Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nisfu Syaban Kapan 2026? Cek Jadwal Lengkap dan Hitungannya

Kompas.com, 26 Januari 2026, 14:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan Ramadan, umat Islam kembali dipertemukan dengan salah satu malam yang memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Hijriah, yaitu malam Nisfu Syaban.

Momen ini kerap dimaknai sebagai waktu introspeksi, memperbanyak doa, serta memperkuat persiapan spiritual sebelum memasuki bulan puasa.

Tak heran, pencarian tentang jadwal malam Nisfu Syaban 2026 mulai meningkat. Banyak muslim ingin memastikan waktu pelaksanaannya agar tidak terlewat menjalankan amalan yang dianjurkan.

Baca juga: Simak Tradisi Warga Makkah Hidupkan Malam Nisfu Syaban

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026?

Mengacu Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag) RI, tanggal 15 Syaban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Dalam sistem kalender Islam, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam.

Artinya, malam Nisfu Syaban 2026 dimulai pada:

Senin, 2 Februari 2026 setelah waktu Maghrib

Berakhir pada Selasa, 3 Februari 2026 hingga Maghrib

Dengan demikian, umat Islam sudah dapat memulai rangkaian ibadah malam Nisfu Syaban sejak Senin petang.

Baca juga: Kapan Puasa Sya’ban dan Jadwal Nisfu Sya’ban 2026, Info Resmi NU & Kalender Hijriah

Berapa Hari Lagi Menuju Malam Nisfu Syaban 2026?

Jika dihitung dari hari ini, Senin, 26 Januari 2026, maka malam Nisfu Syaban tinggal berjarak 7 hari lagi.

Hitungan ini menjadi pengingat bahwa waktu persiapan semakin sempit, sementara kesempatan meraih keutamaan semakin dekat.

Bagi sebagian umat Islam, hitung mundur ini menjadi momentum untuk memperbaiki niat, merapikan agenda ibadah, serta menyiapkan hati menyambut malam penuh rahmat.

Makna Nisfu Syaban dalam Tradisi Islam

Secara bahasa, nisfu berarti pertengahan. Nisfu Syaban merujuk pada pertengahan bulan Syaban yang berada tepat di antara dua bulan besar, Rajab dan Ramadan.

Dalam konteks spiritual, Syaban disebut para ulama sebagai bulan latihan ruhani sebelum memasuki Ramadan.

Dalam buku Menghidupkan Bulan Syaban karya KH. Ahmad Muwafiq, dijelaskan bahwa Syaban adalah masa transisi spiritual, di mana umat Islam diajak memperkuat kedekatan kepada Allah sebelum memasuki fase puncak ibadah di bulan puasa.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

“Yā ayyuhalladzīna āmanut taqullāha wa l-tanzhur nafsum mā qaddamat lighad.”

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok." (QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini sering dijadikan dasar pentingnya muhasabah, termasuk pada momentum malam Nisfu Syaban.

Baca juga: Kapan Malam Nisfu Sya’ban 2026? Ini Tanggal, Keutamaan, dan Amalannya

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Sejumlah literatur klasik dan kontemporer menyebut malam Nisfu Syaban sebagai malam penuh rahmat.

Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan bahwa banyak ulama menganjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan shalat malam pada pertengahan Syaban.

Salah satu keutamaan yang banyak disebut adalah turunnya ampunan Allah SWT kepada hamba-Nya. Dalam hadis riwayat Al-Baihaqi dan An-Nasa’i, Rasulullah SAW bersabda:

“Yattali‘ullāhu tabāraka wa ta‘ālā ilā khalqihī fī lailatin nisfi min Sya‘bān, fayaghfiru lijamī‘i khalqihī illā limusyrikin aw musyāhin.”

Artinya: "Allah melihat seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu mengampuni semuanya kecuali orang musyrik dan orang yang menyimpan permusuhan."

Hadis ini menjadi dasar mengapa malam Nisfu Syaban sering dimanfaatkan untuk membersihkan hati dari dendam dan kebencian.

Waktu Mustajab untuk Memanjatkan Doa

Beberapa ulama menyebut Nisfu Syaban sebagai salah satu waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak munajat.

Dalam kitab Maslakul Akhyar karya Syekh Sayyid Utsman bin Yahya, dijelaskan tradisi ulama Nusantara yang membaca doa-doa khusus pada malam ini sebagai bentuk harapan akan perubahan nasib ke arah yang lebih baik.

Secara substansi, doa-doa tersebut menekankan permohonan ampunan, kelapangan rezeki, kesehatan, serta keteguhan iman.

Baca juga: Doa Malam Nisfu Syaban Lengkap Teks Arab, Latin, dan Artinya

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Nisfu Syaban

Para ulama tidak menetapkan ritual baku yang bersifat wajib. Namun, beberapa amalan dianjurkan sebagai bentuk penghidupan malam tersebut, antara lain memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, shalat malam, dan berdoa.

Dalam buku Romadhoniat karya Buya Yahya, disebutkan bahwa inti amalan Nisfu Syaban adalah memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Karena itu, selain ibadah personal, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah dan memaafkan kesalahan orang lain.

Baca juga: Mengapa Nisfu Syaban Baca Yasin 3 Kali? Ini Penjelasannya

Momentum Persiapan Menuju Ramadan

Malam Nisfu Syaban juga sering dimaknai sebagai “gerbang spiritual” menuju Ramadan. Secara psikologis, momen ini menjadi titik awal untuk membangun ritme ibadah yang lebih disiplin.

Jika Ramadan adalah puncak, maka Nisfu Syaban adalah pemanasan ruhani. Dengan menyambut malam ini secara sadar, umat Islam diharapkan tidak memasuki Ramadan dalam keadaan lalai, tetapi dengan kesiapan iman yang lebih matang.

Dengan waktu yang tinggal 7 hari lagi, malam Nisfu Syaban 2026 menjadi momentum penting yang patut dipersiapkan sejak sekarang.

Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Nisfu Syaban adalah ajakan untuk menata hati, memperbarui niat, dan menata kembali hubungan dengan Allah SWT.

Di tengah kesibukan dunia modern, malam ini hadir sebagai ruang sunyi bagi setiap muslim untuk kembali pulang kepada Sang Pencipta.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar