Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Meminta Hujan dari Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 8 Oktober 2026, 08:44 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com - Ketika hujan lama tidak turun dan masyarakat mengalami kekeringan, umat Islam dianjurkan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT. Salah satu bentuk ikhtiar tersebut adalah shalat istisqa, yakni shalat yang dilakukan untuk meminta hujan kepada Allah.

Selain melalui shalat istisqa, umat Islam juga dapat memanjatkan doa meminta hujan. Dalam sejumlah hadis sahih, Rasulullah SAW dicontohkan berdoa agar Allah menurunkan hujan ketika masyarakat mengalami kekeringan.

Doa Meminta Hujan yang Dicontohkan Rasulullah

Salah satu doa yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari adalah:

اللَّهُمَّ أَسْقِنَا، اللَّهُمَّ أَسْقِنَا، اللَّهُمَّ أَسْقِنَا

Latin:

Allahumma asqinaa, Allahumma asqinaa, Allahumma asqinaa.

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

Baca juga: Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin, Arti, dan Adab Saat Hujan

Doa tersebut disampaikan Rasulullah SAW ketika seorang laki-laki meminta beliau memohon kepada Allah agar menurunkan hujan karena kekeringan. Dalam riwayat tersebut, setelah Rasulullah SAW berdoa, hujan kemudian turun. 

Berikut hadis lengkapnya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ يَوْمَ جُمُعَةٍ، فَقَامَ النَّاسُ فَصَاحُوا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَحَطَ الْمَطَرُ وَاحْمَرَّتِ الشَّجَرُ وَهَلَكَتِ الْبَهَائِمُ، فَادْعُ اللَّهَ يَسْقِينَا‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ اللَّهُمَّ اسْقِنَا ‏"‏‏.‏ مَرَّتَيْنِ، وَايْمُ اللَّهِ مَا نَرَى فِي السَّمَاءِ قَزَعَةً مِنْ سَحَابٍ، فَنَشَأَتْ سَحَابَةٌ وَأَمْطَرَتْ، وَنَزَلَ عَنِ الْمِنْبَرِ فَصَلَّى، فَلَمَّا انْصَرَفَ لَمْ تَزَلْ تُمْطِرُ إِلَى الْجُمُعَةِ الَّتِي تَلِيهَا، فَلَمَّا قَامَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَخْطُبُ صَاحُوا إِلَيْهِ تَهَدَّمَتِ الْبُيُوتُ وَانْقَطَعَتِ السُّبُلُ، فَادْعُ اللَّهَ يَحْبِسُهَا عَنَّا‏.‏ فَتَبَسَّمَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَالَ ‏"‏ اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا ‏"‏‏.‏ فَكُشِطَتِ الْمَدِينَةُ، فَجَعَلَتْ تُمْطِرُ حَوْلَهَا وَلاَ تَمْطُرُ بِالْمَدِينَةِ قَطْرَةً، فَنَظَرْتُ إِلَى الْمَدِينَةِ وَإِنَّهَا لَفِي مِثْلِ الإِكْلِيلِ‏.‏

Artinya: Rasulullah SAW sedang menyampaikan khutbah pada hari Jumat. Tiba-tiba orang-orang berdiri, berteriak, dan berkata,

“Wahai Rasulullah SAW, hujan tidak turun sehingga terjadi kekeringan, pepohonan mengering, dan hewan-hewan ternak binasa. Maka berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan kepada kami.”

Rasulullah SAW kemudian berdoa dua kali:

“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”

Demi Allah, saat itu kami tidak melihat sedikit pun awan di langit. Tiba-tiba muncul awan, kemudian hujan pun turun. Rasulullah SAW turun dari mimbar dan melaksanakan shalat.

Setelah selesai shalat dan beliau kembali ke rumah, hujan masih terus turun hingga Jumat berikutnya.

Ketika Rasulullah SAW mulai menyampaikan khutbah Jumat, orang-orang kembali berteriak dan berkata kepada beliau,

“Rumah-rumah telah roboh dan jalan-jalan terputus. Maka berdoalah kepada Allah agar menghentikan hujan dari kami.”

Rasulullah SAW kemudian tersenyum dan berdoa:

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan janganlah menimpakannya kepada kami.”

Setelah itu, langit di atas Madinah menjadi cerah, sementara hujan tetap turun di daerah-daerah sekitar Madinah. Tidak setetes pun hujan turun di Madinah.

Aku kemudian memandang ke arah langit Madinah, dan tampak begitu cerah dan bersih, seperti sebuah mahkota yang melingkarinya.

Doa Meminta Hujan Saat Kekeringan

Memohon hujan dikenal dalam fikih sebagai istisqa. Praktik tersebut tidak hanya berupa doa secara pribadi, tetapi juga dapat dilakukan melalui shalat istisqa secara berjemaah.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW pernah keluar bersama masyarakat untuk memohon hujan. Beliau berdoa kepada Allah, menghadap kiblat, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat.

Kementerian Agama juga menjelaskan bahwa shalat istisqa menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.

Bagaimana Tata Cara Shalat Istisqa?

Berdasarkan hadis Shahih Bukhari, Rasulullah SAW pernah melaksanakan shalat istisqa sebanyak dua rakaat. Dalam pelaksanaannya, beliau menghadap kiblat dan berdoa memohon hujan.

Dalam riwayat lainnya, disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengangkat kedua tangan ketika berdoa dalam istisqa.

Shalat istisqa ini sebagai bentuk ikhtiar bersama umat Islam ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan turunnya hujan.

Doa Ketika Hujan Turun

Berbeda dengan doa meminta hujan sebelum hujan turun, terdapat pula doa yang dibaca ketika seseorang melihat hujan.

Rasulullah SAW membaca:

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Latin:

Allahumma shayyiban naafi'an.

Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat.”

Doa tersebut diriwayatkan dari Aisyah RA dalam Shahih Bukhari.

Karena itu, doa ini tepat dibaca ketika hujan mulai turun, bukan sebagai doa utama untuk meminta hujan saat terjadi kekeringan.

Jika Hujan Turun Terlalu Deras

Islam juga mengajarkan doa ketika hujan justru turun terlalu deras dan dikhawatirkan menimbulkan bahaya.

Rasulullah SAW pernah berdoa:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا

Latin:

Allahumma hawaalainaa wa laa 'alainaa.

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan janganlah menimpakannya kepada kami.”

Doa tersebut terdapat dalam Shahih Bukhari. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW memohon agar hujan dialihkan dari wilayah permukiman ketika hujan yang turun telah menyebabkan gangguan dan kerusakan.

Meminta Hujan Adalah Bentuk Ketergantungan kepada Allah

Hujan merupakan bagian dari rahmat Allah SWT dan memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, hewan, serta tumbuh-tumbuhan. Ketika hujan tidak turun dalam waktu lama, Islam mengajarkan umatnya untuk kembali memohon pertolongan kepada Allah.

Doa meminta hujan juga mengingatkan bahwa manusia memiliki keterbatasan. Ikhtiar secara lahiriah tetap dilakukan, tetapi hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.

Shalat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar tersebut. Dalam praktiknya, umat Islam berkumpul, berdoa, memohon ampun, dan meminta Allah menurunkan hujan yang membawa manfaat.

Dengan demikian, ketika menghadapi kekeringan, umat Islam dapat memperbanyak doa dan istighfar serta mengikuti tuntunan shalat istisqa sesuai tuntunan syariat.

Baca juga: Doa Meminta Hujan, Termasuk untuk Dibaca Saat Khutbah Shalat Istisqa

Ringkasannya

  • Saat meminta hujan:Allahumma asqinaa — “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”
  • Saat hujan turun:Allahumma shayyiban naafi'an — “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”
  • Saat hujan terlalu deras:Allahumma hawaalainaa wa laa 'alainaa — “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan kepada kami.”
  • Saat kekeringan: umat Islam dapat melakukan shalat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Aktual
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Aktual
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Aktual
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Aktual
3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
Aktual
PUI Kecam Serangan Houthi di Arab Saudi, Minta Pemerintah RI Lindungi Jemaah Umrah
PUI Kecam Serangan Houthi di Arab Saudi, Minta Pemerintah RI Lindungi Jemaah Umrah
Aktual
Rajin Beribadah, tetapi Mengganggu Tetangga? Ini Pesan Majelis Tabligh Muhammadiyah
Rajin Beribadah, tetapi Mengganggu Tetangga? Ini Pesan Majelis Tabligh Muhammadiyah
Aktual
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Aktual
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Aktual
PBNU dan DSN-MUI Bahas Bitcoin, Fatwa Aset Kripto Masih Dikaji
PBNU dan DSN-MUI Bahas Bitcoin, Fatwa Aset Kripto Masih Dikaji
Aktual
Kapolri Minta MUI Pusat Haramkan Vape, Waspadai Narkotika Cair Berkedok Rokok Elektrik
Kapolri Minta MUI Pusat Haramkan Vape, Waspadai Narkotika Cair Berkedok Rokok Elektrik
Aktual
Haruskah Pengantin Perempuan Hadir Saat Akad Nikah? Ini Penjelasan Fikih dan Aturannya
Haruskah Pengantin Perempuan Hadir Saat Akad Nikah? Ini Penjelasan Fikih dan Aturannya
Aktual
Muhammadiyah Bersiap Bangun SD di Mesir, Regulasi dan Pembiayaan Jadi Perhatian
Muhammadiyah Bersiap Bangun SD di Mesir, Regulasi dan Pembiayaan Jadi Perhatian
Aktual
Keutamaan Hari Rabu dalam Islam, Jangan Lewatkan Waktu Mustajab untuk Berdoa
Keutamaan Hari Rabu dalam Islam, Jangan Lewatkan Waktu Mustajab untuk Berdoa
Aktual
Hukum Sedekah dari Uang Korupsi dalam Islam, Benarkah Bisa Menghapus Dosa?
Hukum Sedekah dari Uang Korupsi dalam Islam, Benarkah Bisa Menghapus Dosa?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar