Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Syaban, Ibadah Sunnah yang Dicintai Rasulullah Menjelang Ramadan

Kompas.com, 20 Januari 2026, 09:14 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS. com - Umat Islam memasuki bulan Syaban 1447 Hijriah dengan semangat memperbanyak amal saleh sebagai persiapan spiritual menuju Ramadan.

Syaban bukan sekadar bulan transisi, tetapi memiliki kedudukan khusus dalam tradisi ibadah Islam.

Salah satu amalan yang paling dianjurkan pada bulan ini adalah puasa sunnah,yang secara konsisten dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam berbagai riwayat hadis dan kitab klasik, puasa Syaban disebut sebagai ibadah yang sarat nilai keutamaan, baik dari sisi spiritual, pembinaan diri, maupun persiapan fisik dan mental menjelang bulan suci.

Kedudukan Bulan Syaban dalam Islam

Bulan Syaban berada di antara Rajab dan Ramadan. Posisi ini membuat Syaban kerap luput dari perhatian sebagian umat. Padahal, Rasulullah SAW justru memberikan perhatian besar terhadap bulan ini.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Sayyidah Aisyah RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah sebanyak puasa beliau di bulan Syaban. Bahkan, pada beberapa kesempatan, Nabi hampir mengisi seluruh hari Syaban dengan puasa.

Para ulama menjelaskan bahwa Syaban merupakan masa persiapan ruhani. Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif karya Imam Ibnu Rajab al-Hanbali, disebutkan bahwa Syaban berfungsi sebagai “latihan spiritual” agar seorang Muslim memasuki Ramadan dalam kondisi iman yang stabil dan jiwa yang terlatih menahan hawa nafsu.

Baca juga: Amalan Syaban: Persiapan Spiritual Menyambut Ramadan

Puasa Syaban dalam Perspektif Ulama 

Ulama besar, Syekh Nawawi al-Bantani, menjelaskan keutamaan puasa Syaban dalam kitab Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadiîn.

Dalam cetakan Dârul Fikr Beirut halaman 197, beliau menyebutkan bahwa puasa Syaban termasuk ibadah sunnah yang sangat dicintai Rasulullah SAW.

Syekh Nawawi menegaskan bahwa kecintaan Nabi terhadap Syaban menjadi dasar keutamaan puasa pada bulan tersebut.

Menurut beliau, orang yang membiasakan puasa Syaban akan memperoleh syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Penjelasan ini memperlihatkan bahwa puasa Syaban bukan hanya berdimensi ibadah fisik, tetapi juga memiliki implikasi eskatologis dalam kehidupan akhirat.

Alasan Rasulullah Memperbanyak Puasa di Bulan Syaban

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam An-Nasa’i, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Syaban adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, Nabi menyukai amal tersebut diangkat dalam keadaan beliau sedang berpuasa.

Para ulama tafsir dan hadis memaknai pernyataan ini sebagai bentuk kesadaran spiritual Rasulullah bahwa momentum Syaban adalah waktu evaluasi amal tahunan. Puasa menjadi sarana penyucian diri agar laporan amal disertai kondisi ruhani yang bersih.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq juga disebutkan bahwa puasa Syaban memiliki fungsi psikologis dan spiritual sebagai jembatan transisi menuju Ramadan, sehingga tubuh dan jiwa tidak mengalami kejutan ibadah yang mendadak.

Baca juga: Amalan Malam Nisfu Syaban: Mengetuk Pintu Ampunan di Bulan yang Sering Terlupakan

Tata Cara dan Niat Puasa Syaban

Puasa Syaban dilaksanakan sebagaimana puasa sunnah pada umumnya. Niat dapat dilakukan sejak malam hari atau pada siang hari sebelum waktu zawal, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Lafal niat yang biasa digunakan adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma sya’bâna lillâhi ta’âlâ

Artinya: “Saya niat puasa Syaban karena Allah Ta’ala.”

Setelah niat, dianjurkan makan sahur meskipun dalam jumlah sedikit. Rasulullah SAW menegaskan bahwa sahur mengandung keberkahan.

Selama berpuasa, seorang Muslim tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, serta perilaku dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai pahala puasa.

Saat waktu maghrib tiba, umat Islam dianjurkan menyegerakan berbuka puasa sebagaimana sunnah Rasulullah SAW.

Hubungan Puasa Syaban dengan Malam Nisfu Syaban

Syaban juga dikenal dengan keberadaan malam Nisfu Syaban yang jatuh pada pertengahan bulan.

Dalam sejumlah riwayat, malam ini disebut sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa malam Nisfu Syaban termasuk malam yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah seperti doa, zikir, dan shalat sunnah. Puasa di siang harinya menjadi pelengkap kesempurnaan ibadah malam tersebut.

Korelasi antara puasa dan ibadah malam ini menunjukkan bahwa Syaban bukan hanya tentang satu amalan, tetapi membentuk ekosistem spiritual yang utuh.

Baca juga: Doa Masuk Bulan Syaban, Menyiapkan Hati Menyambut Ramadhan

Puasa Syaban sebagai Persiapan Menuju Ramadan

Secara sosiologis dan spiritual, puasa Syaban berfungsi sebagai tahap adaptasi sebelum memasuki Ramadan.

Dalam buku Madarijus Salikin karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, disebutkan bahwa kebiasaan ibadah sebelum momentum besar akan memperkuat konsistensi amal saat puncak ibadah tiba.

Puasa Syaban membantu umat Islam menata ulang disiplin ibadah, melatih kesabaran, serta membangun kesiapan mental agar Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi momentum transformasi diri.

Puasa Syaban merupakan ibadah sunnah yang memiliki dasar kuat dalam hadis Nabi, pendapat ulama, serta praktik generasi salaf.

Keutamaannya tidak hanya terletak pada pahala, tetapi juga pada fungsi pembinaan spiritual dan persiapan menuju Ramadan.

Dengan menghidupkan puasa Syaban, umat Islam diajak meneladani Rasulullah SAW, membersihkan jiwa, serta mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan kualitas iman yang lebih matang dan kesadaran ibadah yang lebih mendalam.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar