Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pendidikan ala Ponpes Al Umanaa: Kunci Menjawab Kegelisahan Generasi Muda

Kompas.com, 3 Desember 2025, 23:53 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Ustaz Mahdi Karim, Ketua Umum Yayasan Al Umanaa yang menaungi Pondok Pesantren Al Umanaa Sukabumi, sekaligus alumni PWK ITB 2009, menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana kepemimpinan lahir dari keberanian memikul amanah.

Hal itu disampaikan dalam Stadium Generale bertema “Membangun Ekosistem Pendidikan Berbasis Kepemimpinan dan Tanggung Jawab”, di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung Rabu (3/12/2025). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari mahasiswa dan umum.

Penulis buku Grow Up Faster: Seni Bertumbuh melalui Tanggung Jawab itu menegaskan bahwa pendidikan hari ini tidak cukup hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi membutuhkan ekosistem yang mendorong generasi muda untuk mengambil peran dan berani memimpin.

Baca juga: Keutamaan dan Cara Menjawab Adzan dengan Benar: Panduan Lengkap untuk Umat Islam

“Kepemimpinan sejati berakar pada karakter yang kuat, kesadaran diri, dan keberanian mengambil keputusan. Semuanya dibangun lewat kebiasaan memikul tanggung jawab sejak dini,” ujar Ustaz Mahdi di hadapan peserta, dilansir dari keterangan tertulis, Rabu (3/12/2025).

Al Umanaa dan Model Kepemimpinan Qurani

Gagasan yang dibawa Ustaz Mahdi terhubung erat dengan arah pendidikan di Pondok Pesantren Al Umanaa, Sukabumi, yang ia kelola bersama para alumni ITB.

Lembaga ini dikenal sebagai pencetak Pemimpin Qurani Masa Depan, generasi yang matang secara akademik, spiritual, emosional, dan sosial.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana model kepemimpinan Qurani mampu menjadi jawaban atas kegelisahan generasi muda yang sering kehilangan arah dan takut gagal.

Melalui contoh-contoh nyata di lingkungan pendidikan, ia mengajak peserta menjadikan tanggung jawab bukan beban, melainkan latihan bertumbuh.

Respons Mahasiswa: Idealisme Menguat, Stigma Terbantahkan

Antusiasme peserta terlihat dari ratusan wajah yang hadir, baik langsung maupun melalui siaran daring. Banyak mahasiswa mencatat, tersenyum, hingga mengangguk ketika menemukan poin-poin yang relevan dengan perjalanan mereka.

Salah satunya, M Luthfi Aunillah, mahasiswa yang mengaku materinya meneguhkan idealismenya.

“Saya percaya pendidikan bisa membangun daerah. Idealisme itu seperti dipertegas hari ini,” katanya.

Mahasiswa lainnya, Ival, menyebut sesi ini membuka pandangannya tentang stigma negatif terhadap aktivitas organisasi.

“Sering ada anggapan kalau aktif organisasi pasti nilai turun. Setelah sesi ini saya lebih tenang karena ternyata kuncinya ada di manajemen diri dan keberanian mencoba,” ujarnya.

ITB Beri Penghargaan untuk Kontribusi di Dunia Pendidikan

Pada akhir acara, ITB menyerahkan plakat penghargaan kepada Ustaz Mahdi Karim sebagai apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan dan kepemimpinan. Penghargaan itu diserahkan oleh Dr N Nurlaela Arief MBA.

Meski sederhana, penghargaan tersebut memiliki makna penting bagi Al Umanaa: bukti bahwa gagasan baik selalu menemukan ruang untuk tumbuh dan bahwa nilai kepemimpinan dapat disebarkan bukan hanya melalui buku, tetapi juga keteladanan.

Momentum Memperluas Dampak Pendidikan Berkarakter

Stadium Generale ini menjadi momentum bagi Al Umanaa untuk mempertegas komitmennya menyiapkan Pemimpin Qurani Masa Depan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Melalui kesempatan akademik seperti di ITB, nilai kepemimpinan, adab, dan tanggung jawab terus diperluas dampaknya ke lebih banyak kalangan.

Baca juga: Di Madinah, Menag Nasaruddin Umar Ajak Ulama Dunia Doakan Korban Bencana Sumatera

Acara ditutup dengan pesan yang terus terngiang di antara peserta: "Tanggung jawab adalah seni bertumbuh.”

Selama generasi muda berani memikulnya, cahaya kepemimpinan akan terus menyala—dari kampus, dari pesantren, hingga ke seluruh penjuru negeri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar