Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Wanita Luar Biasa dalam Sejarah Islam: Teladan dan Inspirasi Muslimah

Kompas.com, 5 Januari 2026, 20:05 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Islam banyak melahirkan tokoh-tokoh luar biasa sepanjang perjalan sejarahnya. Tidak hanya didominasi laki-laki, ada pula tokoh wanita atau muslimah yang luar biasa dalam perjalanan sejarah Islam.

Para wanita luar biasa ini mempunyai peran penting dalam menyokong perkembangan Islam. Peran tersebut bisa dilakukan baik dari belakang layar maupun di depan layar.

Dengan keberanian, kecerdasan, kesetiaan, dan pengorbanan, para wanita ini tercatat dalam tinta emas sejarah Islam. Siapa saja mereka? Berikut beberapa diantaranya.

Baca juga: Khadijah binti Khuwailid: Perempuan Pertama yang Memeluk Islam

1. Khadijah Binti Khuwailid

Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama Rasulullah SAW. Ia adalah seorang janda kaya raya di Mekkah. Khadijah wanita yang luar biasa. Ketika Rasulullah SAW berada dalam kebingungan saat diangkat menjadi Utusan Allah, Khadijah adalah sosok yang mampu memberikan ketenangan dan solusi untuk suaminya.

Khadijah memperkuat perjuangan Rasulullah SAW dengan harta benda dan segenap jiwa raganya. Adanya Khadijah di samping Rasulullah SAW membuat semangat dalam berwakwah tak pernah padam dalam diri Rasulullah SAW.

Maka ketika Khadijah wafat, Rasulullah SAW sangat bersedih hati. Hingga tahun wafatnya Khadijah disebut dengan 'Amul Khuzni atau tahun kesedihan.

2. Aisyah Binti Abu Bakar

Aisyah binti Abu Bakar adalah istri Rasulullah SAW paling muda. Meskipun demikian, peran Aisyah sangat vital sepeninggal Khadijah. Ia setia mendampingi Rasulullah SAW dalam berbagai keadaan.

Keberadaan Aisyah sangat penting bagi umat Islam untuk mengabarkan aktivitas pribadi Rasulullah SAW dalam rumah tangga sehingga bisa diteladani oleh umat Islam. Aisyah merupakan istri Rasulullah SAW yang paling banyak meriwayatkan hadits.

Baca juga: Aisyah: Istri Nabi Muhammad SAW Paling Banyak Meriwayatkan Hadits

3. Fatimah Az Zahra

Fatimah Az Zahra adalah putri kesayangan Rasulullah SAW. Ia menjadi teladan dalam menghadapi kehidupan. Meskipun sebagai putri manusia paling mulia di dunia, Fatimah tetap hidup bersahaja. Bahkan acapkali kekurangan dalam hidupnya.

Dengan kondisi hidup yang berat, Fatimah tetap setia mendampingi suaminya, Ali bin Abi Thalib dalam perjuangan mengembangkan dakwah Islam.

4. Sumayyah Binti Khayyat

Sumayyah adalah seorang budak wanita milik Abu Hudzaifah bin Al Mughirah. Ia termasuk golongan awal yang masuk Islam bersama suami dan anaknya. Ia memegang teguh agama yang baru dikenalnya belum lama.

Resiko dari keislamannya adalah ia harus menghadapi siksaan yang keras dari tuannya. Namun ia tetap berpegang teguh pada keimanannya. Iman yang telah masuk ke dalam dirinya menjadi kekuatan luar biasa dalam menghadapi siksaan.

Baginya, siksaan itu tidak ada artinya dibandingkan kelezatan iman yang tertanam dalam dadanya. Sumayyah akhirnya menjadi syahidah pertama dalam Islam. Ia kokoh memegang Islam sampai akhir hayatnya.

Baca juga: Zaid bin Haritsah, Satu-satunya Sahabat Nabi yang Disebut Alquran

5. Nusaibah Binti Ka'ab

Nusaibah binti Ka'ab adalah seorang pejuang wanita yang tangguh. Ia berasal dari kalangan Anshar. ia terlibat dalam perang Uhud setelah saudaranya, Abdullah bin Ka'ab tewas di perang Badar.

Pada Perang Uhud, Nusaibah memperlihatkan keberanian dan jiwa rela berkorban. Di saat pasukan Islam kocar-kacir mendapat serangan pasukan kafir yang dipimpin Khalid bin Walid, ia segera merapat untuk melindungi Rasulullah SAW.

Dalam perang Uhud, Nusaibah mendapat 12 luka. Luka terbesar terletak di pundaknya. Perlu waktu kurang lebih satu tahun untuk memulihkan lukanya.

Nusaibah juga terlibat dalam perang Hunain dan perang Yamamah. Pada perang Yamamah, Nusaibah mendapat 11 luka dan tangannya terpotong.

6. Ummu Haram Binti Malhan

Ummu Haram binti Malhan merupakan wanita Anshar dari kalangan terhormat. Ia istri dari tokoh Madinah bernama Ubadah bin Shamit. saat Rasulullah SAW mampir ke rumahnya, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Sekelompok manusia dari umatku diperlihatkan kepadaku, mereka berperang di jalan Allah dengan berlayar di lautan sebagaimana raja-raja di atas pasukannya atau laksana para raja yang memimpin pasukannya."

Mendengar hal tersebut, Ummu Haram binti Malhan meminta doa Rasulullah SAW agar dapat menjadi bagian dari pasukan laut tersebut. Di bawah pimpinan Muawiyah bin Abu Sufyan, Ummu Haram turut menjadi pasukan angkatan laut tersebut.

Dalam perang Qubrus melawan Kekaisaran Bizantium, pasukan Islam memperoleh kemenangan. Namun Ummu Haram binti Malhan gugur dalam pertempuran tersebut.

Baca juga: Ketika Nabi Pergi, Umat Bertobat: Kisah Nabi Yunus AS

7. Hindun Binti Utbah

Hindun binti Utbah pada mulanya adalah musuh utama Islam. Ia istri dari pemimpin kaum kafir Quraisy Abu Sufyan bin Harb. Hindun adalah sosok dibalik kematian paman Rasulullah SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib.

Pada peristiwa Fathu Makkah, Hindun beserta suaminya akhirnya masuk Islam. Bukan karena keterpaksaan, saat itu ia benar-benar bisa melihat Islam dengan kejernihan hati.

Saat masuk Islam, Hindun pernah mengungkapkan bahwa sebelum masuk Islam, orang yang paling dibenci adalah Rasulullah SAW. Namun setelah masuk Islam, ia menjadikan Rasulullah SAW sebagai orang yang paling dicintai.

Hindun aktif membantu kaum muslimin, termasuk dalam peperangan. Ia memimpin kaum wanita untuk memberikan semangat dalam peperangan, terutama kiprahnya tercatat di Perang yarmuk saat menghadapi pasukan Romawi.

Baca juga: Kisah Tukang Sepatu Gagal Haji Namun Mendapat Predikat Haji Mabrur

8. Khaulah Binti Azwar

Khaulah binti Azwar merupakan seorang wanita pejuang sahabat Rasulullah SAW. Ia lahir dari keluarga pejuang Anshar. Sejak kecil ia sudah dilatih secara militer untuk bertempur dan menggunakan senjata.

Khaulah turut dalam beberapa pertempuran melawan Romawi. Tidak hanya sebagai prajurit biasa, ia juga memimpin pasukan wanita dalam perang Yarmuk dan berhasil membunuh salah satu komandan perang.

Dalam beberapa peperangan melawan Romawi, ia turut serta dalam pasukan Islam dan bertempur layaknya lelaki. 

Penutup

Sejarah emas Islam tidak hanya diukir oleh kaum lelaki, tetapi ada peran besar dari kaum wanita dalam sejarah perjuangan Islam.

Kiprah wanita dalam sejarah Islam tidak hanya di belakang layar. Tetapi ada pula yang tampil di garda terdepan untuk memperjuangkan Islam sampai titik darah penghabisan.  

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar