Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sambut Ramadhan, Baznas Fokus Bersihkan Masjid dan Siapkan Rumah Modular untuk Penyintas Bencana

Kompas.com, 17 Desember 2025, 22:59 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memfokuskan program pemulihan pascabencana dengan kegiatan bersih-bersih masjid di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah/2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan rumah ibadah tetap layak digunakan oleh masyarakat terdampak bencana.

Ketua Baznas RI KH Noor Achmad mengatakan kegiatan tersebut akan dilaksanakan bersama Kementerian Agama dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Menurut dia, perhatian terhadap rumah ibadah menjadi penting, terutama di wilayah yang masih berada dalam kondisi darurat dan pemulihan pascabencana.

Baca juga: Muhammadiyah Galang Gerakan Nasional Bantu Penyintas Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut

“Besok, Kamis 18 Desember, kami bersama Kementerian Agama ke daerah untuk memastikan pelaksanaan bersih-bersih masjid. Ini bagian dari ikhtiar agar masyarakat bisa menyambut Ramadhan dengan lebih nyaman,” ujar Noor Achmad dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Berdasarkan data sementara Pusat Pengendalian Operasi BNPB, tercatat lebih dari 160 masjid dan mushalla di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 25 November lalu.

Kondisi tersebut membuat sejumlah rumah ibadah membutuhkan penanganan segera agar dapat kembali difungsikan.

Selain masjid permanen, Baznas juga menerima aspirasi dari masyarakat di lokasi pengungsian yang membutuhkan fasilitas ibadah tambahan, khususnya tenda untuk shalat berjamaah.

Noor Achmad menyebut tenda yang selama ini disediakan Palang Merah Indonesia (PMI), Kementerian Sosial, dan BNPB telah membantu, namun kapasitasnya masih terbatas.

“Oleh karena itu, kami tengah mengkaji penyediaan tenda ibadah yang lebih memadai agar penyintas tetap bisa melaksanakan shalat berjamaah selama Ramadhan,” katanya.

Menurut Noor, pemenuhan kebutuhan spiritual masyarakat terdampak bencana merupakan bagian penting dari layanan kemanusiaan, seiring dengan pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, dan hunian sementara.

Baznas berkomitmen memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah puasa dan kegiatan keagamaan lainnya dengan layak.

100 Unit Rumah Modular

Dalam kesempatan yang sama, Baznas juga mengumumkan penyiapan 100 unit rumah modular bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar korban dapat segera memiliki hunian yang aman dan layak.

“Rumah modular ini kami siapkan sebagai solusi hunian sementara menuju pemulihan yang lebih permanen, khususnya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana,” ujar Noor Achmad.

Pembangunan rumah modular tahap awal akan difokuskan di wilayah terdampak paling parah, dengan komunikasi intensif dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Pemerintah Kota Sibolga.

Pemerintah daerah disebut telah menyiapkan lahan, sementara Baznas tengah membahas penyediaan jaringan listrik, air, dan fasilitas pendukung lainnya.

Baznas memastikan setiap unit rumah modular dibangun sesuai standar keamanan, dapat dirakit dengan cepat, serta dilengkapi fasilitas dasar seperti kamar tidur, ruang keluarga, dan sanitasi sehingga bisa langsung dihuni.

Baca juga: Ulama Aceh Desak Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional

Selain hunian, Baznas juga menjalankan berbagai program pemulihan sosial ekonomi, mulai dari layanan kesehatan, dapur umum, hingga distribusi bantuan logistik.

Hingga pertengahan Desember 2025, total bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan di wilayah Sumatera mencapai Rp 23,3 miliar dan menjangkau puluhan ribu penerima manfaat.

“Seluruh program pemulihan dikelola secara transparan dan akuntabel serta berfokus pada kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Melalui dukungan zakat, infak, dan sedekah masyarakat, kami berharap proses pemulihan korban bencana dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” tutup Noor Achmad.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar