Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Doa Tahiyat Akhir Lengkap: Arab, Latin, Arti dan Posisi Tangan Sesuai Sunnah

Kompas.com, 27 Maret 2026, 16:54 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Doa tahiyat akhir atau tasyahud akhir merupakan bagian penting dalam rangkaian ibadah sholat yang tidak boleh ditinggalkan.

Bacaan ini dilafalkan saat duduk di akhir sholat sebelum salam sebagai penutup.

Dalam ajaran Islam, tahiyat akhir termasuk rukun sholat yang menentukan sah atau tidaknya ibadah yang dilakukan.

Oleh karena itu, setiap Muslim wajib memahami bacaan, makna, serta tata cara pelaksanaannya sesuai sunnah.

Baca juga: Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap

Sholat sendiri merupakan amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dengan benar dan khusyuk.

Salah satu bagian penting yang harus diperhatikan adalah bacaan tahiyat akhir beserta posisinya.

Berikut adalah bacaan doa tahiyat akhir lengkap Arab, latin, arti, serta posisi tangan dan duduk tawaruk sesuai sunnah Rasul, yang dirangkum Kompas.com dari laman Kemenag dan Antara.

Baca juga: Bacaan Dzikir Setelah Shalat Fardhu Lengkap dengan Urutannya

Bacaan Doa Tahiyat Akhir Lengkap

Berikut bacaan doa tahiyat akhir dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Arab Latin: At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. As salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.

Aallaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, salawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Salam sejahtera untukmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera bagi kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sungguh, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sungguh, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”

Ketentuan Membaca Doa Tahiyat Akhir

Sebagai bagian dari rukun sholat, terdapat sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan saat membaca tahiyat akhir.

1. Dibaca Sebelum Salam

Bacaan tahiyat akhir wajib dilafalkan sebelum salam sebagai penutup sholat.

2. Termasuk Rukun Sholat

Tahiyat akhir merupakan rukun sholat. Jika tidak dilakukan, maka sholat yang dikerjakan menjadi tidak sah.

3. Posisi Saat Tahiyat Akhir (Duduk Tawaruk)

Saat tahiyat akhir, posisi duduk yang dianjurkan adalah duduk tawaruk. Posisi ini dilakukan dengan duduk di atas lantai atau sajadah, kaki kiri diselipkan di bawah kaki kanan, sementara telapak kaki kanan ditegakkan menghadap kiblat.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam hadits riwayat Al-Imam Muslim no. 579, dari sahabat ‘Abdullah bin Az-Zubair, Rasulullah berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَعَدَ فِي الصَّلَاةِ جَعَلَ قَدَمَهُ الْيُسْرَى بَيْنَ فَخِذِهِ وَسَاقِهِ، وَفَرَشَ قَدَمَهُ الْيُمْنَى، وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى، وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى، وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ

Artinya: “Bahwa Rasulullah apabila duduk dalam sholat (tasyahhud akhir), beliau mengedepankan kaki kirinya (mengeluarkan kaki kirinya) di antara paha dan betisnya, dan menghamparkan kaki kanannya. Beliau meletakkan tangan kirinya di atas lutut kirinya, dan meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya, sembari memberi isyarat dengan telunjuknya.”

Posisi Tangan dan Jari Telunjuk Saat Tahiyat Akhir

Selain posisi duduk, tata cara peletakan tangan juga memiliki ketentuan tersendiri dalam tahiyat akhir.

Kedua tangan diletakkan di atas paha dalam keadaan tenang dan khusyuk. Tangan kiri berada di atas lutut kiri dalam posisi terbuka, sedangkan tangan kanan berada di atas paha kanan.

Saat melafalkan kalimat “illallah”, jari telunjuk tangan kanan diangkat sebagai bentuk kesaksian terhadap keesaan Allah SWT.

Posisi ini dijelaskan dalam hadits riwayat Al-Imam At-Tirmidzi no. 294, yang dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani, dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا جَلَسَ فِي الصَّلَاةِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رُكْبَتِهِ، وَرَفَعَ إِصْبَعَهُ الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ يَدْعُو بِهَا، وَيَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ بَاسِطَهَا عَلَيْهِ

Artinya: “Bahwa Nabi apabila duduk dalam sholat, beliau meletakkan tangan kanannya di atas lututnya dan mengangkat telunjuk tangan kanannya untuk berdoa, serta menghamparkan tangan kirinya di atas lututnya.”

Dalam Hadits Riwayat Al Imaam Muslim no: 580, dari ‘Abdullooh bin ‘Umar dimana didalam riwayat itu dijelaskan bahwa:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسَ فِي الصَّلَاةِ وَضَعَ كَفَّهُ الْيُمْنَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى، وَقَبَضَ أَصَابِعَهُ كُلَّهَا، وَأَشَارَ بِإِصْبَعِهِ الَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ، وَوَضَعَ كَفَّهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخِذِهِ الْيُسْرَى

Artinya: “Rasulullah ﷺ apabila duduk dalam sholat, beliau meletakkan telapak tangan kanannya di atas paha kanannya dengan menggenggam seluruh jari-jarinya dan memberi isyarat dengan telunjuknya, serta meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha kirinya.”

Pentingnya Memahami Bacaan Doa dan Posisi Tahiyat Akhir

Doa tahiyat akhir tidak hanya berisi bacaan, tetapi juga mengandung makna pengakuan keesaan Allah, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Tuhannya.

Memahami bacaan, arti, serta tata cara tahiyat akhir menjadi langkah penting untuk menyempurnakan ibadah sholat.

Dengan pelaksanaan tahiyat akhir yang sesuai sunnah, sholat dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan bernilai sempurna.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar