Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan 2026 Tinggal Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundurnya

Kompas.com, 14 Januari 2026, 17:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah semakin dekat. Memasuki pertengahan Januari 2026, pertanyaan mengenai “Ramadan tinggal berapa hari lagi?” mulai banyak dicari masyarakat.

Pertanyaan ini tidak hanya berkaitan dengan penentuan waktu puasa, tetapi juga menjadi penanda dimulainya persiapan ibadah, pengaturan agenda keluarga, hingga perencanaan mudik Lebaran.

Secara kalender Masehi, hari ini adalah Rabu, 14 Januari 2026. Lantas, berapa hari lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan?

Baca juga: Keutamaan Puasa Ramadhan Menurut Alquran dan Hadis

Posisi Waktu dalam Kalender Hijriah

Dalam penanggalan Hijriah, umat Islam saat ini masih berada di bulan Rajab 1447 H. Rajab termasuk salah satu bulan mulia yang sering dimaknai sebagai fase awal penyadaran spiritual.'

Di bulan ini, sebagian umat Islam mulai meningkatkan kualitas ibadah, seperti memperbanyak shalat sunnah, istighfar, dan puasa sunnah, sebagai persiapan menuju Ramadan.

Setelah Rajab, masih ada bulan Sya’ban yang secara tradisi dipahami sebagai masa transisi dan pemantapan ibadah sebelum memasuki bulan puasa.

Baca juga: Kapan 1 Ramadan 1447 H Versi Muhammadiyah? Resmi Ditetapkan 18 Februari 2026

Perkiraan Awal Ramadan 2026

Berdasarkan perhitungan astronomi dan kalender Hijriah global, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada:

Rabu, 18 Februari 2026, atau

Kamis, 19 Februari 2026

Perbedaan satu hari ini masih sangat mungkin terjadi, mengingat penetapan awal Ramadan di Indonesia akan ditentukan melalui Sidang Isbat oleh pemerintah dengan mempertimbangkan metode hisab dan rukyat.

Oleh karena itu, tanggal tersebut masih bersifat perkiraan hingga ada keputusan resmi.

Ramadan Tinggal Berapa Hari Lagi dari 14 Januari 2026?

Jika mengacu pada tanggal hari ini, 14 Januari 2026, maka hitung mundur menuju awal Ramadan dapat dihitung sebagai berikut:

Sisa Januari 2026: 17 hari

Awal Februari hingga pertengahan Februari: sekitar 18–19 hari

Dengan demikian, Ramadan 2026 diperkirakan tinggal sekitar 35–36 hari lagi dari hari ini. Artinya, waktu persiapan menuju bulan suci kini sudah masuk fase akhir dan semakin dekat.

Tahapan Waktu Menuju Ramadan 1447 H

Dalam rentang waktu sekitar satu bulan ke depan, umat Islam akan melewati beberapa momentum penting:

Baca juga: Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Sunnah atau Sekadar Tradisi?

Pertengahan Januari hingga akhir Januari 2026

Fase akhir bulan Rajab, sering dimanfaatkan untuk memperbaiki niat, menata ulang kebiasaan ibadah, serta mulai membangun konsistensi amal.

Awal Februari 2026

Memasuki bulan Sya’ban 1447 H, yang dikenal sebagai bulan Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah. Ini menjadi waktu ideal untuk melatih fisik dan mental sebelum Ramadan.

Pertengahan Februari 2026

Menjelang Nisfu Sya’ban yang secara sosial-religius sering dianggap sebagai penanda bahwa Ramadan sudah di ambang pintu.

18 atau 19 Februari 2026

Perkiraan awal puasa Ramadan, menunggu keputusan resmi Sidang Isbat.

Baca juga: Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H

Persiapan Ibadah Menjelang Ramadan

Dengan sisa waktu sekitar satu bulan, umat Islam dianjurkan mulai melakukan persiapan secara bertahap.

Salah satu yang utama adalah menyelesaikan utang puasa Ramadan sebelumnya, jika masih ada, sebelum memasuki bulan puasa berikutnya.

Selain itu, persiapan fisik dan mental juga menjadi perhatian. Mengatur pola tidur, menjaga kesehatan, serta mengurangi kebiasaan yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah puasa merupakan langkah yang kerap dilakukan.

Tak kalah penting, persiapan spiritual seperti memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, dan membiasakan sholat sunnah menjadi bekal agar Ramadhan dapat dijalani dengan lebih optimal dan bermakna.

Baca juga: Mengapa Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag dan BRIN

Menyambut Ramadan dengan Kesadaran

Meski kepastian awal Ramadan 1447 H masih menunggu keputusan resmi pemerintah, hitung mundur ini dapat menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan.

Ramadan bukan sekadar peristiwa tahunan, melainkan momentum pembaruan diri, peningkatan takwa, dan penguatan hubungan dengan Allah SWT.

Dengan Ramadan yang kian dekat, persiapan sejak dini baik ibadah, kesehatan, maupun pengaturan kehidupan sehari-hari—menjadi langkah penting agar bulan suci dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan penuh keberkahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Ribuan Pengasuh Ponpes di Kebumen Luncurkan “Pesantren Ramah Anak”
Aktual
Ramai Dana Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp 22 Miliar, Pemprov Jabar Benarkan dan Ini Rinciannya
Ramai Dana Pemeliharaan Masjid Al Jabbar Rp 22 Miliar, Pemprov Jabar Benarkan dan Ini Rinciannya
Aktual
Alasan Petugas Haji Yogyakarta Sengaja Bawa 10 Pasang Sandal Jepit untuk Jemaah di Tanah Suci
Alasan Petugas Haji Yogyakarta Sengaja Bawa 10 Pasang Sandal Jepit untuk Jemaah di Tanah Suci
Aktual
Kumpulan Prompt AI Undangan Walimatussafar Haji yang Mewah dan Elegan untuk Dibagikan di Media Sosial
Kumpulan Prompt AI Undangan Walimatussafar Haji yang Mewah dan Elegan untuk Dibagikan di Media Sosial
Aktual
Kemenhaj Jateng Beri Ide Unik Mahar Tiket Haji: Bernilai Manfaat, Hak Istri Tetap Aman Meski Cerai
Kemenhaj Jateng Beri Ide Unik Mahar Tiket Haji: Bernilai Manfaat, Hak Istri Tetap Aman Meski Cerai
Aktual
Kemenhaj Jateng Ungkap Alasan Ratusan Calon Jemaah Haji Jateng Mundur Tahun Ini
Kemenhaj Jateng Ungkap Alasan Ratusan Calon Jemaah Haji Jateng Mundur Tahun Ini
Aktual
Kisah Pasutri Lansia Asal Banjar, Berhasil Berangkat Haji Usai Menabung dari Hasil Bertani Padi dan Singkong
Kisah Pasutri Lansia Asal Banjar, Berhasil Berangkat Haji Usai Menabung dari Hasil Bertani Padi dan Singkong
Aktual
Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji
Menhaj Lantik PPIH Embarkasi 2026, Tekankan Layanan Inklusif untuk Jemaah Haji
Aktual
Gurun Saudi “Hidup” Kembali: Bunga Liar Bermekaran, Serangga Penyerbuk Kembali Bermunculan
Gurun Saudi “Hidup” Kembali: Bunga Liar Bermekaran, Serangga Penyerbuk Kembali Bermunculan
Aktual
Persiapan Kurban 2026: Intip Estimasi Harga Kambing dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Persiapan Kurban 2026: Intip Estimasi Harga Kambing dan Tips Memilih Hewan Terbaik
Aktual
Arab Saudi Siapkan 10 Jalur Darat untuk Haji dari Berbagai Negara
Arab Saudi Siapkan 10 Jalur Darat untuk Haji dari Berbagai Negara
Aktual
Kiswah Ka’bah Diangkat, Isyarat Dimulainya Perjalanan Haji 2026
Kiswah Ka’bah Diangkat, Isyarat Dimulainya Perjalanan Haji 2026
Aktual
Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan
Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan
Aktual
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com