Editor
KOMPAS.com - Musim dingin ekstrem kini menjadi ujian bagi warga Gaza Utara. Suhu udara yang turun drastis memperparah penderitaan para pengungsi di sana.
Mereka saat ini hanya bertahan hidup di dalam tenda-tenda darurat. Kondisi ini bisa membahayakan fisik, terutama bagi kelompok rentan.
Merespons situasi krisis tersebut, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bergerak menyalurkan bantuan.
Baca juga: MUI Kecam Israel Larang Organisasi Kemanusiaan Beroperasi di Gaza
Tim relawan membagikan paket selimut musim dingin kepada keluarga pengungsi.
Bantuan ini difokuskan untuk melindungi anak-anak, lansia, dan kaum ibu. Kehadiran ratusan selimut hangat ini diharapkan mampu mencegah risiko hipotermia.
Selain itu, bantuan ini menjadi benteng pertahanan dari penyakit akibat cuaca dingin.
Realisasi program kemanusiaan ini bersinergi mitra strategis BMH, yakni PT Indo Anata Development.
Laznas BMH menyampaikan apresiasi kepada Mazz Reza Pranata, selaku pemilik perusahaan.
"Komitmen beliau telah menghadirkan perlindungan dasar yang sangat krusial bagi warga Palestina. Semoga kebaikan ini mendatangkan berkah, juga mendatangkan kehangatan bagi saudara kita di Palestina," ungkap Supendi, Dirut BMH, Rabu (7/1/2026), dalam keterangan tertulis yang diterima.
Baca juga: IZI Kirim 189,7 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza lewat Mesir
Kini, setiap helai selimut itu menjadi penghangat raga sekaligus hati para pengungsi. Ikhtiar ini diharapkan menjadi jalan kebaikan yang pahalanya terus mengalir.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.