Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Rasulullah agar Terhindar dari Virus dan Wabah Penyakit seperti Hantavirus

Kompas.com, 7 Mei 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap penyebaran berbagai wabah penyakit menular, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Belakangan ini, perhatian dunia kesehatan kembali tertuju pada kemunculan kasus hantavirus yang dilaporkan menyerang sejumlah penumpang dan kru kapal pesiar di kawasan Atlantik.

Dilansir dari laporan World Health Organization (WHO), hingga awal Mei 2026 tercatat beberapa kasus infeksi hantavirus yang menyebabkan korban jiwa di kapal yang berlayar dari Ushuaia, Argentina, menuju kawasan Atlantik.

Peristiwa tersebut mengingatkan masyarakat global bahwa ancaman wabah penyakit menular masih dapat muncul kapan saja.

Dalam ajaran Islam, kondisi seperti ini tidak hanya dihadapi dengan ikhtiar medis dan langkah pencegahan kesehatan, tetapi juga dengan memperbanyak doa sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.

Baca juga: Doa untuk Orang Sakit Sesuai Sunnah & Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Doa Rasulullah agar Terhindar dari Wabah dan Penyakit

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari penyakit berbunyi:

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأسْقَامِ

Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal barashi, wal junūni, wal judzāmi, wa sayyi’il asqāmi.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk.”

Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih oleh Abu Dawud dari sahabat Anas bin Malik.
Dalam kitab Syarah Abu Dawud, ulama asal Madinah Abdul Muhsin Al-Abbad menjelaskan bahwa frasa sayyi’il asqam merujuk pada berbagai penyakit berat yang membahayakan manusia dan menimbulkan penderitaan besar.

Adapun doa yang lain yang dibaca Nabi ini termaktub dalam kitab Imam Bukhari dan Muslim.

Diriwayatkan oleh Sayyidah 'Aisyah Radhiyallahu 'anha, beliau menceritakan, "Ketika kami tiba di Madinah, ia merupakan kota wabah penyakit. Abu Bakar dan Bilal sakit panas. Setelah Rasulullah melihat para Sahabatnya sakit panas, beliau kemudian berdoa,

«اﻟﻠﻬُﻢَّ ﺣَﺒِّﺐْ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ اﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔَ ﻛَﻤَﺎ ﺣَﺒَّﺒْﺖَ ﻣَﻜَّﺔَ ﺃَﻭْ ﺃَﺷَﺪَّ، ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺻَﺎﻋِﻬَﺎ ﻭَﻣُﺪِّﻫَﺎ، ﻭﺻﺤﺤﻬﺎ ﻟَﻨَﺎ، ﻭَﺣَﻮِّﻝْ ﺣُﻤَّﺎﻫَﺎ ﺇِﻟَﻰ اﻟْﺠُﺤْﻔَﺔِ»

Allahumma habbib ilainal madinata kamaa hababta makkata aw asyadda wa baarik lanaa fii shaa’anaa wa muddihaa wa shahhihhaa lanaa wa hawwil hummaahaa ilaal juhfah.

Artinya: “Ya Allah jadikanlah Madinah sebagai kota yang kami cintai seperti Engkau jadikan kami mencintai Makkah, atau lebihkan kecintaan terhadap Madinah. Berkahilah alat timbangan dan alat ukuran Madinah. Bersihkan Madinah dari penyakit. Pindahkan wabahnya ke kota Juhfah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sementara itu, dalam kitab Aunul Ma‘bud, M Syamsul Haqq Al-Azhim Abadi menafsirkan penyakit buruk dalam hadis tersebut sebagai wabah yang dapat menyebar luas dan mengganggu kehidupan masyarakat.

Hantavirus dan Ancaman Penyakit Zoonosis

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang berasal dari hewan pengerat atau tikus dan dapat menular kepada manusia.

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan WHO, virus ini termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia.

Infeksi hantavirus dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan maupun ginjal.

Penularan biasanya terjadi melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi virus.

Kemunculan kasus terbaru di kapal pesiar Atlantik menjadi perhatian karena ruang tertutup dengan mobilitas tinggi dinilai berpotensi mempercepat penyebaran penyakit.

Dalam buku Spillover karya David Quammen dijelaskan bahwa penyakit zoonosis menjadi salah satu ancaman kesehatan global modern karena perpindahan virus dari hewan ke manusia dapat terjadi sangat cepat di era mobilitas internasional.

Baca juga: Doa Nabi Ayub AS Ketika Sakit, Lengkap Arab, Arti, dan Maknanya

Islam Ajarkan Ikhtiar dan Tawakal

Dalam Islam, menghadapi wabah tidak cukup hanya dengan rasa takut atau kepanikan.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menggabungkan ikhtiar lahiriah dengan pendekatan spiritual.

Dalam kitab Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan bahwa menjaga kesehatan dan menghindari mudarat merupakan bagian penting dari ajaran Islam.

Karena itu, ketika wabah terjadi, umat Islam dianjurkan:

  • memperbanyak doa,
  • menjaga kebersihan,
  • menghindari sumber penyakit,
  • serta mengikuti petunjuk tenaga medis.

Prinsip ini juga selaras dengan hadis Nabi yang menganjurkan agar umat tidak memasuki wilayah yang terkena wabah dan tidak keluar dari wilayah tersebut untuk mencegah penyebaran penyakit.

Doa sebagai Bentuk Ketergantungan kepada Allah

Ulama besar Abdur Rauf Al-Munawi dalam kitab At-Taysir menjelaskan bahwa doa perlindungan dari penyakit merupakan bentuk pengakuan kelemahan manusia di hadapan Allah SWT.

Manusia boleh memiliki teknologi dan pengobatan modern, tetapi tetap memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai penyakit yang bisa datang secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, doa menjadi bentuk penghambaan sekaligus ketenangan batin saat menghadapi situasi yang mengkhawatirkan.

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi disebutkan bahwa memperbanyak doa perlindungan termasuk bagian dari sunnah harian Rasulullah SAW.

Baca juga: Doa Agar Terhindar dari Penyakit yang Dianjurkan Nabi

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Selain doa, Islam juga sangat menekankan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari iman.
Dalam konteks wabah penyakit modern seperti hantavirus, menjaga lingkungan tetap bersih menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus dari hewan pengerat.

Masyarakat dianjurkan menjaga sanitasi rumah, menghindari area yang terkontaminasi tikus, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala penyakit tertentu.

Para ahli kesehatan juga mengingatkan bahwa pencegahan dini menjadi faktor utama dalam menghadapi penyakit zoonosis.

Wabah sebagai Pengingat bagi Manusia

Dalam banyak literatur Islam, wabah dan penyakit juga dipandang sebagai pengingat agar manusia lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali menjelaskan bahwa musibah dapat menjadi sarana muhasabah dan pengingat atas keterbatasan manusia.

Karena itu, di tengah kekhawatiran terhadap penyebaran penyakit menular, umat Islam dianjurkan tetap menjaga harapan, memperbanyak doa, memperkuat ikhtiar, dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Di tengah dunia yang terus menghadapi ancaman wabah baru, doa-doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW tetap relevan sebagai penguat spiritual sekaligus pengingat bahwa kesehatan merupakan nikmat besar yang harus dijaga bersama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar