khusus dengan tata cara tertentu, mengkhususkannya sebagai ritual berjamaah rutin adalah hal yang tidak memiliki dasar dari Nabi SAW.

Ibnu al-Jauzi dalam Al-Maudhu‘āt dan Imam Asy-Syaukani dalam Al-Fawāid al-Majmū‘ah, keduanya menilai sebagian hadits tentang sholat khusus Nisfu Sya’ban sebagai lemah bahkan palsu.

Dari penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada sholat sunnah khusus dengan tata cara tertentu yang secara shahih disyariatkan khusus untuk malam Nisfu Sya’ban.

Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban: Amalan di Waktu Penuh Ampunan

Cara Menghidupkan Malam Nisfu Sya'ban

Meskipun tidak ada sholat khusus di malam Nisfu Sya'ban, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam mulia tersebut.

Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan ibadah seperti sholat malam, doa, dan dzikir secara individu adalah amalan yang telah dilakukan oleh sebagian salaf dan tidak perlu diingkari.

Adapun sholat yang bisa dilakukan di malam Nisfu Sya'ban adalah sholat-sholat sunnah yang dianjurkan dalam Islam, seperti sholat tahajud, sholat hajat, sholat taubat, sholat witir, maupun sholat-sholat sunnah lainnya.

Bagaimana dengan Sholat 100 Rakaat Nisfu Sya’ban?

Sholat 100 rakaat yang sering dinisbatkan pada malam Nisfu Sya’ban memang disebutkan dalam kitab Ihya’ Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali. Para ulama hadits menjelaskan bahwa Imam Al-Ghazali bukan ahli hadits.

Sang Hujjatul Islam mencantumkan amalan tersebut berdasarkan riwayat yang beredar di masanya. Sanad haditsnya lemah, sehingga tidak dapat dijadikan dasar pensyariatan.

Karena itu, ulama setelahnya menegaskan bahwa sholat 100 rakaat tidak dapat dihukumi sunnah, apalagi dianggap sebagai amalan khusus yang berpahala tertentu.

Baca juga: Malam Nisfu Syaban 2026: Tanggal, Amalan, Keutamaan dan Dalilnya

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Sya’ban

Berdasarkan pandangan ulama lintas madzhab, berikut amalan sesuai sunnah yang bisa diamalkan di malam Nisfu Sya'ban: 

1. Sholat Malam (Qiyamul Lail)

Sholat tahajud, witir, atau sholat sunnah malam lainnya tanpa niat sholat khusus Nisfu Sya’ban.

2. Memperbanyak Doa dan Istighfar

Terutama doa memohon ampunan, rahmat, dan kebaikan hidup, karena malam ini termasuk waktu yang dinilai mustajab oleh banyak ulama.

3. Dzikir dan Membaca Al-Qur’an

Tanpa bacaan atau hitungan khusus yang diyakini berasal dari Nabi SAW.

Sementara amalan yang Perlu Dihindari adalah menetapkan jumlah rakaat tertentu, bacaan tertentu, atau keyakinan bahwa sholat tertentu pasti berpahala khusus tanpa dasar yang jelas, baik dari Al-Qu'ran maupun hadits Shahih.

Baca juga: Benarkah Puasa Setelah Nisfu Syaban Dilarang? Ini Jawabannya

Penutup

Malam Nisfu Sya’ban adalah malam penuh peluang ibadah, bukan karena adanya sholat khusus, tetapi karena keutamaan waktunya untuk kembali kepada Allah SWT.

Dengan memahami pandangan ulama secara utuh, umat Islam bisa beribadah dengan tenang, ilmiah, dan sesuai tuntunan sunnah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar