Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arab Saudi Rilis Timeline Haji 1447 H, Kedatangan Jamaah April 2026

Kompas.com, 9 Februari 2026, 19:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah resmi merilis peta waktu (timeline) penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah.

Rangkaian jadwal tersebut disusun sejak jauh hari sebagai bagian dari manajemen perencanaan terpadu, mulai dari fase persiapan administratif, kontrak layanan, hingga kedatangan jamaah pertama di Tanah Suci.

Salah satu agenda krusial yang menjadi perhatian dunia adalah dimulainya penerbitan visa haji pada 8 Februari 2026.

Baca juga: Arab Saudi Terbitkan Visa Haji 2026 Lebih Awal, 750.000 Jamaah Terdaftar

Tahapan ini menjadi gerbang awal masuknya jamaah ke fase operasional menjelang puncak ibadah.

Langkah perencanaan dini ini menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam memastikan penyelenggaraan haji berlangsung tertib, aman, dan berkualitas, sejalan dengan transformasi layanan berbasis digital yang terus dikembangkan dalam kerangka Saudi Vision 2030.

Persiapan Dimulai Sejak Usai Haji Sebelumnya

Dilansir dari laman economictimes, siklus persiapan haji 1447 H telah dimulai sejak 12 Dzulhijjah 1446 H atau bertepatan dengan 8 Juni 2025.

Artinya, proses perencanaan sudah berjalan hanya sehari setelah puncak musim haji sebelumnya berakhir.

Pada tahap awal ini, dokumen pengaturan teknis dan pedoman operasional didistribusikan kepada kantor urusan haji di berbagai negara.

Dokumen tersebut menjadi acuan dalam penyusunan kuota, layanan, hingga strategi keberangkatan jamaah.

Akses data kamp di kawasan Masya’ir Muqaddasah—Mina, Muzdalifah, dan Arafah—dibuka lebih awal melalui platform digital Nusuk.

Sistem ini memungkinkan setiap otoritas haji meninjau kapasitas, lokasi, serta kebutuhan logistik secara lebih transparan.

Model perencanaan seperti ini selaras dengan prinsip manajemen ibadah haji modern. Dalam buku Fiqhul Islami wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah az-Zuhaili, dijelaskan bahwa penyelenggaraan haji bukan sekadar ritual individual, melainkan aktivitas kolektif berskala global yang membutuhkan pengaturan matang demi menjaga keselamatan jamaah.

Baca juga: Bukan Superman, tapi Superteam: Cara Petugas Haji 2026 Siap Hadapi Puncak Haji di Armuzna

Fase Kontrak dan Finalisasi Data Operasional

Melansir dari laman Alyaum.com, memasuki 1 Rabi’ul Awwal 1447 H, pemerintah Arab Saudi membuka tahap kontrak resmi untuk akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan dasar lainnya. Fase ini menjadi fondasi penyediaan fasilitas bagi jutaan jamaah.

Batas akhir penyelesaian pertemuan persiapan serta kelengkapan data operasional ditetapkan pada 20 Rabi’ul Akhir 1447 H atau 12 Oktober 2025.

Pada periode ini pula negara-negara pengirim jamaah mulai mengumumkan pendaftaran haji secara nasional.

Selanjutnya, di bulan Jumadil Awal, dilakukan penandatanganan perjanjian utama antara otoritas haji dan penyedia layanan.

Pameran layanan haji turut digelar untuk memperkuat kolaborasi antara sektor pemerintah dan swasta, sekaligus mendorong inovasi pelayanan.

Upaya ini menunjukkan bahwa haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga sistem pelayanan publik berskala internasional yang memerlukan koordinasi lintas sektor.

Januari–Maret 2026: Masa Krusial Menuju Operasional

Memasuki awal tahun 2026, seluruh kontrak akomodasi di Makkah dan Madinah ditargetkan rampung.

Layanan transportasi antar kota suci serta fasilitas di Arafah, Mina, dan Muzdalifah difinalisasi pada fase ini.

Penerbitan visa haji resmi dimulai 8 Februari 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Maret 2026. Pada periode yang sama, data kesiapan jamaah dikunci (finalisasi) untuk memastikan tidak ada kendala administratif menjelang keberangkatan.

Tahap ini menjadi momentum penting karena berkaitan langsung dengan mobilisasi jamaah internasional.

Baca juga: Saudi Terbitkan Visa Haji 2026 Lebih Awal, Ini Dampaknya bagi Jamaah

Jamaah Pertama Tiba 18 April 2026

Kementerian menetapkan 1 Dzulqa’dah 1447 H atau 18 April 2026 sebagai waktu kedatangan rombongan pertama jamaah haji. Kedatangan ini menandai dimulainya fase operasional penuh di Tanah Suci.

Arab Saudi mengingatkan seluruh kantor urusan haji agar mematuhi jadwal resmi demi memastikan layanan berjalan optimal sebelum puncak ibadah wukuf di Arafah.

Digitalisasi dan Visi 2030

Transformasi digital kembali menjadi tulang punggung penyelenggaraan haji 1447 H. Platform Nusuk digunakan untuk integrasi data jamaah, pengelolaan kontrak, hingga transaksi keuangan berbasis dompet elektronik.

Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan transparansi, mempercepat prosedur, serta meminimalkan praktik pemesanan tidak resmi.

Kebijakan ini sejalan dengan agenda Saudi Vision 2030 yang menempatkan sektor haji dan umrah sebagai salah satu prioritas modernisasi layanan publik.

Dalam buku Ilmu Dakwah karya Prof. M. Ali Aziz dijelaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi kebutuhan mendesak dalam pengelolaan jamaah berskala jutaan orang, terutama untuk menjamin efisiensi dan keamanan.

Musim haji 1447 H mengusung slogan “Nusuk dan Ketenangan” (نسك وطمأنينة), menegaskan komitmen menghadirkan pengalaman ibadah yang aman dan tertata.

Baca juga: Kemenhaj Tegaskan Kartu Nusuk Wajib Dibagikan di Indonesia Sebelum Keberangkatan Haji

Haji dalam Perspektif Al-Qur’an

Perencanaan matang penyelenggaraan haji sejatinya selaras dengan perintah Allah SWT agar ibadah ini dilaksanakan dengan kesiapan dan kesempurnaan.

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 196:

Wa atimmul hajja wal ‘umrata lillah.

Artinya: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.”

Ayat ini menegaskan pentingnya kesempurnaan dalam pelaksanaan haji, baik dari sisi spiritual maupun teknis penyelenggaraan.

Haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan ruhani menuju ketakwaan. Dalam Surah Al-Hajj ayat 27 disebutkan:

Wa adzdzin fin-naasi bil hajj, ya’tuuka rijaalan wa ‘alaa kulli daamirin.

Artinya: “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus.”

Ayat tersebut menggambarkan universalitas panggilan haji yang melintasi batas geografis dan zaman.

Antara Spiritualitas dan Manajemen Modern

Timeline yang dirilis Pemerintah Arab Saudi memperlihatkan bahwa penyelenggaraan haji kini berada pada titik temu antara spiritualitas klasik dan manajemen modern.

Perencanaan yang dimulai hampir setahun sebelumnya menunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas layanan bagi jutaan tamu Allah.

Dengan sistem digital terintegrasi, kontrak layanan yang disusun lebih awal, serta pengawasan ketat terhadap kesiapan infrastruktur, musim haji 1447 H diproyeksikan berlangsung lebih tertib dan efisien.

Bagi calon jamaah, jadwal ini menjadi penanda penting untuk mulai mempersiapkan diri—bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara ruhani.

Sebab pada akhirnya, perjalanan haji adalah panggilan suci yang menuntut kesiapan lahir dan batin.

Dan ketika visa mulai diterbitkan pada Februari 2026, pertanyaannya bukan lagi sekadar kapan berangkat, melainkan sejauh mana hati telah siap memenuhi panggilan-Nya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar