Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sedang Banyak Masalah? Ini 5 Zikir dalam Al-Qur’an untuk Menguatkan Hati

Kompas.com, 20 Juni 2026, 10:31 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Kehidupan manusia selalu diwarnai berbagai keadaan, mulai dari bahagia, sedih, lapang, hingga penuh tekanan.

Dalam Islam, seorang muslim diajarkan untuk menghadapi masalah hidup dengan ikhtiar yang rasional serta doa dan zikir yang menenangkan hati.

Tekanan hidup tidak selalu menandakan seseorang jauh dari Allah SWT, sebab ujian juga dapat menjadi tanda keimanan sedang ditempa.

Dilansir dari Muhammadiyah, Kitab al-Faraj Ba’da asy-Syiddah karya at-Tanukhi menyebutkan nasihat al-Hasan al-Bashri tentang lima ayat Al-Qur’an yang memuat kalimat zikir penting saat seorang muslim menghadapi musibah dan kesulitan.

Baca juga: Musyrif Diny Haji Ajak Jemaah Perbanyak Doa dan Zikir Jelang Wukuf di Arafah

Zikir bukan pengganti ikhtiar

Seorang muslim tidak cukup hanya membaca doa dan zikir ketika menghadapi masalah hidup.

Ikhtiar yang rasional tetap perlu dilakukan agar persoalan dapat diselesaikan dengan langkah yang tepat.

Namun, zikir dan doa dapat membantu menghadirkan ketenangan batin sebelum seseorang mengambil keputusan.

Ketenangan tersebut penting agar langkah yang dipilih tidak tergesa-gesa dan tetap berada dalam tuntunan Allah SWT.

Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un

Kalimat pertama yang dianjurkan adalah “inna lillahi wa inna ilayhi raji’un”.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 155-157, Allah berfirman yang artinya, “Dan sungguh kami akan menguji kalian dengan sebagian rasa takut, kelaparan, dan kekurangan dari harta, jiwa dan buah-buahan, maka berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang jika ditimpa musibah mereka berucap ‘inna lillahi wa inna ilayhi raaji’uun’ (sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kita akan kembali). Maka untuk merekalah doa keselamatan dari Rabb mereka dan juga rahmat-Nya dan merekalah orang-orang yang diberi petunjuk”.

Kalimat ini sudah sangat dikenal oleh umat Islam di Indonesia.

Selama ini, kalimat tersebut kerap diucapkan ketika mendengar kabar duka atau kematian.

Namun, maknanya tidak hanya terbatas pada peristiwa kematian.

Kalimat “inna lillahi wa inna ilayhi raji’un” juga dapat dibaca ketika seorang muslim menghadapi musibah, kehilangan, ketakutan, tekanan psikologis, kelaparan, atau kesulitan ekonomi.

Baca juga: Gus Kafa Ajak Jemaah Haji 2026 Perkuat Zikir & Shalawat Jelang Armuzna

Hasbunallah wa ni’mal wakil

Kalimat kedua adalah “hasbunallah wa ni’mal wakil”.

Dalam surat Ali Imran ayat 173-174, Allah berfirman yang artinya, “(dan merekalah) orang-orang (yang ketika) sekelompok orang mengatakan pada mereka, ‘sesungguhnya (para musuh) telah berkumpul untuk (menyerang) kalian maka takutlah pada mereka’ maka justru keimanan mereka bertambah dan mereka (orang-orang beriman itu) mengucapkan ‘hasbunallah wa ni’mal wakiil’(cukuplah Allah sebaik-baik tempat berserah). Maka mereka (orang-orang beriman itu) kembali dengan kenikmatan dari Allah dan banyak keutamaan, mereka juga tidak disentuh dengan keburukan, mereka juga mengikuti keridhaan Allah, dan Allah-lah Yang Maha Memiliki Kemuliaan Yang Agung”.

Secara sebab turunnya, ayat tersebut berkaitan dengan kondisi peperangan.

Meski demikian, kalimat “hasbunallah wa ni’mal wakil” juga dapat dibaca ketika seorang muslim menghadapi masalah yang berat dan bertumpuk.

Makna utama kalimat ini adalah menyerahkan diri dan rasa takut kepada Allah SWT.

Zikir ini mengingatkan bahwa Allah menjadi sebaik-baik tempat bersandar ketika manusia merasa tidak memiliki cukup kekuatan untuk menghadapi keadaan.

Baca juga: Ulama Ini Jelaskan Keutamaan Baca 70 Ribu Kali Zikir Fidak untuk Ahli Kubur

Wa ufawwidhu amri ilallah

Kalimat ketiga bersumber dari surat Ghafir ayat 44-45.

Allah berfirman, “dan aku serahkan urusanku ini kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui (kondisi) hamba-Nya. Maka Allah lindungi dirinya dari segala keburukan dari apa yang dimakarkan oleh mereka (musuh)..”

Ayat ini berkaitan dengan kisah Nabi Musa AS ketika menghadapi kaum yang menentang ajakan kebaikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim juga dapat menghadapi penolakan, kebencian, tekanan, atau perlakuan buruk dari orang lain.

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi dalam dakwah, tetapi juga dapat muncul dalam pekerjaan, keluarga, atau lingkungan sosial.

Kalimat ini mengajarkan sikap pasrah aktif, yakni menyerahkan urusan kepada Allah setelah seseorang berusaha menjalani kebaikan dengan benar.

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin

Baca juga: Santri Nihadlul Qulub Zikir di Atas Awan, Taklukkan Puncak Gunung Slamet

Kalimat keempat adalah doa Nabi Yunus AS ketika berada dalam kondisi sangat berat.

Surat Al-Anbiya ayat 87-88 mengisahkan, “dan Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika pergi dengan marah dan merasa bahwa dirinya tak mampu lagi (dalam menghadapi kaumnya), maka dirinya berdoa di tengah gulitanya perut ikan paus ‘laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzalimin’ (tiada sesembahan kecuali Engkau, maha suci Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang lalim). Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dirinya dari keterpurukan, dan begitulah Kami selamatkan orang-orang beriman”.

Doa ini menggambarkan pengakuan seorang hamba atas kelemahan dirinya di hadapan Allah SWT.

Seorang muslim dapat berada dalam keadaan yang terasa sangat sempit, gelap, dan sulit menemukan jalan keluar.

Masalah hidup dapat terasa seperti gelombang besar yang menenggelamkan, sementara bantuan manusia tidak selalu mampu menyelesaikannya.

Dalam kondisi seperti itu, doa Nabi Yunus AS dapat menjadi zikir untuk memohon pertolongan Allah dan mengakui keterbatasan diri.

Rabbanaghfirlana dzunubana

Kalimat kelima terdapat dalam surat Ali Imran ayat 148-149.

Allah berfirman, “dan tiadalah yang diucapkan mereka kecuali ‘rabbanaghfirlana dzunubana wa israfanaa fii amrina wa tsabbit aqdamana wanshurna ‘alal qaumil kaafirin’(wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan sikap kami yang berlebihan dalam urusan kami dan kuatkanlah pijakan kaki kami dan menangkanlah kami atas orang-orang kafir). Maka Allah datangkan pada mereka pahala dunia dan sebaik-baik pahala akhirat dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”

Doa ini memuat permohonan ampun atas dosa dan sikap berlebihan dalam urusan hidup.

Selain itu, doa tersebut juga berisi permohonan agar Allah menguatkan pijakan dan memberi pertolongan ketika menghadapi tekanan.

Seorang muslim dapat membaca doa ini ketika berada dalam fase hidup yang berat dan membutuhkan kekuatan untuk bertahan.

Zikir ini mengajarkan bahwa masalah hidup perlu dihadapi dengan taubat, keteguhan, dan harapan kepada pertolongan Allah SWT.

Zikir untuk menenangkan hati

Lima kalimat zikir tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberi tuntunan bagi seorang muslim dalam menghadapi musibah, tekanan, dan masalah hidup.

Kalimat-kalimat itu tidak hanya berisi permohonan, tetapi juga mengajarkan kepasrahan, kesabaran, pengakuan diri, serta keyakinan kepada rahmat Allah SWT.

Ikhtiar tetap harus dilakukan dengan cara yang benar dan rasional.

Namun, zikir dan doa dapat menjadi sumber ketenangan agar seorang muslim mampu mengambil langkah terbaik saat menghadapi ujian kehidupan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar