Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ringkasan Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dalam Satu Malam

Kompas.com, 14 Januari 2026, 17:43 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Umat Islam akan memperingati Isra Miraj 1447 Hijriah pada 16 Januari 2026. Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali menelusuri peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad Saw, sebuah perjalanan spiritual yang sarat makna dan menjadi tonggak penting dalam ajaran Islam.

Isra Miraj merupakan peristiwa istimewa yang terjadi dalam satu malam atas kehendak Allah Swt.

Isra adalah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, sedangkan Miraj adalah kenaikan beliau menembus lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Peristiwa ini menjadi salah satu mukjizat terbesar yang hanya dialami langsung oleh Nabi Muhammad Saw. Dikutip dari buku Kisah Para Nabi dan Kisah dan Mukjizat 25 Nabi dan Rasul, berikut ringkasan kisah singkatnya.

Baca juga: Isi Libur Isra Miraj dengan Amalan Penuh Pahala dan Keberkahan

Awal Perjalanan Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa

Kisah Isra Miraj bermula ketika Rasulullah dibangunkan oleh Malaikat Jibril pada malam hari. Beliau kemudian diperlihatkan Buraq, makhluk tunggangan yang digambarkan memiliki kecepatan luar biasa.

Dengan Buraq itulah Rasulullah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa dalam waktu yang sangat singkat.

Setibanya di Masjidil Aqsa, Rasulullah melaksanakan salat dan menjadi imam bagi para nabi terdahulu.

Peristiwa ini menegaskan posisi Nabi Muhammad Saw sebagai penutup para nabi sekaligus pemimpin dalam risalah tauhid.

Baca juga: Ucapan Selamat Isra Miraj 2026 Sarat Doa untuk Orangtua

Perjalanan Miraj Menembus Langit

Dari Masjidil Aqsa, Rasulullah melanjutkan perjalanan Miraj bersama Malaikat Jibril. Beliau menaiki lapisan-lapisan langit dan di setiap tingkatan bertemu dengan para nabi serta menyaksikan berbagai tanda kebesaran Allah Swt.

Rasulullah bertemu Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Musa, dan nabi-nabi lainnya, juga melihat para malaikat dengan tugas-tugas yang mencerminkan keteraturan alam semesta.

Pengalaman spiritual ini menunjukkan bahwa seluruh ciptaan Allah berjalan dalam sistem yang rapi dan penuh hikmah, sekaligus memperkuat keyakinan Rasulullah dalam menyampaikan risalah kepada umat manusia.

Sidratul Muntaha dan Perintah Salat

Puncak perjalanan Miraj terjadi ketika Rasulullah mencapai Sidratul Muntaha, batas tertinggi yang tidak dapat dilampaui Malaikat Jibril.

Di tempat inilah Rasulullah menghadap Allah Swt secara langsung dan menerima perintah salat bagi umat Islam.

Salat menjadi inti dari peristiwa Isra Miraj, karena ibadah ini ditetapkan langsung oleh Allah tanpa perantara.

Hal tersebut menegaskan kedudukan salat sebagai ibadah utama dalam kehidupan seorang Muslim.

Baca juga: Doa Isra Miraj dan Amalan untuk Menguatkan Iman

Tokoh-Tokoh Penting dalam Peristiwa Isra Miraj

Tokoh utama dalam peristiwa ini tentu Nabi Muhammad Saw sebagai hamba pilihan yang diperjalankan Allah.

Malaikat Jibril berperan sebagai pendamping setia yang mengantar dan menjelaskan berbagai kejadian hingga batas Sidratul Muntaha.

Para nabi terdahulu hadir sebagai bagian dari perjalanan, menandai kesinambungan risalah kenabian.

Di bumi, sosok Abu Bakar Ash-Shiddiq memegang peranan penting. Ketika banyak orang meragukan kebenaran Isra Miraj, Abu Bakar justru membenarkannya tanpa ragu.

Sikap iman yang teguh inilah yang membuatnya mendapat gelar Ash-Shiddiq, simbol kejujuran dan keyakinan penuh terhadap Rasulullah.

Makna Isra Miraj bagi Umat Islam

Peringatan Isra Miraj bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi ajakan untuk merefleksikan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

Keimanan kepada kekuasaan Allah, keteladanan Rasulullah, serta komitmen menjaga salat sebagai ibadah utama menjadi pesan penting yang terus relevan sepanjang zaman.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar