Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keistimewaan Hari Jumat: Sayyidul Ayyam dan Keutamaannya bagi Umat Islam

Kompas.com, 21 November 2025, 05:14 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Hari Jumat menempati posisi sangat istimewa dalam ajaran Islam dan dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau Rajanya Hari.

Sebutan tersebut menunjukkan kemuliaan hari Jumat di sisi Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Hari Jumat dipandang sebagai hari penuh berkah bagi umat Islam, bukan sekadar penanda akhir pekan.

Istilah Sayyidul Ayyam berasal dari bahasa Arab yang berarti “Rajanya Hari”.

Hari Jumat mendapat kedudukan itu karena memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh hari-hari lain.

Baca juga: Keutamaan Sedekah Jumat: Pahala Berlipat, Penghapus Dosa, dan Pembuka Rezeki

Hadis Nabi tentang Keutamaan Hari Jumat

Dilansir dari Antara, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa hari Jumat merupakan hari paling utama dan paling mulia dalam sepekan.

“Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam AS diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat,” demikian hadis riwayat Muslim.

Hadis tersebut menunjukkan keterkaitan hari Jumat dengan peristiwa penting sejak penciptaan Nabi Adam AS hingga terjadinya kiamat.

Hadis lain yang diriwayatkan Al-Imam al-Syafi’i dan Al-Imam Ahmad melalui Sa’ad bin ‘Ubadah mempertegas keutamaan hari Jumat.

“Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat, ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari raya Idulfitri, di dalam Jumat terdapat lima keutamaan,” demikian bunyi hadis tersebut.

Penjelasan itu memuat keutamaan penciptaan Nabi Adam AS, wafatnya Nabi Adam, waktu mustajab doa, hingga terjadinya kiamat pada hari Jumat.

Baca juga: Apakah Perempuan Boleh Sholat Jumat? Ini Jawaban Lengkap Berdasarkan Hadis dan Kitab Fikih

Keutamaan bagi Muslim yang Wafat pada Hari Jumat

Keistimewaan hari Jumat juga terkait dengan kemuliaan bagi seorang Muslim yang wafat pada hari atau malam Jumat.

Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan hadis dari Abdillah bin ‘Amr bin al-‘Ash yang menyebutkan bahwa seorang Muslim yang meninggal pada hari Jumat akan dijaga dari fitnah kubur.

“Tiada seorang Muslim yang mati di hari atau malam Jumat kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur,” demikian bunyi hadis tersebut.

Keutamaan Melaksanakan Shalat Jumat

Umat Islam laki-laki mendapatkan keutamaan besar ketika melaksanakan shalat Jumat sesuai tuntunan.

“Barangsiapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun,” demikian sabda Nabi Muhammad SAW.

Hadis ini menunjukkan besarnya nilai ibadah shalat Jumat bagi seorang Muslim.

Baca juga: 8 Amalan Hari Jumat yang Dianjurkan Rasulullah SAW, Penuh Keberkahan dan Pahala

Waktu Mustajab dan Pelipatgandaan Pahala

Hari Jumat dikenal sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa.

Umat Islam dianjurkan memohon hajat kepada Allah SWT selama permintaan tersebut bukan dosa serta tidak memutus silaturahmi.

Banyak ulama menjelaskan bahwa dosa seorang Muslim dapat diampuni pada hari Jumat melalui ibadah dan amalan saleh.

Pahala shalawat pada hari Jumat juga dilipatgandakan sehingga memperkuat amalan ibadah setiap Muslim.

Kesempatan Memperbaiki Diri

Hari Jumat menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan sunnah seperti membaca Alquran, bersedekah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Shalat Jumat sebagai ibadah wajib bagi laki-laki Muslim menjadi momen penting untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Hari Jumat memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh hari lain sehingga disebut sebagai Sayyidul Ayyam atau Rajanya Hari.

Hari ini menjadi momen bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah yang dilakukan dengan istiqamah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar