Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Greenland Disebut dalam Al Quran? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kompas.com, 15 Januari 2026, 13:18 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mencaplok Greenland menjadi isu yang sedang ramai saat ini.

Ramainya isu itu kemudian membuat sebagian orang penasaran dengan kawasan daratan es tersebut. Bahkan isu ini memantik rasa ingin tahu sebagian orang, terutama muslim, tentang apakah Greenland disebut dalam Al Quran?

Pulau es raksasa di Kutub Utara itu kerap dikaitkan dengan ayat-ayat tentang fenomena alam ekstrem, perjalanan tokoh besar, hingga tanda-tanda kekuasaan Allah di bumi.

Baca juga: Ramadhan Datang Senyap, Pergi Terlalu Cepat: Mengapa Bulan Suci Selalu Terasa Singkat?

Namun, benarkah ada rujukan langsung tentang Greenland dalam kitab suci umat Islam?

Tidak Disebut Secara Eksplisit

Secara teks dan kajian tafsir, Al Quran tidak pernah menyebut Greenland secara langsung, baik dari sisi nama, lokasi, maupun ciri geografis spesifik yang dapat dipastikan merujuk pada wilayah tersebut.

Para ulama tafsir klasik seperti Ibnu Katsir, Al-Tabari, Al-Qurthubi, hingga mufasir kontemporer sepakat bahwa Al Quran bukan kitab geografi, melainkan kitab petunjuk yang menggunakan alam sebagai sarana perenungan (tadabbur).

Artinya, setiap upaya mengaitkan Greenland dengan ayat tertentu harus ditempatkan sebagai refleksi ilmiah, bukan tafsir definitif.

Mengapa Greenland Sering Dikaitkan?

Meski tidak disebut secara eksplisit, ada beberapa tema Al Quran yang membuat sebagian orang mengaitkannya dengan wilayah ekstrem seperti Greenland.

1. Fenomena Siang dan Malam Ekstrem

Greenland dikenal mengalami siang yang sangat panjang di musim panas dan malam yang sangat lama di musim dingin.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an tentang pergantian siang dan malam, seperti:

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam…” (QS. Ali Imran: 27)

Ayat ini dipahami para ulama sebagai tanda kekuasaan Allah yang berlaku universal, termasuk di wilayah kutub, meski tidak menunjuk lokasi tertentu.

2. Hujan Es dan Fenomena Dingin

Dalam QS. An-Nur ayat 43, Al-Qur’an menyebut hujan es yang turun dari “gunung-gunung di langit”, yang oleh ilmuwan modern dipahami sebagai awan besar pembentuk es.

Sebagian penulis populer kemudian mengaitkannya dengan:

  • salju
  • es
  • wilayah bersuhu ekstrem seperti Greenland

Namun, kembali ditegaskan, ini adalah pendekatan sains modern, bukan penafsiran klasik yang mengarah ke satu wilayah tertentu.

3. Kisah Dzulqarnain

Kisah perjalanan Dzulqarnain dalam QS. Al-Kahfi ayat 83–98 juga sering menjadi bahan spekulasi. Ia disebut melakukan perjalanan ke barat dan timur yang jauh.

Sebagian teori modern mencoba menghubungkannya dengan wilayah utara atau daerah bersalju.

Akan tetapi, tidak ada satu pun tafsir otoritatif yang menyebut Greenland sebagai lokasi perjalanan tersebut.

Tafsir vs Tadabbur

Penting membedakan dua hal:

Tafsir: penjelasan ayat berdasarkan dalil, bahasa, dan riwayat

Tadabbur: perenungan makna ayat dalam konteks kehidupan dan alam semesta

Mengaitkan Greenland dengan ayat Al-Qur’an lebih tepat ditempatkan sebagai tadabbur, bukan tafsir. Artinya, sah sebagai renungan keimanan, tetapi tidak boleh dijadikan klaim teologis atau “bukti” tekstual.

Alam sebagai Tanda, Bukan Peta

Al-Qur’an berkali-kali mengajak manusia memperhatikan alam:

  • langit
  • bumi
  • pergantian waktu
  • perbedaan iklim

Semua itu dimaksudkan agar manusia mengenal kebesaran Allah, bukan untuk menetapkan koordinat geografis tertentu.

Greenland, dengan es abadinya, siang tanpa malam, dan malam tanpa siang, justru menjadi contoh nyata bagaimana ayat-ayat kauniyah (tanda alam) terus berbicara lintas zaman.

Baca juga: Sekolah di Abu Dhabi Larang Siswa Bawa Bekal Sosis hingga Mi Instan

Kesimpulan

- Greenland tidak disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an

-Tidak ada tafsir sahih yang menunjuk Greenland secara langsung

- Keterkaitan yang beredar bersifat reflektif dan ilmiah

- Al-Qur’an mengajarkan membaca alam sebagai tanda kekuasaan Allah

Alih-alih mencari nama tempat, Al-Qur’an mengajak manusia memahami makna di balik penciptaan—termasuk di wilayah paling ekstrem di bumi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar