Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Resmi Kemenag dan Muhammadiyah, Ini Cara Unduhnya

Kompas.com, 9 Februari 2026, 18:47 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com– Jadwal imsakiyah Ramadhan 2026 menjadi informasi penting bagi umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa 1447 Hijriah.

Jadwal ini digunakan sebagai panduan waktu imsak, sahur, berbuka puasa, dan salat lima waktu selama bulan Ramadhan.

Menjelang Ramadhan, masyarakat mulai mencari jadwal imsakiyah sesuai wilayah masing-masing.

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan awal Ramadhan setelah pelaksanaan sidang isbat.

Baca juga: Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Muhammadiyah Se-Indonesia

Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1447 H pada 17  Februari 2026.

Hasil sidang isbat tersebut menjadi dasar penetapan awal puasa Ramadhan sekaligus pelaksanaan ibadah di bulan suci.

Apa Itu Jadwal Imsakiyah Ramadhan?

Jadwal imsakiyah Ramadhan merupakan panduan waktu ibadah selama bulan puasa.

Jadwal ini mencakup waktu imsak, subuh, zuhur, asar, magrib, isya, serta waktu berbuka puasa.

Selain itu, jadwal imsakiyah juga memuat durasi puasa setiap hari.

Panduan ini membantu umat Islam menjalankan ibadah puasa secara tertib dan tepat waktu.

Baca juga: Jadwal Libur Sekolah Saat Puasa Ramadhan 2026 Resmi dari Pemerintah

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Versi Kemenag

Setiap tahun, Kementerian Agama merilis jadwal imsakiyah Ramadhan sebagai pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia.

Jadwal imsakiyah Ramadhan 2026 diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam).

Jadwal ini disusun berdasarkan perhitungan waktu sholat sesuai wilayah provinsi dan kabupaten/kota.

Umat Islam dapat mengunduh jadwal imsakiyah Ramadhan 2026 melalui laman resmi Bimas Islam Kemenag.

Berikut cara mengunduh jadwal imsakiyah Ramadhan 2026:

  • Kunjungi laman https://bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsakiyah
  • Pilih provinsi dan kabupaten/kota sesuai domisili
  • Klik tombol “Cari”
  • Jadwal imsakiyah Ramadhan 2026 akan ditampilkan untuk satu bulan penuh
  • Klik tombol “Download” untuk menyimpan jadwal

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Selain Kementerian Agama, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah merilis jadwal imsakiyah Ramadhan 2026.

Jadwal ini disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.

Jadwal imsakiyah Muhammadiyah disusun menggunakan metode hisab hakiki kontemporer.
Perhitungan waktu subuh dan imsak mengacu pada kriteria Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke-31 tahun 2020.
Jadwal imsakiyah Muhammadiyah tersedia per kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Download di sini

Baca juga: Hukum Qadha Puasa Ramadhan Setelah Nisfu Sya’ban, Ini Penjelasannya

Perbedaan Jadwal Imsakiyah dan Penetapan Awal Ramadhan

Perbedaan jadwal imsakiyah dapat terjadi karena perbedaan metode penetapan awal Ramadhan.

Pemerintah menggunakan rukyatul hilal dan sidang isbat sebagai dasar penetapan.

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim dan dihormati dalam praktik keagamaan di Indonesia.

Pentingnya Mengetahui Jadwal Imsakiyah Sejak Dini

Mengetahui jadwal imsakiyah Ramadhan 2026 sejak awal membantu umat Islam mempersiapkan ibadah puasa.

Jadwal ini memudahkan pengaturan waktu sahur, berbuka, dan ibadah harian.

Panduan resmi juga menghindarkan kesalahan waktu dalam menjalankan puasa.

Umat Islam diimbau menggunakan jadwal imsakiyah dari sumber tepercaya dan sesuai domisili masing-masing.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar