Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Sya’ban Menurut Hadis dan Ulama, Latihan Menuju Ramadhan

Kompas.com, 25 Januari 2026, 20:05 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Menjelang datangnya bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun spiritual, agar ibadah yang dijalani dapat berlangsung secara optimal.

Persiapan tersebut tidak terbatas pada kesiapan jasmani, tetapi juga mencakup penguatan rohani sebagai bekal menjalani rangkaian ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk dan berkesinambungan.

Salah satu bentuk persiapan yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW adalah memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban sebagai pengantar menuju Ramadhan.

Baca juga: Puasa Syaban Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkap 2026

Anjuran tersebut memiliki dasar kuat karena bersumber dari hadis-hadis sahih yang diriwayatkan para perawi tepercaya dalam literatur Islam klasik.

Dilansir dari laman MUI, Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah RA meriwayatkan kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa sunnah pada bulan Sya’ban dibandingkan bulan-bulan lainnya.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Artinya, Rasulullah SAW tidak pernah menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain Ramadhan, tetapi beliau paling banyak melaksanakan puasa sunnah pada bulan Sya’ban (HR Bukhari).

Keterangan tersebut diperkuat oleh riwayat lain yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW hampir berpuasa penuh sepanjang bulan Sya’ban.

لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Artinya, Nabi Muhammad SAW tidak pernah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak dibandingkan bulan Sya’ban karena beliau hampir berpuasa sepanjang bulan tersebut (HR Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan sejumlah hadis tersebut, mayoritas ulama fikih dari mazhab Hanafiyah, Malikiyah, dan Syafi’iyah sepakat bahwa puasa di bulan Sya’ban hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan.

Pandangan ini tercantum dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah yang menjadi rujukan penting dalam kajian hukum Islam kontemporer.

ذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ الْحَنَفِيَّةُ وَالْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ إِلَى اسْتِحْبَابِ صَوْمِ شَهْرِ شَعْبَانَ، لِمَا رَوَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهَا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ. وَعَنْهَا قَالَتْ: كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ، بَل كَانَ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ

Artinya, mayoritas ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, dan Syafi’iyah menganjurkan puasa di bulan Sya’ban berdasarkan riwayat Sayyidah Aisyah RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW paling banyak berpuasa pada bulan tersebut (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, jilid 28, halaman 95).

Baca juga: Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan, Bolehkah Digabung?

Selain memiliki dasar hukum yang kuat, puasa Sya’ban juga mengandung hikmah sebagai sarana latihan fisik dan spiritual sebelum memasuki puasa Ramadhan.

Imam Az-Zarqani menjelaskan bahwa puasa Sya’ban berfungsi sebagai bentuk pembiasaan agar seseorang tidak merasa berat saat menjalani puasa Ramadhan.

وَقَدْ قِيلَ فِي صَوْمِ شَعْبَانَ مَعْنًى آخَرُ: وَهُوَ أَنَّ صِيَامَهُ كَالتَّمْرِينِ عَلَى صِيَامِ رَمَضَانَ، لِئَلَّا يَدْخُلَ فِي صِيَامِهِ عَلَى مَشَقَّةٍ وَكُلْفَةٍ، بَلْ يَكُونَ قَدْ تَمَرَّنَ عَلَى الصِّيَامِ وَاعْتَادَهُ، وَوَجَدَ بِصِيَامِ شَعْبَانَ قَبْلَ رَمَضَانَ حَلَاوَةَ الصَّوْمِ وَلَذَّتَهُ، فَيَدْخُلَ فِي صِيَامِ رَمَضَانَ بِقُوَّةٍ وَنَشَاطٍ

Artinya, puasa Sya’ban menjadi latihan agar seseorang terbiasa berpuasa dan merasakan kenikmatannya sebelum memasuki Ramadhan sehingga ibadah dapat dijalani dengan kekuatan dan semangat (Syarh Az-Zarqani, jilid 11, halaman 287).

Puasa Sya’ban juga disebut memiliki keutamaan besar, termasuk harapan memperoleh syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Syekh Nawawi Al-Bantani menegaskan keutamaan tersebut dalam salah satu karya klasiknya.

وَالثَّانِي عَشَرَ صَوْمُ شَعْبَانَ، لِحُبِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ نَالَ شَفَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya, puasa Sya’ban termasuk puasa sunnah yang dicintai Rasulullah SAW dan orang yang mengerjakannya akan memperoleh syafaat beliau di hari kiamat (Nihayah Az-Zain fi Irsyad Al-Mubtadiin, jilid 1, halaman 197).

Baca juga: Puasa Syaban, Ibadah Sunnah yang Dicintai Rasulullah Menjelang Ramadan

Secara praktik, tata cara puasa sunnah Sya’ban tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya dan dimulai dengan niat di dalam hati yang dianjurkan dilafalkan.

نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya, niat puasa Sya’ban dilakukan karena Allah Ta’ala.

Niat puasa sunnah Sya’ban dapat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum matahari tergelincir dengan syarat belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.

Berdasarkan penjelasan tersebut, puasa sunnah di bulan Sya’ban memiliki kedudukan penting sebagai amalan persiapan menuju Ramadhan yang didukung dalil sahih dan pandangan mayoritas ulama.

Menghidupkan bulan Sya’ban dengan puasa sunnah dan ibadah lainnya menjadi langkah tepat agar Ramadhan dapat dijalani dengan kesiapan fisik, kekuatan spiritual, dan semangat yang lebih terjaga.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar