Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muhammadiyah Resmi Tetapkan 1 Ramadhan 18 Februari 2026, Ini Alasannya

Kompas.com, 31 Januari 2026, 13:42 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo, memaparkan alasan rinci penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menekankan keseragaman hari dan tanggal di seluruh dunia.

Penjelasan tersebut disampaikan Rahmadi dalam Pengajian Tarjih pada Rabu (28/1). Menurutnya, KHGT dibangun di atas prinsip one day, one date globally—satu hari satu tanggal untuk seluruh bumi.

Prinsip Bumi sebagai Satu Matla’

Rahmadi menjelaskan, prinsip ini hanya mungkin terwujud jika bumi dipandang sebagai satu kesatuan matla’ (ittihadul mathali’) tanpa pembagian zona regional, namun tetap mengikuti garis tanggal internasional.

Baca juga: Mengapa Muhammadiyah Menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026? Ini Penjelasannya

“Kalau bumi dibagi ke dalam zona-zona penanggalan, maka tidak mungkin terjadi keseragaman hari dan tanggal,” jelasnya.

Ia menegaskan, kalender hanya bisa disusun dengan metode hisab (perhitungan astronomi). Sementara rukyah, menurutnya, hanya mampu memastikan satu bulan ke depan dan tidak dapat membangun sistem kalender jangka panjang.

Dua Syarat Astronomis Global

Berdasarkan keputusan Majelis Tarjih, awal bulan baru ditetapkan serentak apabila sebelum pukul 24.00 GMT terdapat wilayah daratan yang memenuhi dua syarat:

  • Elongasi bulan–matahari minimal 8 derajat
  • Ketinggian hilal saat matahari terbenam minimal 5 derajat

Jika syarat utama ini belum terpenuhi, digunakan parameter lanjutan yang bersifat global.

Parameter Lanjutan: Selandia Baru dan Alaska

Rahmadi memaparkan, konjungsi bulan (ijtimak) terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12:01:09 GMT. Namun hingga pukul 24.00 GMT, belum ada wilayah yang memenuhi syarat 8 derajat dan 5 derajat.

Karena itu, digunakan parameter lanjutan:

1. Ijtimak harus terjadi di New Zealand sebelum fajar, karena wilayah ini termasuk yang paling awal menyambut hari baru.

2. Pada saat yang sama, parameter 8° dan 5° harus terpenuhi di daratan benua Amerika.

Di Selandia Baru, konjungsi terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat (UTC+13), sebelum fajar. Syarat pertama terpenuhi.

Sementara di wilayah Bethel, Alaska, hasil perhitungan geosentrik menunjukkan elongasi sudah melampaui 8 derajat dan ketinggian hilal di atas 5 derajat.

“Meski wilayahnya kecil dan penduduknya sedikit, tetap sah karena acuannya adalah daratan, bukan populasi,” tegas Rahmadi.

Berlaku Global, Bukan Lokal

Rahmadi menegaskan, dalam KHGT, posisi hilal di Indonesia tidak menjadi penentu. Saat itu, hilal di Indonesia, Makkah, maupun Turki masih di bawah ufuk.

Namun karena prinsip kesatuan matla’, terpenuhinya parameter di Alaska otomatis berlaku untuk seluruh bumi.

“Kalau masih memakai wujudul hilal lokal, Indonesia memang akan memulai Ramadhan pada 19 Februari. Tetapi karena kita sudah menggunakan KHGT, maka keterpenuhan parameter di Alaska itu ditransfer secara global,” jelasnya.

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Jadwal Puasa dan Lebaran 2026: Simak Tanggal Pentingnya

Konsep ini disebut mirip dengan “transfer wujud”, namun dalam cakupan global.

Berdasarkan seluruh parameter tersebut, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Rahmadi menutup paparannya dengan doa agar umat Islam diberi umur panjang untuk menyambut dan menjalani Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com