Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komplek Haji Indonesia di Arab Saudi Senilai Rp 8,33 Triliun, Berikut Fasilitasnya

Kompas.com, 13 Januari 2026, 14:59 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Upaya pemerintah Indonesia meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah memasuki babak baru.

Untuk pertama kalinya, Indonesia secara resmi memiliki aset properti di Arab Saudi yang dirancang khusus sebagai Komplek Haji Indonesia.

Proyek bernilai sekitar 500 juta dolar AS atau setara Rp 8,33 triliun ini digadang-gadang menjadi terobosan besar dalam sejarah penyelenggaraan haji nasional.

Langkah strategis tersebut tidak hanya mencerminkan keberhasilan diplomasi, tetapi juga komitmen negara dalam menghadirkan fasilitas yang lebih layak, terintegrasi, dan manusiawi bagi jutaan jemaah Indonesia yang setiap tahun menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Baca juga: RI Sukses Punya Kampung Haji di Mekkah, Poin Baru Pelayanan Haji

Pembangunan 13 Menara Hotel Tambahan untuk Jemaah Indonesia

Selain hotel yang telah dibeli, pemerintah juga mengamankan lahan seluas sekitar 5 hektare di depan kompleks Novotel Thakher.

Di atas lahan tersebut, Danantara merencanakan pembangunan 13 menara hotel tambahan yang seluruhnya diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia.

Jika seluruh menara selesai dibangun, total kapasitas akomodasi akan meningkat menjadi 6.025 kamar, yang mampu menampung lebih dari 23.000 jemaah haji dalam satu musim.

CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut pembelian hotel ini sebagai langkah awal untuk menghadirkan fasilitas pemondokan yang lebih layak dan terintegrasi bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Rosan menegaskan bahwa kendati prosesnya masih berlanjut, Indonesia telah melampaui fase awal yang sangat menentukan.

Melalui Danantara, pemerintah telah meneken conditional sales and purchase agreement, yaitu perjanjian jual beli yang bersifat bersyarat sebagai dasar kepemilikan awal.

“Indonesia sudah memulai langkah awal. Dengan kita, Alhamdulillah, sudah melakukan conditional sales and purchase agreement untuk pembelian bersyarat,” ujar Rosan, dilansir dari antaranews.com, Selasa (13/12026).

Baca juga: Presiden Prabowo Telepon MBS Bahas Kelanjutan Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah

Mall Eksklusif untuk Kebutuhan Jemaah Haji

Tidak hanya menyediakan akomodasi, kawasan Komplek Haji Indonesia juga akan dilengkapi satu pusat perbelanjaan (mall) yang dirancang khusus melayani kebutuhan jemaah Indonesia.

Mall ini akan menjadi bagian dari kawasan terintegrasi yang memudahkan jemaah memperoleh kebutuhan logistik, konsumsi, dan perlengkapan ibadah tanpa harus keluar jauh dari area penginapan.

Keberadaan mall ini diharapkan mengurangi kepadatan mobilitas jemaah sekaligus meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan.

Jembatan Al-Hujun, Akses Lebih Dekat ke Masjidil Haram

Salah satu fasilitas strategis yang akan dibangun adalah Jembatan Al-Hujun, berupa terowongan yang menghubungkan langsung kawasan Komplek Haji Indonesia dengan Masjidil Haram.

Keberadaan jembatan ini akan memangkas jarak tempuh jemaah menjadi sekitar 2,5 kilometer.

Jarak tersebut jauh lebih dekat dibandingkan lokasi pemondokan jemaah Indonesia selama ini yang berkisar antara 4,5 hingga 6 kilometer.

Pembangunan jembatan Al-Hujun ditargetkan rampung pada 2026, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan pada musim haji berikutnya.

Baca juga: Nusuk Hajj Dibuka, Saudi Mulai Pemilihan Paket Haji 2026 untuk Program Haji Langsung

Kepemilikan Resmi Berlaku Januari 2026

Meski pembelian hotel dan lahan telah diumumkan, status kepemilikan aset Kampung Haji Indonesia masih bersifat bersyarat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, sebagaimana dilansir antaranews.com menjelaskan bahwa ketentuan ini mengikuti regulasi kepemilikan properti di Arab Saudi.

Aset hotel dan lahan tersebut direncanakan resmi sepenuhnya menjadi milik Indonesia pada Januari 2026, setelah seluruh persyaratan hukum dipenuhi.

Keberhasilan ini disebut sebagai buah dari diplomasi pemerintah Indonesia yang berhasil membuka ruang kepemilikan aset negara asing di Arab Saudi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar