Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Isra Miraj Dilakukan Malam Hari? Ini Penjelasan Alquran

Kompas.com, 15 Januari 2026, 15:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah kenabian Nabi Muhammad SAW.

Dalam waktu yang sangat singkat, Rasulullah diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, lalu dilanjutkan dengan Mi’raj hingga Sidratul Muntaha.

Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah mengapa peristiwa agung ini justru terjadi pada malam hari?

Jawaban atas pertanyaan tersebut tidak sekadar bersifat kronologis, tetapi mengandung dimensi teologis, spiritual, dan simbolik yang mendalam. Al-Qur’an secara tegas menekankan aspek waktu ini dalam Surat Al-Isra ayat 1.

Allah SWT berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

"Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr(u)."

Artinya: “Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami.” (QS. Al-Isra: 1)

Baca juga: Pertanyaan tentang Isra Miraj yang Jarang Dibahas dalam Sejarah Islam

Makna “Lailan”: Malam yang Singkat dan Penuh Keistimewaan

Dalam Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa penggunaan kata lailan (malam hari) dalam bentuk isim nakirah (tidak ditentukan) mengandung dua makna penting.

Pertama, menunjukkan bahwa peristiwa Isra terjadi hanya dalam sebagian kecil dari malam, menegaskan sifat mukjizatnya.

Kedua, penegasan ini menutup kemungkinan penafsiran simbolik semata, karena Al-Qur’an secara eksplisit menyebut waktu terjadinya peristiwa tersebut secara faktual.

Lebih jauh, Quraish Shihab menegaskan bahwa malam dalam tradisi spiritual Islam bukan sekadar ketiadaan cahaya, melainkan waktu paling hening untuk menerima pengalaman ilahiah.

Dalam keheningan malam, kesadaran manusia berada pada titik paling jujur dan terbuka terhadap tanda-tanda ketuhanan.

“Asra”: Isyarat Perjalanan Ilahi

Kata kerja asrā dalam ayat tersebut secara etimologis berarti “melakukan perjalanan di malam hari”.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, pemilihan kata ini menegaskan bahwa Isra bukan mimpi atau pengalaman batin semata, melainkan perjalanan nyata yang terjadi dengan kehendak dan kekuasaan Allah.

Ibnu Katsir dalam karyanya Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm menjelaskan bahwa Allah memulai ayat ini dengan kata subḥāna sebagai bentuk pensucian diri-Nya dari segala keterbatasan logika manusia.

Dengan kata lain, jika peristiwa ini terasa mustahil menurut akal, maka hal itu justru menegaskan kemahakuasaan Allah SWT.

Baca juga: Peristiwa Isra Miraj Lengkap: Tahun Kesedihan hingga Perintah Sholat

Malam sebagai Waktu Kedekatan Spiritual

Dalam buku “Fi Zhilalil Qur’an” karya Sayyid Qutb, dijelaskan bahwa malam memiliki posisi istimewa dalam relasi antara hamba dan Tuhannya.

Banyak ibadah utama dianjurkan pada malam hari, seperti qiyamul lail, tahajud, dan munajat. Oleh karena itu, Isra Miraj yang sarat pengalaman spiritual dilakukan pada waktu yang paling sesuai dengan jiwa ibadah dan penghambaan total.

Penggunaan istilah ‘abdihī (hamba-Nya) dalam ayat ini juga ditekankan oleh para mufasir sebagai penegasan bahwa kemuliaan Nabi Muhammad justru terletak pada sifat kehambaannya.

Dalam keadaan paling sunyi malam hari seorang hamba dipilih untuk menerima pengalaman paling agung.

Baca juga: Isra Miraj Biasanya Ngapain? Ini Kegiatan dan Amalan yang Dianjurkan

Dimensi Psikologis dan Penguatan Kenabian

Menurut Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, peristiwa Isra Miraj terjadi pada fase berat dalam kehidupan Rasulullah, setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.

Malam menjadi simbol penghiburan ilahi, tempat Allah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya untuk meneguhkan hati Rasulullah dalam menghadapi penolakan dan tekanan kaumnya.

Pengalaman melihat kebesaran ciptaan Allah, bertemu para nabi terdahulu, hingga menerima perintah salat lima waktu, menjadi bekal spiritual yang sangat kuat.

Hal ini menegaskan bahwa malam bukan hanya waktu perjalanan fisik, tetapi juga ruang transformasi batin bagi Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, Isra Miraj dilakukan pada malam hari bukan tanpa alasan. Malam dipilih karena ia adalah waktu keheningan, kedekatan, dan kesiapan spiritual tertinggi seorang hamba.

Surat Al-Isra ayat 1, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kitab tafsir klasik dan kontemporer, memperlihatkan bahwa dimensi waktu dalam Isra Miraj adalah bagian tak terpisahkan dari pesan keimanan yang ingin ditegaskan Allah SWT kepada umat manusia.

Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan luar biasa, melainkan undangan refleksi bagi umat Islam untuk kembali menemukan makna ibadah, khususnya salat, dalam keheningan dan kesadaran yang lahir dari kedekatan dengan Allah.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar